Mitsubishi AMG, Hasil Tuning AMG Untuk Mitsubishi

19/05/2021

Pasar mobil

5 menit

Share this post:
Sebelum diakuisisi oleh Mercedes-Benz, AMG menerima order modifikasi dari mana saja, untuk siapa saja, dan salah satu hasilnya adalah Mitsubishi AMG

Kini AMG sangat identik dengan Mercedes-Benz

Selama bertahun-tahun, nama AMG (Aufrecht, Melcher, and Großaspach) sangat lekat dengan Mercedes-Benz. Bisa dimaklumi karena menilik sejarahnya, AMG didirikan sebagai “independent race car engine-building company” oleh dua orang mantan engineer Mercedes-Benz. Melalui falsafah “one man, one engine” dan hanya ada sekitar 50 engine builder di AMG, bukan hal aneh kalau hasilnya adalah mesin performa tinggi.

gambar mitsubishi amg

AMG, jaminan mutu untuk modifikasi dengan performa tinggi

Keahlian tuning untuk mobil-mobil Mercedes-Benz memikat DaimlerChrysler AG yang lalu mengambil alih pada tahun 1999 dan kemudian menjadi pemilik AMG sejak  tahun 2005. Kini Mercedes-AMG GmbH menjadi bagian dari Mercedes-Benz AG. Sebelum diakuisisi oleh Mercedes-Benz, AMG menerima order modifikasi dari mana saja, untuk siapa saja, yang penting bersedia membayar. Makanya ada saja pabrikan mobil di luar Jerman yang bekerja sama dengan AMG, salah satunya adalah Mitsubishi dan inilah hasilnya.  

>>> AMG Experience Centre Pertama di Dunia Dibuka di Sirkuit Internasional Zhejiang, China

Mitsubishi AMG Galant  

Mungkin tidak banyak yang tahu kalau AMG pernah memodifikasi salah satu mobil legendaris sang tiga berlian,  Mitsubishi Galant (versi JDM, pasar domestik Jepang). Modifikasi AMG untuk Mitsubishi AMG Galant 1989 mencakup utak-atik mesin Galant GTI empat silinder 2,0 liter berupa piston kompresi tinggi, camshaft durasi tinggi, katup titanium, mapping ulang ECU dan knalpot high flow hingga mesinnya memiliki redline 8.000 rpm dan menghasilkan  170 HP serta torsi 191 Nm.

gambar mitsubishi amg

Hasil kemitraan AMG + Mitsubishi = Mitsubishi Galant AMG 

Memang masih kalah 25 HP dari Mitsubishi Galant  VR-4, namun AMG memeras performa dari mesin NA (non turbocharger) karena pada masa itu, mesin turbo memiliki gejala turbo-lag yang “parah”. Dan hasil akhir kolaborasi kedua legenda tersebut adalah Mitsubishi AMG Galant yang kencang namun menyenangkan  untuk dipakai harian di jalanan perkotaan.  

gambar mitsubishi amg

Body kit AMG + velg alloy body color = kesempurnaan karakter sporty     

Dari segi penampilan, Mitsubishi AMG Galant terlihat berbeda dengan yang biasa melalui body kit AMG lengkap berikut  velg alloy sewarna bodi. Lalu  logo AMG pada kap  bagasi, fender depan,  pintu, bemper,  setir dan engine cover. Tercatat Mitsubishi AMG Galant hanya dibuat  sebanyak 500 unit saja dan khusus untuk pasar Jepang. Sayangnya lagi, popularitas Mitsubishi Galant VR-4 menyebabkan kiprah Mitsubishi AMG Galant kurang terdengar khalayak ramai.     

Mitsubishi Debonair AMG

Mitsubishi Debonair adalah sedan premium Mitsubishi untuk pasar domestik Jepang yang disiapkan bagi kalangan eksekutif serta menjadi rival Toyota Crown maupun Nissan President. Beredar sejak tahun 1964 hingga tahun 1998 dalam tiga generasi. Nah, Mitsubishi Debonair generasi kedua (tahun produksi 1986-1992) ini tampil dengan paket  AMG yang mencakup  body kit, velg alloy, kemudi dan emblem AMG pada bodi dan kabin.

gambar mitsubishi amg

Hanya fokus pada modifikasi aspek penampilan, bukan performa

Untuk mesin tidak ada utak-atik sama sekali alias 100% standar. Mitsubishi Debonair AMG muncul pada tahun 1987 dengan  mesin  V6 3,0 liter dan menganut sistem penggerak roda depan. Suspensi tetap standar untuk  mempertahankan peredaman yang lembut dan nyaman. Alhasil, inilah sedan premium dengan tampilan sporty. Sisanya silakan menilai sendiri.

>>> Aston Martin Valhalla Berbagi Teknologi dengan Mercedes-Benz

Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.

Sejak usia 3 tahun sering diajak ayah untuk membantu mengurus mobil dinas semisal membawakan alat kerja, minyak, fluida dan suku cadang. Akhirnya otomotif menjadi bagian hidup. 
Selepas kuliah dan sebelum wisuda, bergabung menjadi reporter tabloid Otomotif yang berada dalam naungan Kelompok Kompas Gramedia dengan bidang utama penulisan roda empat. Kemudian pindah ke Liputan6 dan mengisi berita untuk desk internasional. Lalu tahun 1998 bergabung dengan majalah Mobil Motor, majalah otomotif tertua di Indonesia (terbit sejak tahun 1970). 
Kemudian tahun 2003, pindah ke majalah Motor Trend (edisi Indonesia). Tahun 2009 kembali ke majalah Mobil Motor dan tahun 2014 mudik ke majalan Motor Trend. Pada tahun 2020 mengisi Otoblitz.net dan mulai tahun 2021 menulis untuk Cintamobil.com. 

Awards

  • 2003: Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Produk) 
  • 2007:  Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Teknologi)
 
back to top