Ini Keuntungan Sistem MLFF yang Bisa Bikin Masuk Tol Tanpa Antre

13/09/2021

Pasar mobil

2 menit

Share this post:
Diberlakukan mulai September 2022 mendatang, sistem pembayaran tol tanpa sentuh memberikan kemudahan untuk menghindari antrean ketika Anda akan masuk tol.

Mulai diperkenalkan pada awal 2021 mendatang, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyebutkan bahwa sistem pembayaran tol non tunai berbasis Multi Lane Free Flow (MLFF) akan diberlakukan mulai September 2022. Fitur baru ini diharapkan akan memberikan kemudahan bagi pengendara yang ingin masuk tol tanpa perlu antre lagi.

Mulai September 2022

Dijelaskan dalam keterangan tertulisnya beberapa waktu lalu, Danang Parikesit selaku Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan bahwa pengguna mobil tidak perlu lagi melakukan taping uang elektronik untuk masuk tol.

taping masuk tol yang sedang dibersihkan
Gerbang tol saat ini masih menggunakan taping uang elektronik

>>> 5 Gerbang Tol Kota Bandung Berlakukan Ganjil Genap Tiap Akhir Pekan

Perubahan dari sistem taping hingga pembayaran tanpa sentuh ini merupakan bagian dari transisi ke era industri digital 4.0. Pengembangan sedang dilakukan dengan harapan bahwa sistem ini bisa digunakan mulai September 2022 mentang.

"Implementasi Multi Lane Free Flow (MLFF) akan dilakukan secara bertahap mulai September 2022 dan penuh di 2023 dengan berbagai manfaat yang akan kita ukur terus menerus,” ungkap Danang, Minggu (12/9/2021).

"Implementasi tahap pertama penggunaan teknologi MLFF akan dilakukan di 40 ruas tol yang ada di Jawa dan Bali pada tahun depan," lanjutnya.

>>> Vaksinasi Drive Thru di Tol Jagorawi Masih Ada Hingga Akhir September

Masuk tol tanpa antre

Danang menyebutkan bahwa pembayaran tanpa sentuh akan meningkatkan efisiensi sebesar 35%, sekaligus mengurangi kemacetan di gerbang tol yang disebabkan oleh antrean pengemudi. MLFF dipercaya bisa menghemat waktu 30 detik hingga 5 menit yang biasanya digunakan untuk melakukan transaksi masuk tol.

kemacetan yang ditemukan di gerbang tol
Sistem ini dipercaya bisa mengatasi kemacetan bagi kendaraan di gerbang tol

Penggunaan sistem MLFF akan berfungsi dengan sensor yang berada pada kamera pintar yang dipasang pada area gerbang tol. Kamera tersebut menerapkan teknologi Global Navigation Satelit System (GNSS) untuk membantu Anda melakukan transaksi pembayaran melalui aplikasi di smartphone.

Pembayaran akan langsung dipotong dari saldo pengguna yang berfungsi sebagai On Board Unit (OBU) elektronik atau e-OBU yang tercatat ketika kendaraan melewati sensor pada akses masuk tol. Teknologi tentunya memudahkan Anda sehingga tidak perlu lagi repot-repot mengeluarkan tangan maupun antri berlama-lama di gerbang tol.

>>> Dapatkan harga mobil terbaru dan promo terbaik tahun 2021 di sini

Pria asal Minang ini menjadi salah satu tim pelopor eksistensi Cintamobil.com di Indonesia dan bergabung sejak 2017. Dengan bekal ilmu SEO yang mumpuni, Padli menjadi salah satu spesialis SEO di Cintamobil.com.

Pertemuannya dengan Cintamobil terjadi pada Oktober 2017, kala Auto Portal sedang mencari penulis-penulis baru untuk mengisi laman berita dan tips di website Cintamobil.com. Masih berkutat dengan kepenulisan, ia mencoba ranah baru; yaitu menulis di bidang otomotif dengan pengetahuan yang bisa dibilang minim.
Mempelajari dunia otomotif memang bukan hal mudah. Tapi sedikit demi menggali informasi dan mulai mengenal penggiat dan media otomotif yang selalu memberi masukan, hingga akhirnya ia mengarungi lebih dalam dunia ‘petrolhead’ ini. Dan bulan demi bulan berlalu. Dari feelance, Padli akhirnya resmi bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Content Writer pada bulan Desember 2018.
Berkenalan dengan nama-nama ‘gaek’ di ranah otomotif Tanah Air, ia mulai ditantang dengan lajur baru; fokus pada SEO (Search Engine Optimization) guna meningkatkan trafik dan kualitas website menjadi ‘mainan’ baru. Sampai saat ini, titelnya sebagai SEO Editor di Cintamobil.com menjadi tantangan terbaru mulai digeluti pemuda yang juga menyukai film dan buku ini.

 
back to top