Mobil Listrik Jadi Revolusi Tercepat Setelah Internet

18/07/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Transisi transportasi dari mobil konvensional ke mobil listrik dinilai sebagai revolusi tercepat sebagaimana internet di akhir 1990-an di bidang teknologi.

Perubahan besar terjadi di industri otomotif dalam beberapa dekade terakhir. Dari model-model konvensional berbahan bakar fosil menuju model ramah lingkungan dengan teknologi elektrifikasi. Lantas, seberapa cepat perubahan ini mendunia?

Lebih cepat dari internet

Banyak pengamat memprediksi transisi transportasi dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik berlangsung sangat cepat, lebih cepat dari yang diperkirakan.  Menurut wartawan senior BBC Justin Rowlatt peralihan cepat ini tak lepas dari revolusi teknologi itu sendiri.

"Apa yang membuat akhir dari mesin pembakaran internal tak terelakkan adalah revolusi teknologi. Dan revolusi teknologi cenderung terjadi sangat cepat... [dan] revolusi ini akan menjadi listrik," kata Rowlatt.

>>> Mengenang Nikola Tesla dan Misteri Mobil Listrik Tanpa Baterai

Foto Hummer EV, mobil listrik terbaru buatan GMC

Hummer EV, mobil garang ramah lingkungan

Pernyataan Rowlatt bukan tanpa alasan. Merujuk pada revolusi teknologi akhir 1990-an dimana saat itu internet mulai hadir. Saat itu internet dianggap sesuatu yang menarik, namun tidak relevan. Sekarang semua tahu internet  digunakan di berbagai bidang. Nyaris tidak ada bidang yang tidak tersentuh internet. Bahkan tidak ada teknologi yang benar-benar mendominasi dunia, selain internet.

Mobil listrik pun demikian, bakal menjadi revolusi tercepat setelah internet. Indikasinya terlihat dari pertumbuhannya yang kian masif dari tahun ke tahun.

"Sangat cepat, seperti internet di tahun 90-an, pasar mobil listrik sudah tumbuh secara eksponensial. Penjualan globalnya melesat ke depan pada tahun 2020, naik 43% menjadi total 3,2 juta, meskipun penjualan mobil secara keseluruhan merosot sebesar seperlima selama pandemi virus corona," katanya di laman BBC.

Produsen siap beralih

Selain penggunaan mobil listrik yang semakin berkembang, komitmen para produsen turut mendukung perubahan. General Motors (GM) misalnya, sudah menyatakan hanya akan membuat kendaraan listrik pada 2035. Kompetitornya se-negara, yakni Ford hanya akan menjual kendaraan listrik di Eropa pada 2030. Pabrikan Jerman, Volkswagen (VW) menyatakan 70% dari penjualannya bakal berupa kendaraan listrik pada 2030.

>>> Ford Mustang Mach-E Pecahkan Rekor Mobil Listrik Paling Efisien

Produsen mobil mewah juga ambil bagian. Jaguar hanya akan menjual mobil bertenaga baterai mulai 2025, Volvo mulai 2030, dan Lotus bakal memulainya pada 2028.

Foto menunjukan Tesla Model 3 warna Pearl White tampak samping depan

Tesla Model 3, mobil elektrik paling laris di dunia

Terkait pendapatnya tentang mobil baterai ini, Rowlatt mengakui punya banyak kelebihan. Bahkan dia memuji Tesla Model 3 barunya yang belum lama dibeli sebagai kendaraan yang membawa kegembiaraan.

"Ini sangat nyaman, lapang, cerah. Ini benar-benar kegembiraan. Dan saya akan dengan tegas mengatakan kepada Anda sekarang bahwa saya tidak akan pernah kembali."

>>> Tertarik mobil Tesla, cek harganya di sini!

Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top