Lewat Tilang Elektronik Pelanggar Lalin Akan Ditindak Tegas

26/03/2021

Pasar mobil

3 menit

Korlantas Polri resmi menerapkan tilang elektronik menggunakan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Dari 244 titik ETLE sebanyak 98 ada di Jakarta.

Launching kamera Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) atau tilang elektronik telah selesai dilakukan dan mendapat sambutan baik dari berbagai pihak, terutama kepolisian. Tercatat Polda Metro Jaya telah terapkan 98 titik kamera E-TLE di Jakarta.

>>> Tipe Modifikasi Plat Nomor Mobil yang Bisa Kena Tilang

Gambar menunjukan Tilang elektronik

Ada sebanyak 98 titik kamera tilang  elektronik di Jakarta

Masih Akan Ada Polantas di Jalan

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes. Pol. Sambodo Purnomo Yogo, menegaskan segala jenis pelanggaran akan ditindak secara tegas melalui kamera tilang elektronik yang sudah beredar di sekitar wilayah DKI Jakarta. Menurut penuturannya banyak pelanggar yang ditindak seperti melawan arus hingga melewati batas kecepatan yang berlaku.

“Inikan nanti melalui kamera E-TLE para pelanggar akan di-capture, lalu datanya akan disesuaikan dengan database jika kemudian cocok akan dikirimkan surat cinta dari Ditlantas kepada para pelanggar. Ada banyak pelanggaran yang ditindak, seperti pelanggaran kecepatan, berpindah lajur atau ugal-ugalan, hingga melawan arus akan ditindak,” kata Sambodo seperti dikutip dari laman NTMC Polri.

Sambodo menambahkan, meskipun beberapa wilayah DKI Jakarta sudah dipasang kamera E-TLE pihaknya tetap akan bertugas di ruas-ruas jalan tertentu yang rawan kecelakaan.

“Untuk jenis pelanggaran lain, tetap masih ada petugas yang berjaga misalnya seperti kecelakaan lalu lintas ya,” tutupnya.

>>> Tilang di Tempat Masih Berlaku Meski Sudah Ada ETLE

Gambar menunjukan Tilang elektronik

ETLE diharapkan juga dapat mengecilkan angka kecelakaan lalulintas 

Tilang Elektronik Dapat Mengubah Budaya Masyarakat Berlalu Lintas

Pengamat kebijakan transportasi publik Azas Tigor Nainggolan menilai bahwa pemberlakuan tilang elektronik tahap pertama yang diberlakukan secara nasional diterapkan di 12 Polda pada 23/3/2021 dapat ​mengubah budaya disiplin lalu lintas masyarakat. Serta dapat mengubah efisiensi tenaga kepolisian dan lebih mengedepankan keadilan bagi semua pengguna jalan.

"Tilang elektronik akan mengubah budaya disiplin lalu lintasnya masyarakat serta memaksimalkan efisiensi tenaga polisi. Serta lebih mengutamakan pada keadilan. Jadi orang nggak pandang bulu nih yang ditangkap siapa, kalau dia melanggar ditilang. Saya setuju,” ungkap Tigor.

Tigor juga tidak mempermasalahkan jika sanksi denda maksimal diterapkan jika ada pelanggaran, sehingga tidak akan ada tawar menawar sanksi denda yang diberikan.

“Sanksi maksimal yang diterapkan? Ya kalau dulu sampai sekarang itu kan sangat tergantung pada hakim. Jadi tetap saja pelaku pelanggaran nggak bisa nawar.” tutupnya.

>>> Tilang  Elektronik Kian Canggih, Pelanggar Lalu Lintas Bisa Ditindak Dimanapun

Sejak kuliah, Rahmat telah bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sarjana Sastra Indonesia ini mulai menjadi jurnalis sejak 2013 dan terjun di media otomotif setahun kemudian. Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019.

 
back to top