Menolak Putar Balik saat PPKM Darurat, Pemuda Ini Malah Ajak Debat Petugas

05/07/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Pemuda asal Semarang tujuan Surabaya menolak diputar balik petugas saat terjaring penyekatan PPKM Darurat. Bukannya menurut, malah ajak berdebat petugas.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat yang berlaku sejak 3 hingga 20 Juli mendatang. Dalam aturan ini mengatur banyak hal termasuk perjalanan untuk membatasi mobilitas masyarakat.

>>> Ini 8 Lokasi Titik Penyekatan PPKM Darurat di Kota Bogor

Ajak Petugas Berdebat

Meski berita PPKM Darurat ini sudah banyak diberitakan namun masih aja ada masyarakat yang masih berusaha keluar kota tanpa membawa persyaratan yang harus dibawa. Baru-baru ini sebuah video viral di Instagram Polantas Indonesia memperlihatkan seorang pengemudi asal Semarang tujuan Surabaya menolak diputar balik petugas karena tidak memiliki surat keterangan hasil swab negatif dan surat vaksinasi.

Gambar menunjukan Petugas

Petugas dalam video yang Polantas Indonesia tengah menghimbau pemuda yang menolak diputar balik

"Mas tidak bisa menunjukan hasil swab negatif, mas juga tidak bisa menunjukan sertifikasi sudah vaksinasi, karena sesuai dengan peraturan Pemerintah Pusat dan diperkuat keputusan Gubernur Jawa Timur maka yang tidak memiliki itu semua tidak diperkenankan masuk Surabaya." kata Petugas.

Alih-alih mengerti bahwa tidak bisa melanjutkan perjalanan. Pengemudi tersebut malah mengajak petugas berdebat dengan berkata bahwa ia merupakan anak kos. Namun sayangnya pemuda tersebut tidak bisa menunjukan surat keterangan tinggal baik itu dari RT maupun RW.

“Mas yang lainnya pun yang ngekos menunjukan surat keterangan kos dari RT dan RW. Kalau kamu tidak tahu berarti kamu kurang bersosialisasi. Kalau Anda mau rekam silahkan namun sesuai dengan ketentuan hukum Anda tidak boleh masuk Surabaya.” tutup petugas.

>>> Warga Jakarta Cuek PPKM Darurat! Hasilnya Kemacetan di Mana-mana

Keterangan yang Perlu Dibawa 

Sesuai dengan aturan terbaru dari Kementerian Perhubungan melalui Surat Edaran No. SE 43 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat pada Masa Pandemi Covid-19. Setiap orang yang melakukan perjalanan diwajibkan untuk memiliki kartu vaksin pertama serta surat keterangan hasil negatif Covid berlaku 2 x 24 jam untuk PCR dan 1 X 24 jam untuk rapid test antigen untuk perjalanan pulau Jawa dan Bali.

Gambar menunjukan Vaksin

Perlu membawa keterangan vaksin dan bebas Covid

Sedangkan untuk wilayah aglomerasi dan perjalanan rutin tidak diwajibkan membawa dua keterangan tersebut. Cukup membawa KTP maupun surat domisili.  Sebagai informasi tambahan bahwa wilayah aglomerasi merupakan wilayah kabupaten atau kota yang lokasinya berdekatan seperti Jakarta Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). 

>>> Trik Aman Mengemudi Mobil Besar di Masa PPKM Darurat

Rahmat menjadi jurnalis otomotif media daring sejak 2014 silam. Tercatat Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019 hingga saat ini. 

Lulusan jurusan Sastra Indonesia ini sejak awal kuliah memang bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sebelum berkiprah di media yang berfokus di Industri otomotif, Rahmat terlebih dulu menulis untuk sebuah majalah sebuah media lokal di Kota Tangerang Selatan.

Setelah setahun lamanya menulis untuk sebuah majalah lokal akhirnya ia berpindah menulis untuk sebuah media daring otomotif. Tepatnya di tahun 2014 ia mulai menulis berkaitan dengan industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri. 

Setelah lulus kuliah di tahun 2017 ia memutuskan untuk keluar dari dunia kewartawanan yang selama ini menghidupinya. Ia mencoba peruntungan dunia marketing mobil bekas. Tak lama berselang ia mencoba peruntungan bekerja di Cintamobil.com pada posisi yang sama. Tak lama setelah itu Rahmat dipindahkan ke tim redaksi Cintamobil.com

Orang bijak pernah berkata rumah bukan sebuah tempat, melainkan perasaan. Sejauh manapun Anda melangkah rumah adalah tempat untuk kembali. Kira-kira seperti itulah yang menggambarkan nasib Rahmat yang akhirnya bisa kembali ke dunia penulisan. 

 
back to top