Masa Depan Geneva Motor Show Masih Abu-Abu

29/06/2020

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Masa Depan Geneva Motor Show Masih Abu-Abu
Dampak batalnya Geneva International Motor Show masih cukup terasa sampai sekarang, di mana sang promotor, Palexpo SA, terancam bangkrut jika tidak mendapatkan suntikan dana dalam waktu dekat.

Saat pandemi COVID-19 menghantam Eropa pada bulan Februari, panitia Geneva Motor Show tidak segera mengambil langkah cepat dengan baru mengonfirmasi pembatalan event cuma beberapa hari sebelum pembukaan. 

>>> Alasan finansial, GMS 2021 terancam batal digelar

Sebuah keputusan yang cukup kontroversial memang, namun agak masuk akal jika melihat kesulitan yang dialami sang promotor pameran, Palexpo SA. Apalagi jika melihat status GMS sebagai pameran otomotif paling bergengsi di Swis dengan lebih dari 600.000 pengunjung tiap tahunnya.

Terancam likuidasi, tolak bantuan pemerintah

Dalam wawancaranya ke La Tribune de Geneve baru-baru ini, Direktur Geneva Motor Show, Sandro Mesquita, membeberkan kondisi Palexpo SA, yang dinilainya sudah sangat dekat dengan likuidasi.

>>> Temukan pilihan mobil baru dan bekas berkualitas di sini

Line-up Aston Martin dipamerkan di Geneva Motor Show 2019

Palexpo diberi tenggat waktu sampai September untuk mengatasi masalah finansialnya

“Jika kami tidak menemukan solusi sampai Bulan September, kami akan dilikuidasi. Kami harus menjual aset-aset kami, khususnya brand dan saham Palexpo SA,” tutur Mesquita kepada La Tribune de Geneve.

>>> Jangan lewatkan kabar terbaru seputar pasar mobil di sini

Dalam siaran pers yang dikeluarkan Mei lalu, Palexpo SA mengungkapkan pihaknya menolak pinjaman sebanyak 16,8 juta Franc Swiss (setara Rp 252 Miliar) dari pemerintahan Jenewa.

Memang, Palexpo butuh dukungan finansial untuk menutup kerugian dari ajang 2020 yang batal, sembari bersiap untuk gelaran tahun depan. Namun, pihak pemerintah Jenewa meminta operasional GMS dilepas ke pihak ketiga (outsourcing), hal yang ditolak oleh pihak penyelenggara.

Sulit gelar edisi 2021, langsung lompat ke 2022?

Dalam pres rilis yang dikeluarkan Palexpo SA terkait penolakan pinjaman, pihaknya mengatakan bahwa para peserta GIMS (Geneva International Motor Show) sangat menyarankan untuk penyelenggaraan selanjutnya digelar tahun 2022.

Koenigsegg Jesko diperkenalkan untuk pertama kalinya di Geneva Motor Show 2019

GMS kemungkinan kembali digelar tahun 2022

Sandro Mesquita mengungkapkan bahwa akan sulit menggelar Geneva Motor Show 2021, namun kemungkinan masih tetap terbuka jika Palexpo mampu bertahan sampai beberapa bulan ke depan. Atau hadirnya investor pribadi atau pinjaman dari pihak Jenewa cair, kemungkinan terjadinya GMS 2021 masih amat terbuka.

>>> Berita otomotif terbaru dari dalam dan luar negeri bisa Anda simak di sini

Share this post:
Bergabung di Cintamobil sejak 2019, Derry adalah seorang penyuka kecepatan tulen. Pengalaman di salah satu situs motorsport global membuatnya khatam soal dunia balap. Masih mengejar gelar Sarjana, Derry juga sering memacu adernalin dengan go-kart.
 
back to top