Michelin Memberikan Penjelasan tentang Pengantian Ban Sebelum Waktunya

10/05/2018

Pasar mobil
Share this post:
Michelin Memberikan Penjelasan tentang Pengantian Ban Sebelum Waktunya
Ketika membeli satu set ban, Anda mungkin mengeksplorasi ban sesuai dengan mobil, daya mengemudi, dan lingkungan Anda. Kebanyakan pengemudi tidak mengetahui bagaimana penggantian ban yang aus sesuai waktu. Karena itu, Michelin memberikan tips untuk menangani hal tersebut.

Dalam acara pers yang ada di Laurens Proving Grounds, fasilitas pengujian kendaraan Michelin di Laurens, South Carolina, produsen ban terkenal ini mengadakan acara diskusi tentang penggantian ban yang aus sesuai waktu. Bukan hanya dengan mempertimbangkan jarak pengemudian yang sudah ditempuh, tapi juga menjelaskan bagaimana cara mengemudi membuat ban menjadi lebih cepat atau lebih lambat mengalami keausan.

Secara teknis, ban menjadi aus saat menghantam jalan. Namun dalam istilah praktis, ban mengalami transformasi karena tapak ban terdegradasi oleh gesekan dengan permukaan jalan selama penggunaan. Ban baru dimulai dengan tapak sekitar 10/32 inci, dan secara bertahap mengalami penurunan. Ketika kedalaman tapak menyentuh 2/32 inci, secara hukum ban sudah using dan harus diganti.

Gambar yang menunjukan puluhan ban yang sudah mengalami keausan di satu tempat

Membuang ban sebelum waktunya dianggap merugikan dan menambah emisi

Tentu saja, ada konsumen yang memakai ban mereka melebihi batas penggunaan alias sudah aus. Menggunakan ban yang sudah tipis bisa dibilang sebuah tindakan bodoh yang akan mencelakai Anda. Ban tanpa tapak tidak akan menawarkan traksi yang cukup dan sangat rentan terhadap ledakan.

>>> Baca juga Oxygene, ban pintar buatan Goodyear

Ironisnya, Michelin mengatakan bahwa banyak konsumen yang mengganti ban mereka sebelum waktunya. Hal ini memiliki dampak fnansial dan lingkungan yang besar. Di Amerika saja, pembuangan ban di awal masal keausan menghabiskan $ 25 Milyar setiap tahun dan 400 juta ban yang dibuang per tahun ke tempat pembuangan sampah setara dengan 25 Juta ton emisi karbon dioksida.

Ban memang terbuat dari karet dan mengalami penggesekan yang akan memakan umur mereka. Tapi, setiap produsen memiliki formula dan zat adiktif tersendiri. Dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan persentase silica telah ditambahkan ke karet untuk mengurangi hambatan gelinding dan membantu meningkatkan ekonomi bahan bakar.

>>> Baca juga berita pasar mobil lainnya disini

Gambar yang menunjukan ban michelin dengan tulisan Michelin di samping ban

Michelin memang terkenal dengan daya tahan ban yang tinggi

Bagaimana konsumen dapat mengetahui kinerja ban ketika dipakai? Jawaban sebenarnya adalah tidak bisa. Masa garansi panjang hanya menawarkan keyakinan bahwa ban akan tetap utuh selama beberapa kilometer tapi tidak menjamin bahwa kinerja tidak akan menurun secara signifikan bahwa ban tidak akan gagal.

Untuk menunjukan fakta bahwa ada perbedaan antara ban baru dan ban yang sudah aus, Michelin menyiapkan dua demonstrasi. Setiap demo berlangsung di trotoar basah dengan sekitar satu millimeter air. Ketika pengereman pada jalanan basah menghasilkan pengereman yang lebih lama, maka itulah saatnya mempertimbangkan penggantian ban.

>>> Baca juga berita otomotif lainnya disini

Share this post:
 
back to top