Mampukah Tesla Kembali Jadi Raja Mobil Listrik di China?

04/01/2021

Pasar mobil

3 menit

Penjualan mobil listrik Tesla di China tahun ini diyakini tidak akan mudah. Produsen mobil lokal dan global akan kembali memikat konsumen untuk menyaingi Tesla.

Tesla berhasil mendominasi pasar mobil listrik di pasar China di tahun 2020 lalu. Namun pada tahun ini diperkirakan Tesla akan menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dari para pesaingnya.

>>> Produksi dan Penjualan Tesla Tahun 2020 Tembus Setengah Juta Unit

Gambar menunjukan Tesla Model Y

Elon Musk mengharapkan Model Y dapat mendominasi penjualan

Model Y Akan Diproduksi Lokal di China

Tesla tahun lalu telah menjual sekitar 120.000 kendaraan listrik di China. Meski angka tersebut terlihat mengesankan, beberapa analis percaya penjualan Tesla di China akan lebih meroket di tahun ini. Namun demikian produsen EV lokal juga akan mengalami peningkatan penjualan yang serupa.

Asosiasi Mobil Penumpang China seperti dilansir dari laman Carscoops berspekulasi bahwa Tesla tahun ini dapat menjual sebanyak 280.000 mobil listrik di pasar mobil terbesar di dunia itu.

Hal ini didorong oleh fakta bahwa Tesla Model Y yang akan dibangun di pabrik Shanghai Gigafactory sedang menyelesaikan tahap regulasi akhir sebelum akhirnya siap dijual di tahun ini. Elon Musk mengharapkan Model Y dapat dijual lebih banyak dibandingkan penjualan gabungan Model 3, Model S, dan Model X di pasar China.

"Pasar China dapat melihat permintaan yang melonjak dari tahun 2021 dan 2022 secara keseluruhan dengan adanya pabrik Shanghai Gigafactory serta keunggulan dari model-model yang kompetitif yang ditawarkan Tesla," kata Iven analis Wedbush Securities dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg.

>>> Pelajaran Biar Kejadian Innova Menabrak Pembatas Jalan Tak Terulang

Gambar menunjukan Pabrik Tesla

Pabrik Tesla Shanghai Gigafactory

Banyak Pesaing untuk Tesla

Sementara penjualan Tesla di China diperkirakan akan meningkat, Asosiasi Mobil Penumpang China memperkirakan total penjualan mobill ramah lingkungan mencapai 1,7 juta di tahun 2021 ini. Itu berarti lebih dari 80 persen pasar akan tetap diperebutkan. Perusahaan lokal seperti Nio, Xpeng, dan Li berada dalam posisi yang sangat baik untuk memanfaatkan pertumbuhan penjualan mobil listrik ini.

"Sejak Juni tahun lalu, Anda telah melihat peningkatan penjualan yang stabil oleh Nio, Xpeng, dan Li," kata kepala eksekutif perusahaan penasihat Automobility Ltd, Bill Russo. “Bisakah Anda tetap kompetitif dengan perusahaan yang bergerak cepat, didukung internet, dan berkantong tebal ini?” tambahnya.

Bukan hanya produsen mobil lokal yang perlu dikhawatirkan Tesla. Produsen mobil global seperti Volkswagen dan Mercedes-Benz secara agresif berekspansi ke pasar mobil mobil listrik. Menarik untuk bisa melihat seberapa banyak tahun ini Tesla dapat menjual mobil di pasar China.

>>> Berita mobil baru, event, promosi, informasi pasar mobil baru 2021

Rahmat menjadi jurnalis otomotif media daring sejak 2014 silam. Tercatat Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019 hingga saat ini.  Lulusan jurusan Sastra Indonesia ini sejak awal kuliah memang bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sebelum berkiprah di media yang berfokus di Industri otomotif, Rahmat terlebih dulu menulis untuk sebuah majalah sebuah media lokal di Kota Tangerang Selatan.

Setelah setahun lamanya menulis untuk sebuah majalah lokal akhirnya ia berpindah menulis untuk sebuah media daring otomotif. Tepatnya di tahun 2014 ia mulai menulis berkaitan dengan industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri. 

Setelah lulus kuliah di tahun 2017 ia memutuskan untuk keluar dari dunia kewartawanan yang selama ini menghidupinya. Ia mencoba peruntungan dunia marketing mobil bekas. Tak lama berselang ia mencoba peruntungan bekerja di Cintamobil.com pada posisi yang sama. Tak lama setelah itu Rahmat dipindahkan ke tim redaksi Cintamobil.com

Orang bijak pernah berkata rumah bukan sebuah tempat, melainkan perasaan. Sejauh manapun Anda melangkah rumah adalah tempat untuk kembali. Kira-kira seperti itulah yang menggambarkan nasib Rahmat yang akhirnya bisa kembali ke dunia penulisan. 

 
back to top