Mengintip Penjualan Mobil Mewah di Indonesia di Tengah Pandemi Corona

30/04/2020

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Mengintip Penjualan Mobil Mewah di Indonesia di Tengah Pandemi Corona
Penjualan mobil di Indonesia disebut-sebut telah mengalami penurunan imbas penyebaran corona. Namun apakah penjualan mobil mewah juga ikut terkena dampaknya?

Penjualan mobil di Indonesia ikut terganggu semenjak virus corona mulai menyebar luas. Setidaknya beberapa merek mobil Jepang sudah melaporkan hal tersebut. Tapi bagaimana dengan mobil mewah ya?

Seperti diketahui, pada pertengahan Maret pemerintah utamanya di Ibu Kota Jakarta mulai mengeluarkan imbauan agar masyarakat tetap berada di rumah saja. 

>>> Dengan Syarat Ini Kendaraan Masih Diizinkan Mudik

Penjualan Mobil Mewah Sedikit Menurun

Imbauan itu kemudian disertai dengan penghentian beragam aktivitas di luar rumah termasuk perkantoran seiring dengan angka penyebaran virus corona yang kian bertambah setiap harinya.

Dealer BMW

Dealer mobil BMW

Tak lama setelahnya keluar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta dan daerah lainnya yang membuat dealer-dealer mobil pun harus tutup melayani calon pembeli. 

Tentunya hal itu bisa saja memberikan pengaruh terhadap penjualan mobil terutama di segmen premium yang konsumennya memang dari kalangan tertentu. 

>>> Penjualan Mobil Jepang di Seluruh Dunia Terjun Bebas karena Corona

Mengutip data distribusi retail sales yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), baik sederet merek mobil mewah seperti Mercedes-Benz, BMW, Audi, Lexus, hingga MINI belum mengalami penurunan penjualan berarti. 

BMW misalnya pada Maret menjual 191 unit mobilnya ke tangan konsumen di Indonesia. Angka itu hanya turun tipis dari sebelumnya 200 unit pada Februari 2020. 

Demikian pula dengan Mercedes-Benz yang menjual mobil penumpang. Bila pada Februari Mercedes-Benz menjual 219 unit mobil kemudian pada Maret turun menjadi 202 unit. 

Penjualan Mercedes-Benz

Penjualan Mercedes-Benz pada Maret juga terlihat mengalami penurunan

>>> Mobil Barang Bawa Penumpang Saat Larangan Mudik, Sanksi Bisa Berlipat

Merek mobil asal Inggris yang kini berada di bawah naungan BMW Group yakni MINI juga mengalami penurunan penjualan meski tak drastis. MINI sepanjang bulan ketiga tahun 2020 menjual 50 unit atau turun 5 unit dari bulan sebelumnya. 

Volkswagen pun demikian. Pada Februari produsen berjuluk 'mobil rakyat' ini mampu menjual 114 unit, pada Maret jumlahnya turun cukup signifikan menjadi 48 unit saja. 

Sementara Audi, tercatat masih stagnan dengan hanya 1 unit laris di tangan konsumen Indonesia. Bila melihat penjualan Audi sejak Januari, memang mobil asal Jerman ini terbanyak hanya melego 3 unit saja. 

>>> Saat PSBB Truk Juga Dicek Untuk Memastikan Tidak Ada Penumpang Gelap

Pembeli Lexus Malah Meningkat

Peningkatan justru dicatatkan oleh Lexus. Merek mobil mewah di bawah naungan Toyota ini penjualannya justru naik. Pada Maret, Lexus mengirimkan 137 unit mobilnya ke garasi konsumen di Indonesia padahal pada Februari hanya 105 unit yang laku terjual. 

Penjualan Lexus

Mobil mewah Lexus justru mencatatkan peningkatan penjualan

Tampaknya penurunan penjualan mobil masih akan dialami oleh para pabrikan di bulan April ini. Pasalnya, banyak wilayah yang juga mulai menerapkan aturan PSBB. Gaikindo sendiri sudah merevisi target penjualan mobil pada tahun 2020 menjadi 600 ribu unit dari sebelumnya 1,05 juta unit. 

Tak cuma itu, permasalahan perekonomian juga tengah menghinggapi masyarakat Indonesia. Tentunya hal ini membuat banyak orang yang memilih untuk mengerem saat akan membeli sesuatu termasuk mobil mewah. 

>>> Berita mobil terbaru dan terlengkap ada di Cintamobil.com

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020. Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnal
 
back to top