Mobil Jepang Mulai Banyak Pakai Fitur Canggih, Gara-gara Mobil China?

04/10/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Belakangan mobil-mobil merek Jepang dibekali fitur yang makin canggih. Benarkah kehadiran fitur canggih tersebut karena merasa 'panas' dengan mobil China?

Belakangan mobil-mobil merek Jepang mulai membekali diri dengan ragam fitur canggih. Misalnya Toyota yang mulai menyematkan fitur Toyota Safety Sense pada sejumlah modelnya seperti terbaru pada Raize. Toyota Safety Sense ini memiliki deretan fitur keamanan dan keselamatan untuk para pengendara serta penumpang di dalamnya. 

Setidaknya ada empat jenis fitur keamanan dan keselamatan yang terdapat pada Toyota Safety Sense. Keempat fitur itu adalah Pre-Collision System, Dynamic Radar Cruise Control, Lane Departure Alert, dan Automatic High Beam. Sang saudara, Daihatsu pun juga menyematkan ragam fitur keamanan dan keselamatan pada sejumlah mobilnya lewat Advance Safety Assist (ASA). Di Indonesia, fitur ASA dihadirkan pada Daihatsu Rocky.

Fitur ASA

Daihatsu punya ASA

>>> Kalau Toyota Avanza 2022 Punya TSS, Daihatsu Xenia Bakal Dibekali ASA!

Mobil China Juga Dibekali Ragam Fitur Canggih

Selain Toyota-Daihatsu, Honda juga belakangan mulai menghadirkan fitur Honda Sensing pada mobilnya. Terbaru, fitur Honda Sensing hadir pada All New BR-V. Adapun fitur Honda Sensing berisi Road Departure Mitigation System, Adaptive Cruise Control, Auto High-Beam, Collision Mitigation Braking System, Lane Keeping Assist System, dan Lead-Car Departure Notofication. 

Sebenarnya sejumlah fitur keamanan dan keselamatan itu bukanlah hal asing dan sudah juga tersemat pada mobil China. Sebut saja Wuling yang menghadirkan fitur perintah suara berbahasa Indonesia hingga pengendalian mobil hanya lewat genggaman. Pun ada juga Collision Mitigation System, Forward Collision Warning, Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assistance, dan masih banyak lagi tersemat pada mobil Wuling. 

Wuling Almaz RS

Mobil Wuling bisa dikendalikan lewat genggaman

Selain Wuling, DFSK pun tak mau kalah. DFSK juga menghadirkan fitur voice command yang bisa menangkap 100 perintah suara pada SUV tertingginya yakni Glory i-Auto. Di samping itu ada juga fitur Vehicle Running Recorder yang punya fungsi mirip black box pada pesawat.

DFSK Glory i-Auto

Glory i-Auto punya fitur menyerupai black box pada pesawat

Sejak kehadiran mobil Chinabeberapa tahun terakhir, orang Indonesia seolah dibuat 'melek' dengan kehadiran fitur-fitur canggih yang disajikan. Tapi yang mungkin hal yang membuat terkejut adalah harganya. Dengan segudang fitur yang ditawarkan, deretan mobil China itu justru lebih murah ketimbang para rival dari Negeri Sakura. 

>>> Harga Honda CR-V Turbo Prestige dan Spesifikasinya

Fitur Disesuaikan dengan Kebutuhan

Lalu apakah kehadiran fitur pada mobil merek Jepang dipengaruhi oleh mobil China? Honda dengan tegas menjawab tidak. Menurut Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy menyebut kehadiran fitur Honda Sensing yang baru-baru ini disajikan pada All New BR-V bukan didasarkan persaingannya dengan mobil China. 

Gambar Honda Sensing

Fitur Honda Sensing bakal tersemat pada All New Honda BR-V

"Tidak ya, jadi balik lagi di awal kita kan mempunyai komunikasi untuk All New Honda BR-V dari desain ketangguhan, fungsionalitas dari MPV dan SUV, yang pasti menghadirkan banyak teknologi yang pertama kali hadir di kelasnya, Honda Sensing, Walk-Away Autolock, jadi itu yang kami tanamkan," jelas Billy belum lama ini. 

Sejatinya kehadiran fitur pada mobil memang disesuaikan dengan kebutuhan orang Indonesia. Toh dengan fitur yang ada saja, sebuah model mobil tetap memiliki peminatnya sendiri. Tapi tak salah juga bila para pabrikan ingin menghadirkan fitur canggih pada setiap mobilnya guna meningkatkan keamanan dan keselamatan para pengendara di jalan. 

>>> Lebih Dekat dengan SUV Rp 300 Jutaan yang Dibuat untuk Orang Indonesia

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top