Mau Pindah Ibu Kota Baru? Jangan Coba-Coba Beli Mobil Konvensional, Ini Alasannya

17/01/2020

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Mau Pindah Ibu Kota Baru? Jangan Coba-Coba Beli Mobil Konvensional, Ini Alasannya
Baru-baru ini Presiden Republik Indonesia Ir. H Joko Widodo mengumumkan bahwa ibu kota baru hanya boleh dilewati oleh mobil non konvensional, ini alasannya

Kemarin pada hari Kamis (16/1) Presiden Republik Indonesia Ir. H Joko Widodo melakukan larangan terhadap mobil konvensional dengan mesin pembakaran dalam (internal combustion engine) untuk masuk ke wilayah ibu kota baru yang terletak di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Hal ini dilakukan untuk mendukung kegiatan pemerintah untuk menciptakan ibu kota anyar yang modern, hijau, dan juga bebas polusi.

Gambar menunjukkan salah satu maket ibu kota baru yang difoto oleh wartawan CNN Indonesia

Salah satu maket contoh ibu kota baru yang difoto oleh Yuliyanna Fauzi

"Gambaran kurang lebih ibu kota baru seperti apa. Sangat hijau. Green city, smart city, compact, autonomous, karena yang kita gunakan electronic autonomous vehicle. Selain itu enggak boleh," ujar Jokowi sapaan akrab Presiden Joko Widodo pada saat berada di Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2020 lalu. Tentunya ini sejalan dengan keinginan pemerintah untuk mewujudkan ibu kota baru dengan semangat ramah lingkungan dan berbasis transportasi otonom.

Gambar menunjukkan mobil BYTON M-BYTE 2021

Hanya mobil listrik yang boleh melintasi ibu kota baru

Ini merupakan kabar gembira bagi Anda yang suka dengan mobil listrik dan juga pabrikan-pabrikan mobil lain di dunia yang menciptakan mobil listrik. Seperti yang diketahui mobil bertenaga listrik memang mempunyai beragam kelebihan bila dibandingkan dengan mobil dengan sistem pembakaran dalam alias mesin mobil konvensional berbahan bakar fossil.

Gambar menunjukkan mekanisme mobil bertenaga listriik

Mobil listrik memiliki beragam keunggulan bila dibandingkan dengan mobil bertenaga mesin internal combustion

Secara umum electric drive motor atau motor listrik mampu mencapai torque maksimumnya sesaat mulai berputar alias nol rpm. Motor listrik tidak perlu fase start-up untuk mencapai putaran idle. Ketika motor mencapai angka rpm tertentu, maka torque akan turun seiring dengan penambahan kecepatan putaran. Kecepatan putaran motor ini kira-kira mencapai 14.000 rpm. Karakteristik electric drive itu membuat mobil listrik tidak membutuhkan mekanisme transmisi yang rumit.

Gambar menunjukkan baterai konvensional

Pada mobil listrik, daya tahan baterai akan menjadi isu utama

Oke, mobil listrik memang canggih, dan di masa depan mobil listrik akan menjadi primadona, namun bukan berarti mobil listrik tidak ada masalah sama sekali saat ini. Kami pernah merangkum 4 kekurangan mobil listrik ketika digunakan saat ini. Diantaranya adalah jarak tempuh yang masih terbatas, pengisian high voltage battery tanpa fast charging butuh waktu lama, jaringan pengisian baterai yang masih jarang dan tempat untuk melakukan pengisian daya baterai tidak banyak.

>>> Tertarik membeli mobil listrik, Cek koleksi dan harganya di sini!

Gambar menunjukkan mesin diesel modern 2GD-FTV

Mesin konvensional membutuhkan transmisi dan banyak part bergerak untuk mentransfer tenaga

Sedangkan internal combustion engine atau mesin bakar konvensional membutuhkan putaran mesin tertentu guna menghasilkan torque. Torque yang tersedia akan meningkat seiring dengan bertambahnya putaran mesin. Oleh karena karakteristik internal combustion engine seperti ini membutuhkan mekanisme transmisi dengan beberapa gear ratio guna menyalurkan tenaganya. Torque tersebut kemudian diteruskan ke transmisi melalui kopling atau clutch converter.

>>> Berita otomotif terbaru dan terlengkap ada di Cintamobil.com

Share this post:
Penulis
Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif pada 2014, setahun kemudian Arfian menjadi test driver di sebuah tabloid otomotif. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2018, Ia menjadi salah satu andalan Cintamobil dalam menguji mobil baru di Indonesia

Berita lain

Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Diresmikan, Ibu Kota Baru Punya Tol Pertama

19/12/2019

Pasar mobil

3 menit

Presiden Joko Widodo meresmikan jalan Tol Balikpapan-Samarinda Seksi 2, 3 dan 4 sepanjang 58,47 Km sebagai jalan tol pertama di ibu kota baru Indonesia.

Lihat juga

Dilema Baru di Ibu Kota: Naik Mobil atau MRT Jakarta?

08/03/2019

Pasar mobil

Naik mobil atau MRT Jakarta? Kebimbangan tersebut mungkin akan muncul di benak pemilik mobil pribadi yang sehari-hari beraktivitas di Ibu Kota. Wajar, karena kehadiran MRT bisa dinilai sebagai pilihan baru transportasi untuk berkomuter.

Lihat juga

Peraturan Ganjil-Genap Jalanan Ibu Kota Diresmikan, Apa Efeknya?

04/01/2019

Pasar mobil

Seperti yang kami sudah beritakan sebelumnya, bahwa peraturan ganjil genap di jalanan ibu kota sudah diresmikan melalui peraturan gubernur. Lalu apa efeknya?

Lihat juga

Konsumen Kalimantan Pilih Membeli Mobil Bekas ke Ibu Kota, Kenapa?

22/12/2018

Pasar mobil

10 menit

Biasanya, pembeli mobil bekas memilih mobil yang dijual di daerah mereka sendiri. Anehnya, penduduk Kalimantan lebih memilih membeli mobil bekas di daerah lain dibandingkan daerah mereka sendiri. Kenapa ya?

Lihat juga

Siap -siap Ibu Kota Kedatangan Ribuan Mobil Baru

15/05/2017

Pasar mobil

Penjualan mobil semakin meningkat yang berjalan lurus dengan potensi kepadatan lalu lintas. Hal ini terjadi ke seluruh pelosok Tanah Air, khususnya Ibu Kota, Jakarta. Jadi, Jakarta lagi siap-siap kedatangan ribuan mobil baru.

Lihat juga