Menelaah Lebih Dalam Biodiesel B20-B100 Pada Debat Calon Presiden 2019

20/02/2019

Pasar mobil
Share this post:
Menelaah Lebih Dalam Biodiesel B20-B100 Pada Debat Calon Presiden 2019
Debat Calon Presiden (Capres) pada tanggal 17 Februari 2019 lalu, membawa sebuah topik menarik tentang Biodiesel. Prabowo Subianto menyinggung sebuah isu terkait Biodiesel 20 dan kemudian direspon oleh Jokowi yang hendak meningkatkan Biodiesel hingga ke level 100. Hal ini tentu saja membuat sekelumit pertanyaan, “Bagaimanakah perkembangan Biodiesel sebenarnya di Indonesia?”

Apa itu Biodiesel?

Biodiesel adalah bahan bakar nabati (BBN) yang menjadi salah satu alternatif pengganti dari bahan bakar konvensional (fosil). Biodiesel sendiri bisa didapatkan dari minyak nabati, tumbuh-tumbuhan seperti kelapa, kelapa sawit, kacang tanah, kemiri dan sebagainya. Di Indonesia, Biodiesel bergantung pada Crude Palm Oil (CPO) alias minyak sawit. Dari pernyataan Presiden Jokowi dalam debat Capres jilid dua, produksi kelapa sawit sudah mencapai 46 juta ton per tahun yang nantinya 30% dari produksi tersebut akan digunakan untuk Biodiesel.

Biodiesel menjadi jawaban atas isu energi bahan bakar fosil

Biodiesel digunakan untuk mengurangi emisi gas karbon pada kendaraan

>>> Ketahui mobil-mobil baru yang baru dirilis di Indonesia dengan klik link ini

Perkembangan Biodiesel Di Indonesia

Tak dipungkiri, hingga saat ini Indonesia masih bergantung kuat pada bahan bakar fosil. Kebutuhan masyarakat akan bahan bakar minyak (BBM) semakin meningkat dan produksi minyak mentah dalam negeri terus turun. Demi memenuhi kebutuhan BBM masyarakat, akhirnya impor BBM menjadi solusi yang sekaligus meningkatkan anggaran.

Supaya tidak bergantung pada minyak bumi serta memenuhi syarat lingkungan global, dibutuhkan pengembangan bahan bakar alternatif ramah lingkungan sebagai pengganti bahan bakar fosil. Pemanfaatan minyak nabati adalah solusi dari isu pelik ini yang nantinya diolah menjadi Biodiesel.

Sejak tahun 2006, Pemerintah Indonesia sudah mengeluarkan Kebijakan Mandatori Biodiesel meliputi Blending 15 persen (B15) di tahun 2014 dan dicanangkan akan mencapai angka 30 persen (B30) pada tahun 2025. Mandatori Pemanfaatan BBN nyatanya memberikan dampak positif khususnya dalam menciptakan pasar BBN yang cenderung bertumbuh signifikan dari 2009 hingga tahun 2014. Bahkan, kebijakan tersebut berhasil mengurangi biaya impor BBM dan menghemat devisa hingga 831 juta USD.

  • B20

Kebijakan paling baru tentang Biodiesel B20 dicanangkan tahun lalu tepatnya pada tanggal 1 September 2018.  Hal ini tertuang dalam revisi Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2015 yang mana menjelaskan bahwa pelaku usaha diwajibkan untuk menggunakan B20. Selain karena untuk memenuhi aturan lingkungan hidup global, hal ini juga dicanangkan dengan maksud menghemat devisa negara dalam mengimpor solar serta meningkatkan konsumsi minyak kelapa sawit dalam negeri.

>>> Baca juga: PT Total Oil Indonesia Luncurkan Oli Untuk Mesin Mobil LCGC

Minyak nabati nantinya akan melewati berbagai proses layaknya ekstraksi dan transesterifikasi. Hasil dari proses tersebut dinamai Metil Ester atau dikenal sebagai Biodiesel. Selanjutnya, Biodiesel akan dicampur dengan bahan bakar solar. Hasilnya akan disebut B5, B10 ataupun B20, tergantung berapa persen komponen minyak nabati yang ada pada campuran tersebut. Jika diibaratkan dalam 1 liter B20 akan terdapat minyak nabati sebanyak 200 mililiter dan 800 mililiter adalah solar.

  • Bisakah Indonesia Mencapai B100?

Lantas bagaimana dengan B100 yang dicanangkan oleh Jokowi? B100 adalah bahan bakar yang sepenuhnya berasal dari nabati dan tidak ada minyak fosil. Bisa diasumsikan bahwa jika produksi minyak nabati dalam negeri bisa meningkat pesat dan kiranya bisa memasok kebutuhan BBM masyarakat akan B100, maka kebijakan ini bisa dijalankan ke depannya.

Debat Capres 2019 antara Presiden Jokowi dan Prabowo

Suasana debat Capres 2019

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, menuturkan bahwa pengunaan minyak nabati sebagai bahan bakar bukan saja terpaku pada kelapa sawit saja namun juga ampas tebu ataupun tanaman Kaliandra. Ia juga menambahkan bahwa B100 bisa diaplikasikan dalam kurun waktu 3 tahun.

Namun perlu menjadi catatan bahwa kebijakan B100 dibutuhkan kesinergian di semua pihak baik pemerintah maupun industri otomotif. Pasalnya, B100 membutuhkan teknologi mesin memadai. Hal ini dikarenakan mesin kendaraan bermotor di Indonesia banyak yang masih mendukung hingga B10 saja.

>>> Anda punya rencana untuk membeli mobil baru? Coba simak harga mobil terjangkau berikut ini

Capaian Indonesia Terkait Biodiesel

Pada tahun 2006, Indonesia sudah berhasil memproduksi Biodiesel sebesar 44 ribu ton. Pasca 10 tahun, proses produksi Biodiesel terbilang meningkat hingga 2,5 juta ton yang notabene melampaui China. Dari pertumbuhan Biodiesel dunia, rata-rata setiap negara hanya mengalami peningkatan sebesar 14,1 persen per tahun. Adapun Indonesia memiliki angka pertumbuhan sebesar 65,40 persen setiap tahunnya berada di atas negara India (12,70 persen), China (14,60 persen), Thailand (39,90 persen) dan Korea Selatan (45,40 persen). Tak heran apabila Indonesia mulai diperhitungkan sebagai pasar Biodiesel di masa depan.

Apa alasan Indonesia bisa mencapai hasil yang memuaskan di atas? Jawabannya adalah karena Indonesia memiliki potensi sumber energi terbaharukan dalam jumlah yang sangat besar. Kelapa sawit, kelapa, jarak dan tumbuhan lainnya yang mengandung minyak nabati sangat mudah diperoleh di Indonesia. Hal ini yang nyatanya sukses dilirik oleh pemerintah Indonesia sejak tahun 2006 sebagai salah satu potensi mengesankan di masa depan.

>>> Simak terus berita otomotif terupdate hanya di situs Cintamobil.com

Share this post:

Berita lain

Jaguar Land Rover Sambut Baik Kebijakan Pajak Emisi

15/02/2019

Pasar mobil

PT. Wahana Auto Ekamarga selaku Agen Pemegang Merek (APM) Jaguar Land Rover (JRL) Indonesia, menyambut baik keputusan pemerintah tentang kebijakan pajak terhadap emisi gas buang.

Lihat juga

Peduli Kualitas Udara Bali, Auto2000 Adakan Uji Emisi Kendaraan Gratis

11/01/2019

Event - Promosi

Bersama Pertamina, diler Auto2000 di kawasan Bali memberikan uji emisi gratis kepada konsumen Toyota di kota Bali

Lihat juga

Auto2000 Siap Mencanangkan Program Standar Uji Emisi Euro4

30/08/2018

Pasar mobil

Mulai bulan September 2018 nanti seluruh model mobil yang dijual di Indonesia sudah harus lulus standar uji emisi Euro4 yang mengacu pada standar gas buang kendaraan bermotor di Eropa.

Lihat juga

Pajak Barang Mewah Tidak Lagi Lihat Desain, Tapi Emisi Buang

10/08/2018

Pasar mobil

Kementerian Perindustrian akan menerapkan peraturan baru mengenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), atau pajak barang mewah, tidak lagi berdasarkan desain, tapi kadar emisi gas buang.

Lihat juga

Jelang Standar Emisi Euro4, Produsen Disarankan Mulai Stop Bikin Mobil Euro2

24/07/2018

Pasar mobil

Mulai September 2018 mendatang semua produk mobil baru bermesin bensin harus memenuhi standar emisi Euro4. Secara otomatis, bahan bakar yang digunakan juga harus memenuhi standar tersebut.

Lihat juga