Scania Hadirkan Mesin Bus BBG untuk Layani Transportasi Antarkota 

20/09/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Scania Hadirkan Mesin Bus BBG untuk Layani Transportasi Antarkota 
Scania merilis mesin bus BBG yang memiliki efisiensi setara dengan mesin diesel dan menawarkan biaya operasional lebih ekonomis serta ramah lingkungan

Selama ini, bus jarak jauh sudah sangat identik dengan mesin diesel atas pertimbangan efisiensi (hemat bahan bakar) dan ekonomis (harga bahan bakar lebih terjangkau). Boleh disebut tidak ada lagi bus (jarak dekat atau jarak jauh) yang memakai mesin bensin karena alasan boros bahan bakar dan harga bahan bakar yang relatif mahal.  

>>> Cara Bus dan Truk Bisa dengan Mudah Melewati Jalanan Rusak

Kendala Mesin  

gambar euro 7

Regulasi Euro 7 membuat mesin diesel semakin kehilangan nilai kompetitifnya  

Belakangan ini terutama di Eropa, regulasi emisi gas buang yang semakin ketat (Euro 7 mulai tahun 2025) membuat harga diesel fuel semakin mahal. Pada sisi lain, mesin diesel sudah mencapai batas akhir pengembangan teknologi untuk memenuhi regulasi Euro 7. Alhasil, pabrikan bus menghadapi kendala besar untuk mesin. Mau balik ke mesin bensin, jelas boros bahan bakar. Sementara hybrid, listrik dan turunannya bukan jawaban ekonomis untuk pemakaian antarkota. Apa boleh buat, hanya BBG yang belum tercekik regulasi emisi gas buang.   

BBG Biogas

gambar bus bbg

BBG Biogas semakin menjadi pilihan untuk mesin bus AKAP Eropa di masa mendatang 

Mengambil latar belakang tersebut, pada pertengahan September 2021 pabrikan kendaraan besar dan berat asal Swedia, Scania, menawarkan mesin bus BBG dengan basis platform mesin bensin untuk bus jarak jauh. Selama ini, jarang yang memakai mesin bus BBG untuk jarak jauh karena ribetnya penyimpanan gas. Terbayang berapa besar tabung untuk menyimpan gas.

Hasil studi Scania menunjukkan efisiensi mesin BBG mendekati mesin diesel dan efisiensi BBG jenis gas cair (LNG, liquified natural gas) lebih baik daripada gas bertekanan (CNG, compressed natural gas). Sebagai perbandingan, bus BBG LNG mampu menempuh 1.000 km, sedangkan bus BBG CNG mencapai  500 km, masing-masing dengan sekali pengisian penuh.  

Jadi arah yang dituju Scania sudah jelas, mesin BBG yang memakai LBG alias liquified bio gas. Mengubah biogas menjadi gas cair (LBG) berarti tangki penyimpanan lebih kecil dan kepadatan energi lebih baik. Penggunaan biogas berarti memakai fossil-free fuel (rendah emisi), energi terbarukan, dan tersedia di mana seja karena mendekati sumber pembuatan.  

Keunggulan 

gambar mesin bbg

Efisiensi, performa dan ketahanan setara dengan mesin turbo diesel yang berkapasitas 13 liter  

Mesin BBG Scania dengan konfigurasi 6 silinder segaris 12,7 liter ini menawarkan sejumlah keunggulan antara lain ketahanan dalam kondisi kerja ekstrem untuk pemakaian antar kota. Bekal tenaga 410 hp dan torsi 2.000 Nm menjadikan mesin BBG ini setara mesin turbo diesel dengan kapasitas sekelas (13 liter). Tidak lupa, interval servis 45.000 km untuk penggantian busi dan oli mesin menjadi daya tarik tersendiri bagi para operator bus. Mesin BBG terbaru ini disiapkan satu paket dengan transmisi Opticruise untuk mencapai efisiensi optimal. 

>>> Bus Biogas Scania, Bus AKAP Ramah Lingkungan

Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com. Sejak usia 3 tahun sering diajak ayah untuk memb
 
back to top