Menolak Punah, Formula 1 Kenalkan Bahan Bakar 100% Ramah Lingkungan

08/10/2021

Pasar mobil

4 menit

Share this post:
Formula 1 sedang mengembangkan bahan bakar baru untuk mobil bermesin konvensional agar dapat menghasilkan performa tinggi namun mengeluarkan 0 karbon dioksida.

Memasuki tahun 2020, pabrikan otomotif sudah mulai gencar melakukan pengembangan mobil listrik. Di tahun selanjutnya, penjualan kendaraan tanpa emisi tersebut mencatatkan rekor penjualan secara global.

Dalam beberapa tahun ke depan, beberapa pabrikan pun sudah mulai beralih menjadi produsen mobil listrik 100%. Sedangkan yang lainnya mulai mengurangi line-up mobil dengan mesin penenggak bensin.

Melihat populasi mobil bermesin konvensional yang akan semakin sedikit ke depannya, Formula 1 sebagai ajang motorsport yang mengkonsumsi bahan bakar paling banyak pun mulai mengambil inisiasi agar 'kaum' mereka tidak punah. Hadirlah bahan bakar sintetis yang sedang mereka kembangkan saat ini.

Gambar Bahan Bakar F1

Saat ini, Formula 1 sedang mengembangkan bahan bakar yang 100% ramah lingkungan

>>> Bocoran Gaji 'Tukang Ganti Ban' di F1, Setahun Bisa Beli Ferrari!

Bahan Bakar Performa Tinggi dan 0 Emisi

Regulasi Formula 1 2022 mengharuskan mobil-mobil jet darat tersebut mengganti bahan bakar oktan tinggi mereka menjadi E10 yang menggunakan 10% ethanol. Pembakaran ethanol jauh lebih bersih dari bahan bakar fosil yang akan mengurangi emisi dan pastinya lebih ramah lingkungan.

Pada tahun 2025, F1 akan kembali bertransformasi dengan menggunakan mesin baru yang akan menenggak bahan bakar 100% berkelanjutan alias 0 emisi. Laboratorium Formula 1 menyebut bahwa bahan bakar tersebut akan dihasilkan dari berbagai sumber potensial.

Gambar Ganggang

Ganggang menjadi salah satu sumber potensial untuk bahan bakar berkelanjutan

Mereka mengatakan bahwa sumper tersebut bisa berasal dari limbah kota atau biomassa non-makanan seperti ganggang atau limbah pertanian. Tujuannya adalah agar bahan bakar baru itu dapat menyamai kepadatan energi bensin yang saat ini digunakan di F1.

Pembakaran bensin tersebut sebenarnya masih melepaskan karbon dioksida sebagai produk sampingan, tetapi versi bersih tak seperti mesin bensin yang digunakan oleh F1 dan mobil-mobil produksi massal hari ini.

"Kami tidak memproduksi CO2 yang belum ada di atmosfer saat ini; kami mengeluarkannya dari atmosfer, kami menggunakannya, dan kami menempatkannya di atmosfer. kembali ke atmosfer," ungkap Chief Technical Officer F1 Pat Symonds.

Penghematan Emisi Gas Rumah Kaca Lebih Dari 50%

Gambar F1 Overtake

Penggunaan bahan bakar ini tidak akan mengurangi performa mobil F1, sehingga ajang motorsport ini tetap menyajikan aksi yang menarik

Formula 1 berharap bahwa bahan bakar baru tersebut dapat mencapai penghematan emisi gars rumah kaca setidaknya hingga 65% dibandingkan dengan bensin tradisional.

Tak hanya untuk penggunaan motorsport (khususnya F1) saja, saat ini mereka juga sedang dalam diskusi dengan beberapa perusahaan bahan bakar untuk memproduksi bahan bakar sintetis tersebut untuk penggunaan umum secara luas.

Formula 1 memperkirakan bahwa hanya 8 persen dari 1,8 miliar mobil yang berada di jalan pada tahun 2030 akan sepenuhnya menggunakan listrik. Alih-alih melanjutkan dengan bensin yang tidak terbarukan, F1 ingin memimpin jalan menuju pembuatan mesin bakar konvensional yang berkelanjutan.

Bahan bakar "drop-in" yang dikembangkan F1 akan dapat digunakan di mesin konvensional manapun tanpa modifikasi khusus. Selain itu, mesin bakar juga akan terus digunakan di industri perjalanan udara dan laut.

Mereka melihat bahwa bahan bakar yang sedang dikembangkan dapat diaplikasikan ke dalam moda transportasi lain.

Gambar Porsche eFuel

Porsche sebagai pionir eFuel tertarik bergabung ke F1 untuk keberlangsungan mesin bakar konvensional

Dorongan untuk bahan bakar yang berkelanjutan juga dapat menyebabkan keterlibatan baru dari pabrikan otomotif besar. Rumor terakhir, Porsche dan Audi berpotensi untuk bergabung sebagai produsen mesin untuk musim 2025.

Porsche telah menyatakan minatnya pada bahan bakar sintetis untuk mobil jalan raya. Pada bulan Maret lalu, wakil presiden Porsche Motorsport, Fritz Enzinger mengatakan bshes Porsche akan mempertimbangkan untuk bergabung dengan Formula 1 jika mereka berkomitmen pada bahan bakar yang berkelanjutan.

Jika Porsche dan F1 bergabung dalam menciptakan bahan bakar yang berkelanjutan, mesin bakar konvensional mungkin akan menolak punah dengan masa depan yang cukup cerah.

>>> Perubahan Regulasi Pitstop F1 Mengakibatkan Kerugian Bagi Pebalap

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif di tahun 2017, Taufan mengisi berbagai posisi mulai dari reporter, test driver, dan host untuk salah satu portal berita otomotif nasional. Kini, Ia bergabung sebagai content writer di Cintamobil.com.

Taufan merupakan lulusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Lulus di tahun 2017, ia langsung mengejar passion dan ketertarikannya sebagai seorang jurnalis otomotif.

Tak butuh waktu lama, Taufan diterima bekerja di GridOto.com. GridOto.com merupakan kanal berita yang mengulas berbagai hal yang berkaitan dengan otomotif, dari mulai review dan test, berita dalam dan luar negeri, serta tips & trick sebagai panduan bagi para pengguna kendaraan bermotor.

Selama dua tahun bekerja di GridOto.com, Taufan diplot untuk menjadi jurnalis yang serba bisa. Dari mulai mengisi artikel news, tips & trick, test drive & review, menjadi host untuk kanal YouTube GridOto.com, hingga menjadi editor pengganti.

Mengunjungi berbagai pameran otomotif nasional dan internasional, menemui narasumber ATPM, dealer mobil bekas, hingga ke bengkel-bengkel spesialis sudah pernah ia jabani. Taufan pun kerap dipercaya menghadiri ajang media test drive untuk mencoba mobil-mobil baru. Dari LCGC seperti Datsun Go, hingga ke Supercar seperti McLaren 720S.

Di sela-sela pekerjaannya, Taufan adalah petrolhead tulen yang gemar mengoleksi mobil (baik dalam bentuk die cast atau mobil asli) dan mengikuti dunia motorsport roda empat. Hobi membacanya juga membuat Taufan memiliki pengetahuan yang cukup dalam terhadap sejarah dan perkembangan mobil di dunia.

Setelah dua tahun berkarya di GridOto.com, Taufan pun memutuskan untuk rehat di tahun 2019. Selama vakum menjadi jurnalis, ia sempat membuka bisnis detailing dan cuci mobil bersama dengan sahabatnya. Selama berbisnis, ia pun memperdalam pengetahuannya terhadap perawatan mobil.

Di tahun 2021, ia memutuskan untuk kembali ke industri yang ia cintai dengan bergabung di Cintamobil.com sebagai Content Writer. Anda akan banyak menemukan tulisan Taufan mengenai berita otomotif dalam dan luar negeri, tips & trick, ulasan teknis mengenai mobil, serta hal-hal yang berkaitan dengan dunia motorsport di website ini.

 
back to top