Lihat Mobil China, Ini Ritual Unik Orang Indonesia

05/11/2018

Pasar mobil
Lihat Mobil China, Ini Ritual Unik Orang Indonesia
Punya produk berkualitas belum membuat orang Indonesia sepenuhnya percaya pada mobil China. Stigma negatif yang terpendam dalam pikiran membuat mereka memandang sebelah mata hingga banyak yang 'mencibir'. Satu lagi, ada ritual unik yang selalu dilakukan orang Indonesia saat melihat mobil China.

Foto DFSK Glory 580 tampak dari depan

DFSK Glory 580, menjadi yang terbaik di IIMS 2018 JIExpo Kemayoran Jakarta

Negara sebesar China, tidak ada barang apapun yang tidak bisa dibuat. Dari berbagai elektronik seperti televisi, home teater, kulkas, berbagai alat kesehatan, smartphone, jam tangan, sepeda motor, mobil canggih hingga pesawat terbang dan pesawat tempur semua bisa dibikin. Dari sekedar 'plagiat' hingga benar-benar produk baru semua bisa diwujudkan, termasuk mobil China yang kini bertebaran di seluruh dunia.

Sayang, di Indonesia merek China belum mendapatkan tempat terbaik di hati masyarakat. Orang Indonesia masih banyak yang beranggapan semua produk buatan China tidak berkualitas, termasuk mobil China. Tak peduli siapapun yang membuat meski itu pabrikan kelas dunia yang punya standar kualitas sangat tinggi. Hal itu diakui Dongfeng Sokon (DFSK), raksasa otomotif yang memiliki kerja sama dengan Honda, Nissan, Renault, Peugeot-Citroen dan yang lain. Saat pertama kali tampil di pameran otomotif IIMS 2018 akhir April lalu, DFSK melihat ada ritual unik yang nyaris selalu dilakukan pengunjung begitu berdekatan dengan model yang dipajang saat itu, Glory 580. Mereka selalu mengetuk-ngetuk bodi mobil seperti ingin memastikan mobil ini terbuat dari bahan apa, dari plastik, kayu baja atau besi.

"Saya masih ingat saat pertama kali melakukan presentasi produk di Indonesia International Motor Show (IIMS), kala itu para pengunjung sangat tertarik," tutur Managing Director of Sales Center DFSK, Franz Wang kepada salah satu media di Jakarta belum lama ini.

"Konsumen datang mereka membuka dan menutup pintu berkali-kali. Kemudian juga mereka mengetuk-ngetuk untuk memastikan mobil terbuat dari kayu, baja, atau bahan lain," lanjutnya sambil tertawa.

>>> Baca review test drive DFSK Glory 580 1.5T Luxury CVT 2018 di sini!

Foto penyerahan simbolis Glory 580 kepada Polda Sulteng

Foto DFSK Glory 580 jadi mobil polisi

Peduli Donggala-Palu, DFSK donasikan satu unit Glory 580 kepada Polda Sulawesi Tengah

Diakui juga oleh Franz, pasar Indonesia sangat menarik untuk ditaklukkan. Selain stigma negatif akibat sepak terjang merek China di masa lampau, dominasi merek Jepang juga jadi tantangan tersendiri. Merek Jepang sudah kadung lekat di benak orang Indonesia karena perjalanan bisnisnya sudah berjalan puluhan tahun, sementara merek-merek China seperti DFSK masih dalam hitungan bulan.

"Kami memilih untuk tidak hanya sekadar berbicara ke konsumen meyakinkan agar mereka membeli, itu metode yang payah. Kami justru lebih memilih mereka untuk mencobanya sendiri dan membiarkan konsumen untuk memutuskan akan membeli atau tidak," tutup Wang.

Termasuk ritual unik orang Indonesia mengetuk bodi mobil akan tetap dibiarkan sebab itu salah satu yang bikin konsume puas sebelum memutuskan membeli.

>>> Penjualan Glory 580 Masih Minim, DFSK Sebut Bukan Hal Buruk

Foto Dealer DFSK Makassar tampak dari depan

DFSK terus targetkan punya dealer di seluruh kota di Indonesia

>>> Informasi dunia otomotif dalam dan luar negeri terlengkap hanya di Cintamobil.com

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top