Mengenang Mobil Listrik Selo dan Lainnya, Apa Kabarnya Sekarang?

26/03/2021

Pasar mobil

4 menit

Share this post:
Mengenang Mobil Listrik Selo dan Lainnya, Apa Kabarnya Sekarang?
Mobil listrik Selo, Gendhis, Tucuxi sempat ramai dibicarakan di Indonesia beberapa tahun silam. Bagaimana kabarnya sekarang?

Masa depan industri otomotif dunia yang mulai mengeluarkan mobil listrik mulai digemari karena menawarkan mobil ramah lingkungan dan efisien. Berbicara tentang mobil listrik, Indonesia juga pernah lho menciptakan mobil listrik yang sempat booming pada kisaran 2015 lalu, salah satunya adalah mobil listrik Selo.

Namun, sayangnya gaung adopsi kendaraan listrik di Indonesia tidak dibarengi dengan gerakan mendukung hasil karya anak bangsa sendiri. Sempat digadang-gadangkan menjadi kebanggan Indonesia, nasib mobil listrik jadi tak jelas karena dinyatakan tidak lulus uji emisi. Yuk kenang kembali mobil listrik buatan Indonesia yang sempat mencuri perhatian public otomotif Indonesia.

>>> Review Nissan Magnite Premium CVT 2020: Datsun Naik Kelas?

Mobil Listrik Tucuxi

Mobil listrik Tucuxi warna merah

Mobil listrik Tucuxi sepintas mirip dengan mobil sport

Mobil listrik Tucuxi atau “Si Lumba-lumba” merupakan buatan Danet Suryatama, alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dan University of Michigan. Tuxuci memiliki kemiripan dengan mobil sport Eropa dengan body berwarna merah dan kabin yang halus dan tak berisik. Mobil ini diklaim mampu mencapai kecepatan 200 km/jam dengan daya tempuh maksimal 400 km. Baterai yang dipakai adalah Lithium Iron Phosphate (LiFEPO4) atau Nano Lithium dengan proses fast charging dari 3-5 jam dari baterai kosong.

Proses test drive mobil listrik Tucuxi sempat mengalami kontroversi. Beberapa hari setelah diperkenalkan pertama kali, Menteri BUMN kala itu melakukan uji coba lanjutan dengan jarak tempuh 1.000 km dari Solo hingga Surabaya. Saat dibawa berkendara menempuh tanjakan yang cukup ekstrim di Tawangmangu, mobil listrik Tucuxi mulai tercium rem terbakar saat memasuki turunan. Mobil juga sempat mengalami rem blong dan terpaksa ditabrakan ke tebing untuk menghentikan laju kendaraan.

>>> Range Rover Klasik Ini Disulap Jadi Mobil Listrik Pakai Teknologi Tesla

Mobil Listrik Ahmadi

Mobil listrik Ahmadi pertama kali dikenalkan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara kala itu Dahlan Iskan yang diharapkan bisa bersaing dengan merk mobil Toyota. Mulai diperkenalkan pada Juli 2012, mobil listrik Ahmadi dibuat oleh PT Sarimas Ahmadi Pratama di Depok miliki Dasep Ahmadi, yang merupakan pengembang mobil listrik dari ITB.

Kala itu mobil listrik Ahmadi pernah melaju di jalan dengan kecepatan 70 km/jam. Memiliki spesifikasi baterai lithium ion sebanyak 36 unit dan kapasitas baterainya mencapai 21 kWh, mobil listrik ini diklaim mampu berjalan hingga 130 km, proses charging hingga 4-5 jam. Mobil listrik Ahmadi tipe S memiliki berat 800 kg, untuk seri Grand dan Deluxe berbobot 900 kg dengan dimensi panjang 345 cm, lebar 149 cm, dan tinggi 160 cm.

Mobil Listrik Gendhis

Bukan hanya Selo saja yang dipamerkan di KTT APEC, mobil listrik Gendhis juga menjadi mobil kelas premium yang diperkenalkan ke khalayak. Diperkenalkan pada 2013, Gendhis juga karya Ricky Elson berjenis minibus dengan tipe Multi-purpose Vehicle berkapasitas tujuh penumpang dengan fitur kenyamanan yang nggak kalah daripada mobil sekelasnya. Sayangnya, mobil listrik Gendhis belum bisa mengaspal di jalan karena masih berupa prototype.

>>> Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik yang Dijual di Indonesia

Mobil Listrik Selo

mobil listrik selo warna kuning

Model Selo yang sempat dipamerkan di KTT APEC

Selain Dasep Ahmadi, kala itu Dahlan Iskan juga menunjuk Ricky Elson dalam proyek mobil listrik buatan Indonesia. Setelah era Tucuxi, muncul mobil listrik sport yang menghabiskan biaya Rp 1,5 miliar yang lebih murah setengah daripada Tucuxi. Kehadiran Selo bahkan sempat dipamerkan di KTT APEC 2013 di Bali.

Hadir dengan warna kuning, mobil listrik ini sepintas mirip supercar MCLaren MP12C asal italia dengan desain elegan dan sporty dari segi eksterior, mulai dari body, velg, hingga model scissors pada pintu. Sayangnya, Selo tidak lulus uji emosi dan bahaya jika digunakan di jalan umum.

Lantas bagaimana spesifikasi mobil listrik Selo? Mobil sport ini dibangun dengan kandungan komponen lokal 70% yang terdiri dari kompartemen body dan interior. Sisanya, untuk baterai dan motor listrik didatangkan secara impor.

Jika dilihat performanya, mobil ini cukup gahar karena diklaim menghasilkan daya sebesar 182 hp dengan transmisi otomatis 6-percepatan dan kecepatan hingga 220 km/jam. Didukung dengan baterai 360 V, mobil listrik Selo bisa ditempuh dengan jarak 250 km. Meski ditolak di negeri sendiri, Selo justru dibajak Malaysia untuk meneruskan pengembangan mobil listrik ini.

>>> Ini Dia Mobil Polisi Indonesia Pertama yang Usung Tenaga Listrik

Mobil Listrik E&C

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya patut bangga karena mahasiswanya pernah sukses membuat mobil listrik E&C. Dirakit dengan konsep Battery Management System (BMS), mobil ini lengkap layaknya mobil pada umumnya, seperti headlamp yang berfungsi sebagai lampu utama, sein, dan lampu kabut. Mobil ini juga terpasang dengan suplai daya berkapasitas 48 Volt 5 KWh dengan tipe Lithium Polymer (LiPo).

Mobil Anak Bangsa (MAB)

Jika sebelumnya mobil listrik lebih diperuntukkan bagi mobil pribadi, Mobil Anak Bangsa yang dibuat oleh PT Mobil Anak Bangsa (MAC) diperuntukkan sebagai angkutan umum berjenis bus. Diperkenalkan dan diuji pada 31 Agustus 2018 di kawasan Bandara Soekarno Hatta.

Atas izin dan arahan pemerintah, MAB siap memajukan industri Kendaraan Listrik Berbasis Baterai di Indonesia. Saat ini MAB memiliki 30 unit bus listrik yang diproduksi di Demak yang telah mengantongi 1 SUT dan 2 SRUT. Prabowo Kartoleksono General Manager Business Development PT MAB mengatakan jika kapasitas terpasang di pabriknya mampu saat ini 50 unit per bulan.

Bahkan diam-diam PT MAB mulai memproduksi mobil listrik berjenis minivan dan pernah dipamerkan ke Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang rencananya akan dijadikan angkutan kota. Namun, sejauh ini masih prototype karena prosesnya masih terkendala kondisi pandemi COVID-19. Wah, kita tunggu aja ya!

Era mobil listrik yang semakin pesat semoga Indonesia bisa terus berpartisipasi agar nggak ketinggalan dengan negara lain. Semoga nanti akan ada penerus mobil listrik Selo dan lainnya yang berhasil mengaspal dan dinikmati masyarakat luas. 

>>> Dapatkan berbagai pilihan mobil baru dan bekas lainnya di sini

Pertanyaan Sering Diajukan

Berapa harga mobil listrik Selo?
Harganya mulai dari Rp 1,5 miliar.
Mobil listrik Selo asal dari mana?
Selo adalah karya dari Ricky Elson - pria asal Padang, Sumatera Barat.
Bagaimana uji emisi mobil Selo?
Gak. Selo belum lulus uji emisi di Indonesia
Share this post:
Penulis
Lulus dari jurusan jurnalistik, wanita kelahiran Tangerang ini mengawali kariernya sebagai content writer tujuh tahun lalu. Memiliki hobi nonton dan berselancar di media sosial, saat ini aktif sebagai penulis lepas di Cintamobil.com.
 
back to top