Mengenal Ragam Istilah Pembatasan Aktivitas di Tengah Pandemi COVID-19

04/06/2020

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Mengenal Ragam Istilah Pembatasan Aktivitas di Tengah Pandemi COVID-19
Ada banyak istilah pembatasan aktivitas terkait pandemi virus Corona (COVID-19), seperti Work from Home (WFH) dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Apa saja yang lain?

Sudah lebih dari 3 bulan virus Corona (COVID-19) mewabah di tanah air memakan banyak korban jiwa. Selama itu pula beragam upaya dilakukan pemerintah untuk menekan angka penyebaran hingga titik terendah. Selain saran memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun, physical distancing (menjaga jarak) serta social distancing (menghindari kerumuman) sangat dianjurkan mengingat penyebaran virus lebih banyak dikarenakan kontak langsung dengan orang lain.

>>> Ini Durasi Aman Paling Disarankan Saat Mengemudi Jarak Jauh!

Banner Wuling ajak Work from Home

Wuling dukung kampanye work from home

Pembatasan aktivitas

Pemerintah menerapkan beragam kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat agar social ditancing bisa berjalan maksimal, termasuk pembatasan aktivitas berkendara menggunakan sarana transportasi. Ada sejumlah istilah pembatasan sejak pandemi virus Corona (COVID-19) mewabah di Indonesia.

1. Work From Home (WFH)

Istilah ini muncul pertengahan Maret 2020 saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah.

"Saatnya kita kerja dari rumah , belajar dari rumah , ibadah di rumah," kata Presiden dalam konferensi pers di Istana Bogor, Minggu (15/3/2020).

2. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

Foto menunjukkan rambu peringatan Pos pemeriksaan PSBB

PSBB paling banyak diberlakukan di wilayah Indonesia

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pertama kali diterapkan di Provinsi DKI Jakarta pada 10 April 2020 setelah mendapat SK dari Menteri Kesehatan Bernomor HK.01.07/MENKES/239/2020. Meski demikian, istilah PSBB sudah ada sejak 2018. PSBB digunakan sebagai bagian dari karantina kesehatan sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Ada 6 aktivitas yang dibatasi dalam PSBB, yaitu pembelajaran di sekolah dan/atau institusi pendidikan lainnya, bekerja di tempat kerja, kegiatan keagamaan di rumah ibadah, kegiatan di tempat atau fasilitas umum, kegiatan sosial dan budaya dan pergerakan orang dan barang menggunakan moda transportasi.

3. Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM)

Alih-alih menerapkan PSBB, pembatasan aktivitas di Kota Semarang diberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), yaitu sejak 27 April 2020. Secara garis besar isi pembatasannya sama dengan PSBB. Hanya saja ada beberapa hal yang dilonggarkan seperti masih beroperasinya ojek online membawa penumpang, hingga aktivitas ekonomi masyarakat seperti berjualan dan lain-lain.

>>> PKM Di Kota Semarang, Ojol Masih Boleh Narik Sampai Malam

Foto menunjukkan Penutupan jalan di Semarang

PKM diberlakukan di Semarang

PKM Kota Semarang diterapkan berdasarkan  Peraturan Walikota Nomor 28 tahun 2020, tentang Pedoman Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), dalam rangka percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Semarang.

Kota lain yang menerapkan kebijakan PKM diantaranya Kabupaten Brebes Jawa Tengah, Kota Denpasar Bali, Kota Ambon Maluku, dan Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan.

5. Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS)

Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS) diterapkan di Kota Depok menggantikan PSBB yang berakhir 4 Juni 2020. Sejumlah protokol kesehatan yang diterapkan antara lain prosedur keluar masuk, pemeriksaan "rapid test" atau Polymerase Chain Reaction (PCR), pemantauan kasus, hingga penyisiran isolasi mandiri dengan melibatkan Satgas Kampung Siaga, RT, RW, dan sukarelawan.

6. Pembatasan Sosial Berskala Lokal (PSBL)

Istilah berikutnya yaitu Pembatasan Sosial Berskala Lokal (PSBL) yang diterapkan Provinsi DKI Jakarta, menggantikan PSBB yang berakhir 4 Juni 2020. Berbeda dengan PSBB, PSBL hanya mengkarantina wilayah RW berstatus zona merah karena tingkat percepatan penularan yang masih tinggi.

>>> Sambut Era New Normal, Pertamina Sarankan Bayar BBM Non Tunai

Foto menunjukkan Lalu lintas DKI Jakarta saat lengang

Jelang new normal, Pemprov DKI berlakukan PSBL

7. Lock Down

Lockdown mengharuskan wilayah menutup akses keluar masuk secara penuh baik jalur darat, laut hingga udara. Pembatasan aktivitas juga dilakukan secara menyeluruh dan total dari kegiatan ekonomi, sosial, pendidikan, hingga keagamaan. Pemerintah Indonesia lebih memilih PSBB dibanding kebijakan ini dikarenakan beragam pertimbangan. Meski demikian, sebagian kalangan tetap mengusulkan kebijakan lockdown ini agar pandemi COVID-19 bisa lebih cepat ditangani.

8. New Normal

Ini yang tengah diupayakan berbagai wilayah mengingat ada persyaratan ketat, seperti angka R-naught di wilayah pandemi harus di bawah 1, kurva status COVID-19 menurun, tersedia sarana dan prasarana pendukung, dan tersedia SDM yang memadai. Pembatasan aktivitas di fase normal lebih longgar lagi, hanya protokol kesehatan yang harus terus dipatuhi seperti menjaga jarak aman dan memakai masker.

>>> Berita otomotif terbaru dan terlengkap ada di Cintamobil.com

Share this post:
Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top