Menerka Kebijakan Mobil LCGC Jilid 2

14/03/2019

Pasar mobil
Share this post:
Menerka Kebijakan Mobil LCGC Jilid 2
Low Cost Green Car (LCGC) atau yang sering dikenal Kendaraan Bermotor Hemat Bahan Bakar dan Harga Terjangkau (KBH2) sudah dicanangkan sejak tahun 2013 silam. Nah, dalam waktu dekat ini dikabarkan akan ada mobil LCGC jilid 2.

Kehadiran LCGC pertama kali terbilang cukup kontroversial di tahun 2013. Hambatan-hambatan seperti harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang kian meningkat kala itu hingga memikirkan bagaimana sudut pandang di berbagai pihak industri otomotif lainnya.

Terlepas dari itu, LCGC tetap berjalan dan akhirnya memunculkan segmen baru dalam dunia mobil. Konsumen di kelas menengah ke bawah dapat memiliki sebuah mobil yang bukan saja murah tapi juga irit bahan bakar.

Kebijakan mobil LCGC Jilid 1

Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 33 Tahun 2013 yang mengatur segala hal tentang mobil LCGC jilid pertama. Dalam aturan tersebut terpampang jelas segala hal terkait mobil LCGC seperti spesifikasi kendaraan, manufaktur transmisi, batas harga jual hingga manufaktur komponen tertentu. Untuk jelasnya, bisa disimak di bawah ini:

  • Kapasitas mesin 980 cc hingga 1.200 cc
  • Konsumsi bahan bakar minyak paling sedikit menyentuh 20 Km/Liter
  • Harus memenuhi spesifikasi Research Octane Number (RON) 92 untuk bensin dan Cetane Number (CN) 51 untuk diesel
  • Ketentuan khusus untuk Ground Clearance dan radius putar
  • Tambahan merek, logo dan model yang mencerminkan Indonesia
  • Batas harga jual paling tinggi Rp. 95 juta berdasarkan lokasi Agen Pemegang Merek

Mengingat harga mobil LCGC yang kini kian meningkat hingga kisaran Rp. 150 jutaan juga diterangkan dalam aturan tersebut. Dijelaskan bahwa penetapan harga akan disesuaikan dengan perubahan pada indikator ekonomi meliputi besaran inflasi, kurs Rupiah dan harga bahan baku.

>>> Baca juga: Maksimalkan Usaha Melancarkan Pasokan BBM, 10 SPBU Palu Buka 24 Jam

Toyota Calya merupakan salah satu mobil LCGC dengan kapasitas 7-Seaters

Salah satu produk LCGC jilid pertama adalah Toyota Calya

Kebijakan mobil LCGC Jilid 2

Menteri Perindustrian yakni Airlangga Hartarto mengatakan “LCGC jilid dua, Hybrid Electric. Jadi, kita tunggu insentifnya.”  Adapun Putu Juli Ardika selaku Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian juga menambahkan bahwa teknologi transmisi diprediksi akan mengalami perubahan.

>>> Tertarik untuk memiliki salah satunya? Klik di sini untuk mengetahui informasi harga Toyota Calya terbaru

Putu Juli Ardika juga memprediksi adanya perubahan komponen pada industri mobil dalam rangka mencapai target LCGC Jilid dua

Putu Juli Ardika juga ikut berupaya dalam merancang LCGC jilid dua

Hal ini disebabkan karena mobil LCGC jilid dua harus bersinergi dengan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Dalam Draft tersebut, LCGC harus memenuhi syarat penting yakni:

  • Batas emisi gas CO2 100 gram/Km
  • Konsumsi bahan bakar menyentuh 23 Km/Liter

Dalam rangka memenuhi persyaratan tersebut, akan ada beberapa komponen yang harus disesuaikan dan bisa jadi salah satunya masalah transmisi. Namun sayangnya, jadwal perilisan harmonisasi PPnBM belum bisa dipastikan dan diprediksi akan keluar tahun ini.

>>> Dapatkan berita pasar mobil terlengkap hanya di Cintamobil.com

Menariknya lagi, regulasi LCGC jilid dua akan terbit bersamaan dengan pengumuman PPnBM. Nantinya, harmonisasi tersebut akan masuk dalam skema Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) atau yang lebih dikenal pajak kendaraan berdasarkan emisi.

Dari pernyataan di atas, perihal transmisi serta mobil bermesin Hybrid Electric akan menjadi salah satu petunjuk bagaimana sosok mobil LCGC jilid dua di beberapa tahun mendatang. Memang tak dipungkiri, sektor LCGC menjadi sosok primadona terbaru di kalangan masyarakat Tanah Air. Dari tahun 2018 saja, mobil-mobil LCGC mampu mencatatkan penjualan sebesar 230.444 unit.

>>> Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti informasi selengkapnya hanya di situs Cintamobil.com

Share this post:
 
back to top