Masih Sulit Menerawang Industri Otomotif Indonesia Tahun 2021

22/10/2020

Pasar mobil

5 menit

Share this post:
Masih Sulit Menerawang Industri Otomotif Indonesia Tahun 2021
Pandemi yang belum usai membuat industri otomotif Indonesia ikut tak menentu. Bahkan masih sulit untuk menentukan pasar otomotif Tanah Air tahun 2021.

Pandemi masih menghantui banyak negara. Indonesia pun salah satunya. Masa penyebaran virus corona di Tanah Air sejak Maret 2020 masih terus berlangsung hingga saat ini. Dampak yang ditimbulkan pun kian meluas. Salah satu sektor yang cukup terpukul adalah industri otomotif Indonesia

Adanya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak Maret hingga awal Juni justru membuat industri otomotif Tanah Air makin buruk. PSBB membuat aktivitas masyarakat serba terbatas dan juga dibatasi sangat ketat. Dampaknya kegiatan penjualan di dealer mandek, produksi pun dipangkas. 

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pun pesimis, penjualan mobil bisa mencapai target 1,1 juta pada tahun ini. Hingga akhirnya target tersebut dipangkas menjadi hanya 600 ribu unit saja. 

Penjualan mobil

Target penjualan sudah dipangkas

>>> Dunia Modifikasi Bisa Ikut Topang Industri Otomotif Tanah Air

Tahun 2021 Masih Sulit Diprediksi

Meski belum pulih sepenuhnya, perlahan-lahan industri otomotif Indonesia mulai bangkit. Sejak adanya kelonggaran lewat penerapan PSBB Transisi, pada Juni tercatat penjualan mobil di Indonesia terus meningkat. 

Asa akan penjualan bisa pulih cepat kemudian muncul saat usul pajak 0% untuk mobil baru dikemukakan Menteri Perindustrian. Harga mobil ditaksir bisa turun bila wacana tersebut diwujudkan. Harapannya, harga turun disambut antusias dan daya beli masyarakat bisa kembali meningkat. 

Tapi sayang, usulan itu ditolak Menteri Keuangan Sri Mulyani. Dikhawatirkan usulan pajak 0% itu justru menimbulkan dampak buruk ke sektor lain. Tak cuma itu, Sri juga menjelaskan pemerintah tengah fokus untuk penanganan Covid-19. 

Menkeu Sri Mulyani

Sri Mulyani tolak usulan pajak 0%

Penolakan itu disebut makin menyulitkan penjualan mobil di Indonesia bisa menembus target yang telah direvisi. Belum lagi pameran Jakarta Auto Week yang direncanakan digelar pada November juga ditunda menjadi tahun depan. 

"Target market seperti yang pernah dibahas sebelumnya, realistis dibawah 600 ribu. Tapi harapannya tidak dibawah terlalu banyak," kata Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor Anton Jimmy Suwandy kepada Cintamobil.com baru-baru ini. 

Kondisi tahun 2020 yang tak menentu membuat industri otomotif Indonesia tahun 2021 masih sulit diprediksi. Sulit untuk meramal bagaimana laju industri otomotif Tanah Air tahun depan lantaran Covid-19 yang juga belum jelas kapan berakhir. 

>>> Orang Indonesia Masih Butuh Beli Mobil saat Pandemi, Ini Buktinya

Peluang Peningkatan Penjualan Mobil di Indonesia Masih Besar

Yang terpenting saat ini adalah mampu mengatasi Corona dengan segera. Dengan begitu keadaan bisa kembali normal demikian juga dengan penjualan mobil. Harapannya, bila Covid teratasi, penjualan mobil juga bisa ikut pulih karena semua kegiatan kembali berjalan seperti normal. 

Penjualan mobil

Kondisi diharapkan bisa cepat normal kembali

"Kami perkirakan 2019 tidak akan segera kembali tercapai di tahun depan karena vaksin belum resmi tahap diakui. Sebenarnya secara umum health view ini penting, selama vaksin belum jadi penentu masyarakat bisa normal maka pasar kami perkirakan belum bisa kembali ke 2019 sampai 2022, kami perkirakan 2023 baru bisa kembali," sebut Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra. 

Potensi peningkatan penjualan mobil di Indonesia sendiri masih terbuka amat lebar, mengingat rasio kepemilikan mobil masih rendah di angka 99 dari 1.000 orang. Artinya dari 1.000 orang hanya 99 yang memiliki mobil. 

"Ini peluang sepanjang makro ekonomi dan gdpnya bagus, kalau tidak rusuh dan macam-macam maka pasar Indonesia masih bisa terus naik," tutur Amelia. 

>>> Toyota Avanza Jadi Transportasi Tenaga Medis Mengantar Spesimen Corona 

Share this post:
Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top