Lexus: Mobil Listrik Belum Siap!

15/07/2018

Pasar mobil
Share this post:
Lexus: Mobil Listrik Belum Siap!
Meskipun produsen otomotif mulai mengarahkan produksi mereka menuju tenaga berbasis baterai, bos Lexus, Yoshihiro Sawa mengungkapkan bahwa perkembangan kendaraan listrik masih terlalu cepat untuk masyarakat.

Berbicara di Goodwood Festival of Speed yang ia kunjungi untuk pertama kalinya, Yoshihiro Sawa, Senior Managing Manager Lexus​ menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan masih belum siap untuk menanggulangi dampak perubahan tersebut. Ia percaya, teknologi mobil listrik sepenuhnya belum siap untuk diadopsi massal ditambah dampak terhadap lingkungan juga masih belum jelas dipahami.

Gambar yang menunjukan wajah Ypshihiro Sawa selaku Senior Managing manager Lexus

Yoshihiro Sawa, Senior Managing Manager Lexus​

Meskipun banyak produsen bekerja untuk mengembangkan powertrain, termasuk teknologi EV (Electric Vehicle atau kendaraan listrik) dan tenaga hidrogren penuh, Sawa yang juga menjadi Senior Managing Officer Lexus menjelaskan bahwa kendaraan berteknologi canggih tersebut tidak akan melangkah jauh di pasaran sampai manfaat bagi pelanggan dan lingkungan terpapar jelas.

>>> Berbagai berita pasar otomotif paling lengkap hanya ada di sini

“Filosofi kami adalah memberikan kebebasan bergerak, jadi kami harus mengembangkan teknologi di semua lini,” kata Sawa. “Kami memahami bahwa listrik sangat diperlukan - lebih dari beberapa, mungkin, dengan langkah awal kami untuk hibrida, tetapi kami juga dapat melihat bahwa [teknologi] EV penuh tidak akan cocok untuk semua orang.”

coupe Lexus LC 500h melaju di jalan raya

Lexus LC 500h, salah satu model "elektrifikasi" andalan Lexus 

Beauty shot konsep Lexus LF-1 Limitless

Konsep Lexus LF-1 Limitless, bisa menggunakan fuel cell, hybrid, plug-in hybrid, mesin konvensional, atau murni elektrik

>>> Ingin memiliki kendaraan terbaru Lexus? Dapatkan informasinya di sini

Lebih lanjut, Sawa mengungkapkan bagaimana teknologi mobil listrik yang masih belum sempurna serta simpang siur bisa menjadi penyebab utama kegagalan EV. “EV Murni saat ini membutuhkan waktu pengisian yang lama dan baterai yang memiliki dampak lingkungan pada manufaktur dan yang menurun saat mereka semakin tua,” jelasnya.

“Dan kemudian, ketika sel perlu diganti, kita harus mempertimbangkan rencana untuk penggunaan dan daur ulang di masa mendatang. Ini adalah masalah yang kompleks - jauh lebih kompleks daripada retorika [industri masa depan] saat ini ditunjukan. Saya lebih suka mendekati masa depan dengan cara yang lebih jujur,” ia melanjutkan.

>>> Detik-detik kebakaran Lexus RC F GT3 yang terjadi di Goodwood Festival of Speed

Pernyataan Sawa sepertinya berhubungan dengan kecelakaan yang terjadi pada Lexus RC F GT3 yang mengalami kebakaran setelah melintasi jalur perbukitan Goodwood Festival of Speed pada hari Jumat, (13/7) lalu.

Gambar yang menunjukan mobil balap Lexs RC F GT3 yang terbakar di Goodwood Festival of Speed

Lexus RC F GT3 yang mengalami kebakaran di Goodwood Festival of Speed

Menurut Sawa, meskipun dunia sudah kesulitan mengembangkan teknologi bertenaga fosil, namun industri tidak sepatutnya hanya mengandalkan teknologi EV. Pengembangan menyeluruh dan mencari tenaga alternatif lain merupakan jalan keluar yang tepat, baik untuk perusahaan maupun konsumen.

“Jika kami mencari solusi terbaik, menurut saya solusi terbaik bukan hanya EV; kita harus mempertimbangkan bensin, hibrida, plug-in hybrid dan sel bahan bakar. Jika kita fokus pada EV saja, kita tidak akan memberikan jawaban yang dibutuhkan orang-orang,” tutupnya.

>>> Berbagai berita otomotif dalam dan luar negeri hanya ada di Cintamobil

Share this post:
Penulis
Pria asal Minang ini menjadi salah satu tim pelopor eksistensi Cintamobil.com di Indonesia dan bergabung sejak 2017. Dengan bekal ilmu SEO yang mumpuni, Padli menjadi salah satu spesialis SEO di Cintamobil.com.
 
back to top