Ini Sebabnya Menaikkan atau Menurunkan Penumpang di Jalan Tol Dilarang

16/04/2021

Pasar mobil

3 menit

Ini Sebabnya Menaikkan atau Menurunkan Penumpang di Jalan Tol Dilarang
Larangan menaikkan atau menurunkan penumpang di jalan tol cukup jelas. Siapapun tidak boleh melakukannya baik pengendara mobil pribadi maupun kendaraan umum.

Rambu-rambu bertuliskan Dilarang Menaikan / Menurunkan Penumpang di Gerbang Tol terpampang jelas. Rambu lain yang juga terpampang berupa larangan berhenti sepanjang jalan tol kecuali darurat. Keduanya menandakan bahwa larangan itu bersifat baku. Hanya saja masih ada pengendara yang mengabaikannya.

Seperti pada musim mudik 2020 lalu, adanya larangan mudik serta pemeriksaan kendaraan membuat awak bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan penumpangnya membuat kesepakatan, menurunkan penumpang di jalan tol. Penumpang lalu melipir keluar untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju rumah masing-masing. Beberapa diantaranya berhasil lolos dan tiba di rumah, namun yang lain tertangkap basah oleh petugas dan digiring untuk mendapatkan ‘wejangan’ serta sanksi.

Lebaran tahun ini, mudik juga dilarang. Pemerintah meniadakan aktivitas mudik mulai 6 hingga 17 Mei 2021 sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19. Seiring hal tersebut pergerakan kendaraan bakal dibatasi secara ketat. Ratusan pos penyekatan disiapkan di jalur mudik tol dan non tol, di jalur pantai utara (Pantura) hingga jalur selatan (Pansela). Meski demikian potensi naik turun penumpang di jalan seperti tahun lalu tetaplah ada.

>>> Polisi Persilahkan Masyarakat Mudik Sebelum Tanggal 6 Mei

Foto pemudik nekat turun di jalan tol Ngawi Jawa Timur pada Mudik Lebaran 2020

Larangan mudik menciptakan pelanggaran baru di masyarakat

Mengapa Dilarang?

Jasa Marga juga mengingatkan larangan menaikkan atau menurunkan penumpang di jalan tol agar cara yang sama tidak terulang lagi. Dalam unggahannya di Instagram @official.jasamargatransjawatol, Jasamarga Transjawa Tollroad (JTT) menjelaskan alasan mengapa hal tersebut dilarang:

Pertama; membahayakan

Jalan tol adalah jalan bebas hambatan dimana kendaraan yang lewat dilarang berhenti selain kondisi darurat. Berhenti di tengah perjalanan bisa membuat pengendara lain di belakang gugup dan kehilangan kontrol. Walhasil potensi terjadi kecelakaan semakin besar.

Kedua; mengganggu kelancaran dan kenyamanan

Kalaupun tidak menimbulkan kecelakaan, berhenti di jalan tol memaksa pengendara lain di belakang ekstra waspada, dari memelankan kendaraan hingga benar-benar berhenti sampai aktivitas kendaraan didepannya selesa. Masih mending jika jalan tol-nya sedang lengang, jika sedang padat bisa saja memicu kemacetan panjang.

Ketiga; melanggar aturan

Berhenti di jalan tol saja sudah melanggar. Ditambah menaikkan atau menurunkan penumpang, pelanggarannya menjadi double. Aturan larangan ini tersebut dalam Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 Tentang Jalan Tol Pasal 41 yang berbunyi:

(1) Penggunaan jalur lalu lintas jalan tol diatur sebagai berikut:
a. jalur lalu lintas diperuntukkan bagi arus lalu lintas pengguna jalan tol;
b. lajur lalu lintas sebelah kanan hanya diperuntukkan bagi kendaraan yang bergerak lebih cepat dari kendaraan yang berada pada lajur sebelah kirinya, sesuai dengan batas-batas kecepatan yang ditetapkan;
c. tidak digunakan untuk berhenti;
d. tidak dapat digunakan untuk menarik/menderek/ mendorong kendaraan, kecuali menggunakan penarik/ penderek/pendorong yang disediakan oleh Badan Usaha; dan
e. tidak digunakan untuk keperluan menaikan atau menurunkan penumpang dan/ atau barang dan/ atau hewan.

Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin naik bus AKAP maupun AKDP via jalan tol, jangan naik turun di tengah perjalanan. Naiklah dari halte bus atau terminal bus yang ada di wilayah setempat demi menjaga keselamatan bersama.

>>> Mudik Dilarang, Jalin Silaturahmi Dengan 4 Cara ini!

Foto Rambu-rambu larangan menaikkan dan menurunkan penumpang di jalan tol

Menaikkan atau menurunkan penumpang di jalan tol sama-sama dilarang

>>> Tips dan trik menarik lainnya seputar mobil ada disini

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top