Memaki-maki Polisi karena Ogah Diputar Balik Berujung Permintaan Maaf

18/05/2021

Pasar mobil

3 menit

Masyarakat harusnya siap dengan risiko diputar balik saat ada larangan mudik. Tapi kenyataannya tak sedikit yang justru memaki polisi dan meminta maaf.

Larangan mudik bagi seluruh lapisan masyarakat pada 6-17 Mei 2021 nyatanya masih dihiraukan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Kalau diperhatikan, masih banyak masyarakat yang nekat pulang ke kampung halaman meskipun larangan mudik sudah digaungkan dari jauh-jauh hari. 

Mereka yang kedapatan mudik pun seharusnya sudah tahu risiko akan diputar balik kembali ke rumah masing-masing sekaligus mengubur keinginannya pulang kampung. Namun pada praktiknya di lapangan yang terjadi justru berbeda. Banyak yang tak terima saat diputar balik dan memberi makian berupa kata-kata kasar kepada pihak kepolisian. 

>>> Catat! Berpergian di Wilayah Jabodetabek Tak Perlu Pakai Surat Izin

Tak Terima Diputar Balik Malah Memaki Petugas

memaki petugas saat larangan mudik

Tak terima saat diminta putar balik wanita ini geram

Misalnya yang terjadi di perbatasan Bogor dan Sukabumi pada akhir pekan kemarin. Pengendara dan penumpang Honda Mobilio kompak memaki polisi dengan perkataan tidak pantas. Mereka pun mengaku berasal dari keluarga polisi. Setelah diciduk, seorang ibu berkacamata itu pun akhirnya meminta maaf dan mengaku berbuat khilaf saat berkata kasar. 

Lain cerita dengan pengendara Toyota yang menuju ke Anyer. Tak terima diminta putar balik di pos penyekatan JLS Ciwandan, Kota Cilegon dan ditegur tidak mengenakan masker tampak wanita di dalam mobil mengeluarkan amarahnya dengan berkata kasar. 

Ia bahkan sempat melempar ponselnya ke dasbor mobil karena kesal sembari mengungkap bahwa tujuan perjalanannya bukan untuk mudik melainkan menjenguk sanak saudara yang sakit. Namun ia tak bisa menunjukan bukti sekaligus persyaratan perjalanan yang diminta. Ketika diamankan polisi, baik si pengendara maupun penumpang menyesali perbuatannya dan meminta maaf. 

Kalau diperhatikan, polanya sama. Tak terima diputar balik petugas, kemudian viral, lalu berujung pada permintaan maaf. Tapi apakah hal itu membuat masyarakat kapok? Jawabannya belum tentu. Buktinya hal-hal semacam itu masih terulang di kemudian hari. 

>>> Simak Penjelasan Jokowi Soal Larangan Mudik Lebaran Tahun 2021 

Melawan Petugas Ada Sanksinya

memaki petugas saat larangan mudik

Amarah yang berujung permintaan maaf

Padahal, aksi melawan petugas itu harusnya tak terjadi bila mereka mengetahui ada sanksi di belakangnya. Terlebih dengan adanya larangan mudik ini, masyarakat harusnya sudah bisa maklum kalau sewaktu-waktu bisa diputar balik oleh petugas. 

Sekadar informasi, bagi masyarakat yang melawan petugas bisa dikenakan Pasal 212 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 1 tahun 4 bulan atau denda paling banyak Rp 4.500. 

"Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah, atau orang yang menurut kewajiban undang-undang atau atas permintaan pejabat memberi pertolongan kepadanya, diancam karena melawan pejabat, dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak Rp 4.500," bunyi pasal tersebut. 

Sanksi itu tampaknya tak dikenakan kepada mereka yang memaki-maki petugas di lapangan sepanjang larangan mudik berlaku. Pasalnya, pihak kepolisian telah berjanji untuk bertindak lebih humanis dalam menghadapi masyarakat di tengah larangan mudik ini. 

>>> 333 Titik Penyekatan dari Lampung-Bali Disiapkan untuk Cegat Masyarakat Mudik

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor. Roles Sebagai Editor di Cintamobil.com, Dina berperan menulis sekaligus mengedit tulisan agar lebih enak untuk dibaca dan juga mengontrol pemberitaan yang lebih layak. Di samping itu, tetap memantau pergerakan berita di industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri. Specialities Memantau pergerakan berita di industri otomotif sekaligus menulisnya dengan cepat Mengedit berita Experience - GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019 - IIMS 2017, 2018, 2019 - IMOS 2016, 2018 - Geneva International Motor Show 2017 - Tokyo Auto Salon 2019

 
back to top