Mimpi Indonesia Ekspor Mobil ke Australia Masih Terganjal

01/02/2021

Pasar mobil

3 menit

Mimpi Indonesia Ekspor Mobil ke Australia Masih Terganjal
Indonesia bermimpi bisa melakukan ekspor mobil ke Australia. Tapi tampaknya ada sejumlah hal yang masih menghambat mimpi tersebut bisa terwujud saat ini.

Kualitas mobil yang dirakit di Indonesia tak perlu diragukan lagi. Buktinya sejumlah merek sudah mempercayakan Indonesia sebagai salah satu basis ekspornya. Hingga saat ini Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat ada 80 negara yang sudah mencicipi mobil buatan Indonesia mulai dari kawasan ASEAN, Jepang, Afrika Selatan, Timur Tengah hingga Amerika Selatan. 

Tapi itu belum cukup. Perihal ekspor, Indonesia masih memiliki mimpi untuk menjadi 'penguasa' di kawasan ASEAN menyaingi Thailand. Salah satunya dengan melakukan ekspor mobil ke Australia.

Mitsubishi Xpander

Xpander diyakini bisa jadi primadona di Australia

>>> Indonesia Ngebet Ekspor Mobil ke Negeri Kangguru tapi Belum Punya Modelnya

Peluang Terbuka Lebar

Peluang Indonesia ekspor mobil ke Australia pun cukup besar. Selain letak geografis yang cukup dekat, Australia diketahui tak ada lagi pabrik produksi mobil di sana. Terlebih mobil-mobil Indonesia juga dipercaya bisa memikat hati orang Australia. 

"Bayangan kami, saya pribadi salah satu yang bisa manfaatkan IA-CEPA (Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement) bagaimana kita bisa menggenjot orang Australia bisa menggunakan Innova dan Xpander," ungkap Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam konferesi pers Trade Outlook 2021 seperti dilihat Cintamobil dalam tayangan Video Kementerian Perdagangan. 

Lutfi sendiri juga sempat meyakini bahwa Xpander bisa menjadi penguasa di Australia. Sebelumnya, Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara justru mengatakan Indonesia belum memiliki model yang pas untuk diekspor ke sana.

>>> Mendag Sebut Xpander Buatan Cikarang Bisa Kuasai Pasar Australia

Terganjal Spek Mesin

Namun tampaknya mimpi Indonesia untuk melakukan ekspor mobil ke Negeri Kangguru masih terganjal. Selain terhambat model, adalah spesifikasi mesin yang menjadi biang keladi di belakangnya. Lutfi menyebut bahwa mobil buatan Indonesia belum siap untuk diekspor ke Australia. 

Mendag Lutfi

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi

"Tapi ternyata kita belum siap karena beberapa hal penting salah satunya mobil yang kita ekspor karena memang basisnya market kita masih berstatus environmentalnya tidak setinggi yang dikerjakan di Australia," jelas Lutfi.

"Kalau nggak salah kita masih Euro 2 atau Euro 3,  Australia itu sudah Euro 4 ini meski dikomunikasikan dengan industri kita sudah punya beberapa fasilitas perjanjian perdagangan, jadi ini akan kita genjot terus," lanjut Lutfi lagi. 

Sebenarnya ketentuan standar Euro 4 di Indonesia sudah berlaku sejak Oktober 2018. Penerapan standar ini mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia No. P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, Kategori N, dan Kategori O. Dengan ketentuan tersebut, mobil-mobil baru yang lahir di Indonesia sudah mengusung standar Euro 4. 

Artinya untuk beradaptasi ke produk yang ekspor pun bisa lebih mudah dengan adanya ketentuan tersebut. 

>>> Serupa Tapi Tak Sama, Ini 10 Perbedaan Detail Isuzu Traga Ekspor Dengan Lokal

Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top