PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) akan mengalihkan seluruh armadanya menggunakan bus listrik. Hal itu karena melihat kondisi udara atau polusi di ibu kota yang kian memburuk dari hari ke hari.
Bus listrik yang akan dipakai untuk armada Transjakarta ini nantinya adalah konversi dari bus berbahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan sebagai bentuk peremajaan.
Saat ini, Transjakarta telah mengoperasikan 30 bus listrik selama kurang lebih 14 bulan dengan total jarak perjalanan dua juta kilometer. Bus listrik tersebut melayani rute Bundaran Senayan-Senen, Tebet-Bundaran Senayan, dan Tanahabang-Blok M.

Transjakarta secara bertahap akan mengganti seluruh armadanya ke bus listrik
Peralihan ke bus listrik ini merupakan salah satu dukungan program pemerintah untuk mencapai target net zero emission di tahun 2060. BUMD DKI Jakarta itu telah gencar menggunakan bus listrik sebagai armadanya sejak tahun 2022.
Tercatat ada beberapa asal brand bus listrik yang digunakan oleh Pemda DKI, dari mulai brand China sampai brand non Tiongkok.
Pengoperasian bus listrik ini juga dilakukan sebagai bentuk partisipasi menyukseskan Perjanjian Paris atau Paris Agreement, Selain itu, juga sebagai bentuk implementasi Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara.
>>> Pilih mobil baru dan mobil bekas terbaik hanya di sini
Ada Tiga Merek
Sebelumnya, PT Transjakarta sudah melakukan uji coba pada tiga merek bus listrik Ketiga merek tersebut di antaranya Skywell, Zhongtong, dan Golden Dragon (SAG). Ketiga bus listrik akan diuji coba melayani jalur non Bus Rapid Transit (BRT) rute Kampung Melayu - Tanah Abang (5F) yang sebelumnya tidak pernah dilintasi bus listrik.

Setidaknya, Transjakarta akan gunakan tiga merek bus listrik
Pelaksanaan pengujian juga membuktikan PT Transjakarta dalam rangka pengurangan polusi udara karena moda transportasi. Tentu tidak bisa secara drastis menggantikan semua armada yang ada, namum kita akan konsisten menjalankan proses ini. Jangan lupakan ada bus elektrik racikan anak bangsa dari MAB.
>>> Udara Jakarta Tak Layak Hirup, Luhut Ingin Peredaran Mobil Gasoline Dipersulit
Spesifikasi Singkat
Bus listrik itu sebelumnya dilengkapi baterai kapasitas 324 kWh dan jangkauan maksimal 250 km per hari. Konsumsi daya maksimumnya 1,3 kWh per km. Bus ini juga punya pengisian daya model DC plug in.
Pengisian daya bus listrik itu disebut dapat dilakukan overnight charging atau pengisian daya pada malam hari di depo setelah operasi selesai. Menurut Transjakarta durasi pengisian daya bus ini sekitar 1,5 jam - 2 jam.