Mazda Tunda Luncurkan Mesin Rotary Range Extender MX-30, Ada Apa?

14/07/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Mazda menunda peluncuran mesin rotary range extender yang akan digunakan oleh MX-30. Penggemar mesin wankel yang menunggu kembalinya rotary Mazda harus kecewa.

Akhir-akhir ini, pengembangan teknologi mesin Mazda banyak mengalami kendala. Perjuangan mesin turbodiesel Skyactiv-D yang diperjuangkan melalui proses sertifikasi emisi yang panjang dan menyiksa pada akhirnya berujung kinerja buruk.

Mesin pengapian kompresi berbantuan percikan busi Skyactiv-X yang menarik dari Mazda juga tidak bisa diimpor ke pasar terbesarnya, Amerika Serikat. Kini, kemungkinan akan kembalinya mesin rotary Mazda yang legendaris dengan pembaharuan modern pun semakin tak menentu.

Awalnya Direncanakan Pada 2022

Mesin rotary tersebut rencananya akan digunakan sebagai range extender untuk Mazda MX-30 yang dijadwalkan untuk hadir di 2022 mendatang. Kini, salah satu juru bicara Mazda di Jepang menyebut bahwa tanggal untuk memperkenalkan mesin tersebut bahkan tak bisa ditentukan.

>>> Sedan Beringas dari Korea Selatan Hyundai Elantra N 2022 Meluncur

Gambar Mazda MX-30

MX-30 akan jadi mobil listrik pertama dari Mazda

"Kami masih mempertimbangkan menggunakan mesin rotary sebagai range extender, tetapi waktu perkenalannya masih belum diputuskan," ucap Masahiro Sakata, juru bicara Mazda.

Bahkan, di balik pernyataan ambigu tersebut ada berita yang lebih buruk. Salah satu surat kabar di Jepang melaporkan bahwa program range extender tersebut  telah resmi dibatalkan. Ketidakpastian dari pengembangan mesin range extender ini kabarnya harus ditunda karena membutuhkan baterai dan biaya yang lebih besar.

Jika memang benar bahwa mesin tersebut efektif dibatalkan dalam waktu dekat, itu akan menjadi pukulan bagi para penggemar yang sangat menantikan kembalinya konfigurasi mesin yang memiliki sejarah panjang di Mazda.

Gambar Mazda Cosmo

Mazda Cosmo, sports car pertama bermesin rotary

Rotary memang dikembangkan di Jerman, namun tidak bisa diaplikasikan dengan efektif karena permasalahan teething yang menganggu. Mazda melisensi teknologi tersebut dan dengan kecerdikan dan banyak usaha, memecahkan masalah mesin tersebut dan memperkenalkan rotary di tahun 1967 dengan Mazda Cosmo Sport 110S.

>>> Koleksi Mobil Bintang Film Space Jam, LeBron James

Fitur Penting Bagi MX-30

Yang menjadi masalah utama bagi Mazda adalah, fitur ini sangat penting bagi perkembangan elektrifikasi perusahaan pada mobil listrik Mazda MX-30. Mesin rotary tersebut akan membantu menghilangkan kecemasan jarak tempuh bagi calon pemilik Mazda MX-30.

Gambar Mazda MX-30

Tanpa range extender, jarak tempuh MX-30 terlalu rendah dibanding para rival

Pasalnya, SUV listrik ini hanya dibekali baterai Lithium-ion berkapasitas 35,5 kWh. Baterai tersebut menyalurkan listrik ke motor elektrik bertenaga 143 HP.  Jarak tempuh WLTP (Worldwide Harmonised Light Vehicle Test Procedure) dari Mazda MX-30 hanya diklaim sejauh 200 kilometer.

Jarak tempuh 200 kilometer dari mobil ini tentu saja tidak bisa digunakan untuk bersaing rival-rivalnya, sebut saja Tesla Model X yang memiliki jarak tempuh hingga 470 km. Dengan adanya range extender, maka Mazda MX-30 dapat menempuh jarak lebih jauh dan bisa lebih bersaing dengan mobil listrik dari pabrikan lain.

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif di tahun 2017, Taufan mengisi berbagai posisi mulai dari reporter, test driver, dan host untuk salah satu portal berita otomotif nasional. Kini, Ia bergabung sebagai content writer di Cintamobil.com.

Taufan merupakan lulusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Lulus di tahun 2017, ia langsung mengejar passion dan ketertarikannya sebagai seorang jurnalis otomotif.

Tak butuh waktu lama, Taufan diterima bekerja di GridOto.com. GridOto.com merupakan kanal berita yang mengulas berbagai hal yang berkaitan dengan otomotif, dari mulai review dan test, berita dalam dan luar negeri, serta tips & trick sebagai panduan bagi para pengguna kendaraan bermotor.

Selama dua tahun bekerja di GridOto.com, Taufan diplot untuk menjadi jurnalis yang serba bisa. Dari mulai mengisi artikel news, tips & trick, test drive & review, menjadi host untuk kanal YouTube GridOto.com, hingga menjadi editor pengganti.

Mengunjungi berbagai pameran otomotif nasional dan internasional, menemui narasumber ATPM, dealer mobil bekas, hingga ke bengkel-bengkel spesialis sudah pernah ia jabani. Taufan pun kerap dipercaya menghadiri ajang media test drive untuk mencoba mobil-mobil baru. Dari LCGC seperti Datsun Go, hingga ke Supercar seperti McLaren 720S.

Di sela-sela pekerjaannya, Taufan adalah petrolhead tulen yang gemar mengoleksi mobil (baik dalam bentuk die cast atau mobil asli) dan mengikuti dunia motorsport roda empat. Hobi membacanya juga membuat Taufan memiliki pengetahuan yang cukup dalam terhadap sejarah dan perkembangan mobil di dunia.

Setelah dua tahun berkarya di GridOto.com, Taufan pun memutuskan untuk rehat di tahun 2019. Selama vakum menjadi jurnalis, ia sempat membuka bisnis detailing dan cuci mobil bersama dengan sahabatnya. Selama berbisnis, ia pun memperdalam pengetahuannya terhadap perawatan mobil.

Di tahun 2021, ia memutuskan untuk kembali ke industri yang ia cintai dengan bergabung di Cintamobil.com sebagai Content Writer. Anda akan banyak menemukan tulisan Taufan mengenai berita otomotif dalam dan luar negeri, tips & trick, ulasan teknis mengenai mobil, serta hal-hal yang berkaitan dengan dunia motorsport di website ini.

 
back to top