Menperin Siapkan 4 Regulasi Terkait Program Kendaraan Listrik

16/12/2019

Pasar mobil

4 menit

Menperin Siapkan 4 Regulasi Terkait Program Kendaraan Listrik
Kemenperin tengah menyiapkan 4 Peraturan Menteri Perindustrian, sebagai regulasi turunan dari Perpres Nomor 55 tentang Program Kendaraan Listrik di Indonesia.

Indonesia tengah menuju era elektrifikasi pasca disahkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan. Berbagai langkah ditempuh pemerintah dalam upaya mengembangkan industri otomotif di tanah air, termasuk mendorong percepatan produksi kendaraan ramah lingkungan.

Foto menunjukkan Charging port Nissan Leaf

Indonesia tengah memulai era elektrifikasi kendaraan bermotor

Kerjasama

Kerjasama dilakukan pemerintah dengan stakeholder seperti para produsen, lembaga-lembaga penelitian, hingga badan usaha - badan usaha milik negara maupun swasta. Para produsen mulai memperkenalkan beragam model kendaraan listrik yang dimiliki lengkap dengan teknologinya. PLN juga tengah menyiapkan stasiun pengisian listrik di berbagai daerah. Sementara lainnya melakukan edukasi-edukasi kepada masyarakat.

>>> Punya Modal Besar, PLN Bakal Produksi Baterai Kendaraan Listrik

Yang terbaru, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI menjalin kerjasama dan sinergi dengan Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Perindustrian (Ministry of Economy, Trade and Industry/METI) Jepang tentang pengembangan kendaraan ramah lingkungan.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin RI, Harjanto dalam keterangan resminya menuturkan kerjasama Indonesia-Jepang yang tengah dirajut ini dimaksudkan saling berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai standardisasi dan regulasi teknis yang diimplementasikan di kedua negara. Salah satunya adalah pemanfaatan energi baru terbarukan (biofuel), seperti minyak sawit menjadi bahan Biodiesel B30.

“Mereka memberikan gambaran tentang pengembangan industri kendaraan listrik. Adapun yang kami bahas, antara lain mengenai kebijakan pengembangan industri otomotif kedua negara. Selain itu, tren dan aktivitas penggunaan kendaraan listrik serta pengembangan baterai di dunia,” tutur Harjanto pada acara The 2nd Indonesia – Japan Automotive Dialogue di Bali, Jumat (13/12/2019).

“Kami juga mendapatkan input dari mereka khususnya untuk implementasi B30. Misalnya, mereka memberikan masukan tentang bagaimana mendapatkan fuel yang berkualitas lebih baik.” tambahnya.

Foto menunjukkan suasana acara The 2nd Indonesia – Japan Automotive Dialogue di Bali, Jumat (13/12/2019)

Kersajama dijalin Indonesia dengan stakeholder terkait pengembangan kendaraan bermotor listrik

Kedua belah pihak juga membicarakan terkait perkembangan investasi dan insentif untuk pengembangan industri kendaraan bermotor listrik. Hal ini penting mengingat Indonesia-Jepang telah lama menjadi mitra strategis dalam menjalin kerja sama ekonomi khususnya industri transportasi. Jepang menjadi investor terbesar dengan menjadikan Indonesia salah satu basis produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik hingga ekspor.

>>> Inilah Daftar Mobil Listrik Di Indonesia Yang Sudah Bisa Anda Miliki

Regulasi

Salah satu yang sedikit mengganjal dan tengah dinanti terkait program KBL di Indonesia yaitu regulasi teknis. Namun menurut pihak Kemenperin, pihaknya tengah menyusun regulasi turunan dari Perpres No.55 Tahun 2019 berupa 4 Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin). Poin pokoknya berisi roadmap industri kendaraan di dalam negeri serta fasilitasi produksi.

“Aturan tersebut antara lain terkait roadmap industri kendaraan di dalam negeri serta fasilitasi tentang skema CKD, IKD dan part by part,” tutur Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan, Kemenperin RI, Putu Juli Ardika di kesempatan yang sama.

Sebagai misal pemerintah menargetkan tahun 2022 Indonesia bisa memproduksi baterai untuk kendaraan listrik. Hal ini bertujuan mempercepat akselerasi produksi kendaraan listrik karena dengan begitu kebutuhan baterai bisa dipercepat dan tidak perlu impor. “Sudah banyak investor yang komitmen ingin memproduksinya, termasuk bahan bakunya. Untuk itu, kami akan mempercepat menyusun aturan-aturannya. Kami juga mendorong penggunaan kendaraan listrik untuk transportasi umum,” tandas Putu.

>>> Review Nissan Leaf 2019: Siap Jawab Tantangan Mobil Listrik Indonesia Tahun Depan

>>> Simak terus berita mobil terlengkap dan terupdate hanya di Cintamobil.com

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top