Mobil Apa yang Pertama Menggunakan Fitur Airbag?

05/01/2021

Pasar mobil

4 menit

Fitur airbag sudah hadir puluhan tahun lalu. Tapi tahukah Anda mobil apa yang pertama mengusung salah satu fitur pengurang risiko cidera tersebut di dunia?

Di negara-negara maju fitur airbag sudah ditemukan dan disematkan pada mobil sejak puluhan tahun lalu.

Misalnya di Negeri Paman Sam AS, airbag sudah menjadi fitur yang wajib ada pada setiap mobil pada akhir tahun 1990-an mengacu pada aturan National Highway Transportation Safety Administration (NHTSA). Sejatinya, airbag pertama kali dikembangkan untuk kendaraan pada tahun 1970-an.

>>> Bukan Barang Baru, Mobil Mercedes-Benz Sudah Pakai Airbag 40 Tahun Silam

Dulu Airbag Bukan Keharusan

Mengutip Motor Biscuit, Mercury Monterey lansiran Ford diklaim menjadi mobil pertama yang menggunakan fitur airbag pada tahun 1972. Kala itu airbag, ditawarkan sebagai opsi. 

airbag dalam mobil

Kemudian setelahnya General Motors menawarkan opsi airbag pada model tertentu pada tahun 1974 hingga 1976 lewat model Oldsmobile Toronado. Lalu pada tahun 1977, GM dikabarkan berhenti menawarkan fitur airbag pada mobilnya secara keseluruhan. Alasannya konsumen tak ada yang mau membeli mobil dengan airbag. 

GM dan Ford kemudian melobi soal penggunaan airbag pada mobil yang disebut tak praktis. Namun semakin ke sini, konsumen justru kian melek akan keselamatannya. Hingga akhirnya pada akhir tahun 1980-an, banyak pabrikan kembali mendesain mobil dengan fitur airbag di dalamnya. 

Airbag tak lagi ditawarkan sebagai opsi melainkan sudah sekaligus disematkan ketika mobil dijual. Kali ini giliran pabrikan Jerman Porsche mengklaim bahwa pihaknya yang perdana menyematkan airbag pada model 944 Turbo di sisi pengendara dan penumpang sebagai standar pada mobil-mobilnya. 

airbag dalam mobil

Porsche mengklaim menjadi yang pertama mengusung airbag sebagai standar pada mobilnya

Sejak saat itu penggunaan airbag kian berkembang. Pada tahun 1990, 15% mobil GM sudah mengusung airbag, diikuti Ford yang 50% mobilnya menggunakan airbag, dan pabrikan Amerika Chrysler menetapkan airbag di sisi samping pengendara sebagai standar. Barulah pada sebuah kongres hukum tahun 1998, otoritas AS mewajibkan seluruh mobil dibekali airbag sebagai fitur keamanannya. 

>>> India Wajibkan Mobil Punya Fitur Airbag, Bagaimana dengan Indonesia?

Sejarah Penemuan Airbag

Sedikit kilas balik, seorang pria bernama John Hetrick menerima hak paten untuk bantalan aman untuk kendaraan. Hetrick mendesain perangkat menyerupai bantalan tersebut setelah mengalami kecelakaan yang melibatkan dirinya sendiri, sang istri, dan anak perempuannya.

Bermaksud untuk menghindari batu di jalan, Hetrick membanting setir hingga mobilnya terguling. Pada saat kejadian, Hetrick dan sang istri reflek mengangkat tangannya untuk melindungi putrinya agar tak terbentur dasbor. Beruntungnya tak ada satupun yang cidera akibat hal itu. 

airbag dalam mobil

Di Eropa airbag sudah terpasang puluhan tahun silam

Hetrick kemudian tak berhenti berpikir untuk menemukan cara agar ada perangkat yang bisa melindungi saat mobil harus berhenti mendadak. Lalu ia membuat sketsa desain bantalan pengaman untuk kendaraan dan dipatenkan tahun 1952. Desainnya menyerupai airbag yang terpasang saat ini dan diletakan di balik setir, tengah dasbor, dan di kompartemen depan. 

Sedangkan untuk di bagian penumpang, airbag terletak di belakang kursi depan. Nantinya perangkat tersebut akan mengembang ketika mobil tiba-tiba mengalami deselerasi. Hetrick sempat menawarkan penemuannya itu kepada pabrikan namun tak mendapat respon.

Pada waktu yang sama, Walter Linderer juga menerima hak paten Jerman untuk perangkat serupa dengan penemuan Hetrick. Sayang setelah dilakukan tes berulang kali teknologi yang ditemukan Linderer itu tak memungkinkan airbag mengembang untuk melindungi keamanan secara maksimal. Barulah setelahnya para produsen otomotif melakukan penelitian untuk mengembangkan airbag dan berlangsung hingga saat ini. 

>>> Menaksir Harga Airbag yang Tersemat pada Mobil

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor. Roles Sebagai Editor di Cintamobil.com, Dina berperan menulis sekaligus mengedit tulisan agar lebih enak untuk dibaca dan juga mengontrol pemberitaan yang lebih layak. Di samping itu, tetap memantau pergerakan berita di industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri. Specialities Memantau pergerakan berita di industri otomotif sekaligus menulisnya dengan cepat Mengedit berita Experience - GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019 - IIMS 2017, 2018, 2019 - IMOS 2016, 2018 - Geneva International Motor Show 2017 - Tokyo Auto Salon 2019

 
back to top