Lupa Uji Emisi Kendaraan? Denda Rp 500 Ribu Menanti

10/03/2021

Pasar mobil

4 menit

Sasaran denda tak hanya tertuju pada kendaraan yang tak lulus uji emisi di Jakarta. Bila uji emisi kendaraan belum dilakukan, denda Rp 500 ribu menanti.

Sasaran denda tak hanya tertuju pada kendaraan yang tak lulus uji emisi di Jakarta. Adapun mobil dan motor yang berusia lebih dari tiga tahun tapi lupa melakukan uji emisi juga bakal dikenakan sanksi berupa disinsentif tarif parkir sekaligus denda. Sebaliknya, bila kendaraannya sudah dinyatakan lulus uji emisi maka akan mendapat tarif parkir rendah. 

Pengenaan tarif layanan parkir mengacu pada Pergub Nomor 31 Tahun 2017 tentang Tarif Layanan Parkir, Denda Pelanggaran Transaksi dan Biaya Penderekan/Pemindahan Kendaraan Bermotor.

Image

Denda siap menanti bila uji emisi kendaraan belum dilakukan

>>> Ini Dia Faktor yang Mempengaruhi Kendaraan Bisa Lolos Uji Emisi

Lupa Uji Emisi Siap-siap Didenda

Sedangkan kewajiban uji emisi kendaraan bermotor yang beroperasi di Jakarta ini tertuang dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 66 tahun 2020 dan sudah berlaku sejak 24 Januari 2021. 

"Para pemilik kendaraan bermotor di DKI Jakarta diwajibkan untuk uji emisi gas buang. Jika Tidak, siap-siap bayar parkir dengan tarif maksimal dan juga denda maksimal Rp 500 ribu," tulis Dinas Lingkungan Hidup Jakarta dalam laman instagramnya. 

uji emisi kendaraan

Begini wujud struk parkir kendaraan yang tak lulus uji emisi

Ini berlaku bagi seluruh kendaraan yang melintas di Ibu Kota. Tak peduli pelat nomor yang digunakan bukan 'B', asalkan melintas di Jakarta maka kendaraan itu tetap wajib melakukan uji emisi. 

"Tentunya untuk semua kendaraan yang operasional di Jakarta baik yang pelat nomornya di luar Jakarta ketika mereka beroperasi di DKI mereka punya kewajiban uji emisi, sehingga mereka mengetahui emisi kendaraannya di bawah baku mutu yang sudah ditetapkan," ungkap Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Syaripudin beberapa waktu lalu. 

Aturan uji emisi ini sejalan dengan rencana pemerintah Jakarta untuk membuat udara di Ibu Kota makin bersih. Kendaraan bermotor memang menyumbang sekitar 70% polusi udara di Jakarta. Maka dari itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai perlu ada langkah konkret agar udara Jakarta bisa kembali bersih. 

Setidaknya para pemilik kendaraan pribadi wajib uji emisi paling sedikit satu kali dalam satu tahun melakukan uji emisi di Tempat Uji Emisi dan dilakukan oleh Teknisi Uji Emisi.

>>> Cintamobil TV: Cek Fakta Lengkap Kebijakan Uji Emisi Kendaraan DKI Jakarta

Masih Tahap Uji Coba di 3 Tempat

uji emisi kendaraan

Lakukan uji emisi kendaraan di bengkel-bengkel yang bersertifikat

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, apabila kendaraan tidak lulus ataupun belum melakukan uji emisi, maka saat pemilik kendaraan memarkirkan kendaraannya di lokasi pusat perbelanjaan, akan dikenakan sanksi disinsentif pada tarif tertinggi parkir yang berlaku. Jadi pada saat keluar salah dari salah satu tempat maka akan diminta membayar dengan tarif tertinggi di gedung parkiran tersebut,

Polisi juga bisa mengenakan tilang bila mobil yang dikendarai belum uji emisi atau tak lulus uji emisi. Penegakan hukum di jalan oleh Kepolisian dan Dinas Perhubungan mengacu kepada UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 285 dan 286. Ancaman denda maksimalnya Rp 250 ribu untuk sepeda motor, dan ancaman denda maksimal Rp 500 ribu untuk mobil. 

Saat ini, pengenaan tarif disinsentif parkir masih dalam tahap uji coba di tiga tempat berbeda yakni Parkir IRTI Monas, Parkir Samsat Daan Mogot, dan Parkir gedung Blok M.

>>> Selain Wajib, Mengapa Uji Emisi Kendaraan Pribadi Harus Dilakukan?

 

Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top