Mobil China Belum Memikat Blue Bird, Ini Alasannya!

08/07/2019

Pasar mobil

3 menit

Harga murah dan fitur berlimpah belum cukup memikat Blue Bird untuk menggunakan merek Wuling Confero S sebagai armada taksi baru. Masih ada banyak hal yang sangat dipertimbangkan untuk menggunakan mobil China tersebut.

Sudah hampir dua tahun Wuling hadir di Indonesia. Selama itu pula produk pertamanya yaitu Wuling Confero S mulai dikenal masyarakat dan hasil penjualan pun terlihat cukup bagus. Harga murah dan fitur berlimpah ditengarai menjadi pemikat utama buat konsumen.

Foto Wuling Confero S dari arah samping

Wuling Confero S menawarkan banyak kelebihan

Wuling Confero S punya fitur keselamatan lebih baik jika dibanding model lain dikelasnya mulai dari dual air bags, seatbelt di semua titik, sensor parkir 6 titik (2 di depan dan 4 di belakang) sistem pengereman ABS+EBD, rem cakram di semua roda dan yang lain. Termasuk adanya fitur TPMS (Tire Pressure Monitoring System) yang menampilkan tekanan angin ban melalui layar MiD di depan pengemudi.

>>> Pilih mobil bekas idamanmu, Cek harganya di sini!

Untuk fitur kenyamanan Confero S dilengkapi Headlamp projector dan bisa diatur tinggi rendahnya arah pencahayaan sesuai kenyamanan pengemudi, Tilt Steering, Head unit 8 inchi menampilkan beragam fitur hiburan seperti radio, audio, video, USB, bluetooth, bisa juga dikoneksikan dengan gadget Android dan yang lain, Port USB di semua baris kursi, Kabin kedap yang membuat penumpang tidak terganggu oleh suara kendaraan dari luar baik saat berbincang-bincang maupun saat istirahat.

Dengan berbagai kelebihan yang dimiliki, Wuling Confero S dijual dengan harga terjangkau di bawah Rp 200 juta, sama terjangkaunya dengan mobil-mobil merek China yang lain seperti Wuling Cortez dan DFSK Glory 580.

Meski demikian mobil-mobil merek China di atas belum cukup memikat Blue Bird, salah satu perusahaan taksi terbesar di Indonesia untuk menggunakannya sebagai armada baru. "Saat ini kita belum ada rencana serius ke arah sana walaupun kita juga studi melihat dan memantau memonitor kita sudah lakukan tapi dalam jangka pendek kita belum akan lakukan," tutur Chief Financial Officer PT Blue Bird Tbk, Sandy Permadi belum lama ini.

>>> Blue Bird-Mitsubishi-Takari Resmikan Balai Lelang Terbesar di Tanah Air

Foto mobil listrik asal China, BYD e6 jadi armada taksi Blue Bird

Belum ada nama Wuling maupun DFSK dalam daftar armada taksi Blue Bird

Salah satu pertimbangan mengapa perusahaan belum tertarik meminang mereka adalah dari sisi after sales. Sebagai unit yang ke depannya bakal dijual lagi usai jadi armada taksi, Blue Bird tidak ingin berspekulasi dengan harga jual mobil tersebut.

"Ada beberapa hal yang kami pertimbangkan secara operasional. Secara after sales sudah pasti," kata Sandy. "Setelah kendaraan tersebut berhenti jadi taksi seperti apa, jadi kita pasti melihat investasi dari mulai saya beli sampai nanti selesai bagaimana," sambungnya.

Sayang, Sandy tidak menjelaskan bagaimana soal after sales mobil listrik BYD e6 yang dipakainya sebagai armada taksi baru mulai awal Mei 2019 lalu. Padahal BYD juga merek China dan belum memiliki jaringan resmi di Indonesia baik diler maupun pabrik produksi.

>>> Peringkat Enam Mobil Terlaris, Ini Kondisi Wuling Di Pasar Mobil Bekas

>>> Informasi dunia otomotif dalam dan luar negeri terlengkap hanya di Cintamobil.com

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top