Masuk ke Pasar Asia Tenggara, Hyundai Berencana Membuat Pabrik di Indonesia atau Vietnam

18/01/2018

Pasar mobil
Share this post:
Masuk ke Pasar Asia Tenggara, Hyundai Berencana Membuat Pabrik di Indonesia atau Vietnam
Hyundai Motor, produsen mobil kenamaan dari Korea Selatan mengatakan pada hari Rabu kemarin, bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan untuk membangun pabrik mobil di Asia Tenggara. Lokasi yang menjadi incaran adalah Indonesia atau Vietnam

Hyundai Motor Korea Selatan sedang mempertimbangkan membangun pabrik mobilnya sebagai bagian dari upaya diversifikasi setelah terjadi kemerosotan penjualan di China. Sebuah perselisihan diplomatik antara Beijing dan Seoul tahun lalu ditenggarai menjadi pemicu rusaknya penjualan Hyundai.

Rencana penyebaran sistem pertahanan anti-misil Amerika, THAAD, di Korea Selatan telah melukai penjualan beberapa perusahaan yang berbasis di Korea Selatan di pasar China. Wakil ketua dan pewaris Chung Eui-sun juga mengatakan di sela Consumers Electronic Show (CES) 2018 di Las Vegas bahwa Hyundai hanya memprediksi penjualan 900.000 kendaraan pada 2018.

Chung Eui-sun yang sedang berbicara dengan latar belakang tulisan Hyundai Motor

Chung Eui-sun, Wakil ketua dan pewaris Hyundai Motor

Prediksi Chung sangat jauh dibawah kapasitas Hyundai yang memiliki produksi 1.65 Juta kendaraan di pasar terbesar di Asia tersebut. Karena itu, untuk pasar China, Hyundai berencana memasuki pasar mobil berbahan bakar sel. Hyundai juga telah meluncurkan kendaraan berbahan bakar listrik sel terbarunya, NEXO, dengan jarak tempuh sekitar 600 km di pameran CES tersebut.

>>> Baca juga review Hyundai i20

Karena itu, rencana Hyundai untuk membuat pabrik mobil di Asia Tenggara bisa dibilang merupakan langkah lain untuk meningkatkan produksi dan penjualan. Produsen mobil ini tidak memiliki pabrik manufaktur mobil di Asia Tenggara, meskipun memiliki beberapa pabrik operasi perakitan murni di Indonesia dan Vietnam dimana mobil dibuat dari peralatan “knock-down” yang terdiri dari kelompok komponen utama.

Pabrik perakitan yang memperlihatkan tangan robot yang sedang merakit mobil Hyundai

Pabrik perakitan mobil Hyundai di Indonesia

Selain itu, untuk memasuki pasar Asia Tenggara, Hyundai Motor mengatakan pada hari kamis bahwa pihaknya telah berinvestasi di perusahaan startup yang berbasis di Singapura, Grab. Layanan daring yang telah meluas ke delapan negara Asia Tenggara ini dikatakan telah menjadi operator terbesar di sektor penjualan taksi pihak ketiga dan kendaraan pribadi.

>>> Baca juga berita perkembangan pasar mobil di seluruh dunia disini

Perusahaan akan bersama-sama mengembangkan layanan di Asia Tenggara, termasuk memanfaatkan mobil ramah lingkungan yang dimiliki oleh Hyundai, contohnya IONIQ Electric, kata kedua firma tersebut dalam sebuah pernyataan.

Mobil Hyundai Ioniq berwarna putih dengan latar belakang putih dan tulisan IONIQ di bagian kiri atas

Hyundai Ioniq, mobil listrik terbaru keluaran Hyundai

Mereka tidak mengungkapkan nilai investasi Hyundai. Selain itu, juru bicaa produsen otomotif tersebut juga menolak berkomentar lebih jauh. Meskipun perputaran dana yang didapatkan Grab, yang telah tergabung dengan Hyundai, sudah termasuk investor seperti Didi Chuxing dari China, SoftBank dan Toyota Tsusho dari Jepang.

>>> Baca juga berita mobil lainnya disini

Share this post: