Lalu Lintas Jalan Tol Jabodetabek Turun 40% Selama PPKM

28/07/2021

Pasar mobil

3 menit

Lalu lintas jalan tol Jabodetabek turun signifikan hingga 40% selama PPKM berlangsung, baik kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek maupun kendaraan yang masuk.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sukses mengurangi mobilitas masyarakat dan volume kendaraan di jalanan ibu kota dan sekitarnya. PT Jasa Marga melaporkan lalu lintas jalan tol Jabodetabek turun sekitar 40%, baik yang meninggalkan Jabodetabek maupun yang menuju Jabodetabek.

Penurunan Volume Lalu Lintas (VLL)

Data penurunan VLL tersebut merupakan perhitungan kendaraan yang melintas di sejumlah Gerbang Tol Utama (barrier) selama PPKM Darurat berlangsung 18 hari (3-20 Juli 2021). Rinciannya sebagai berikut:

  • Kendaraan meninggalkan Jabodetabek

Total kendaraan yang meninggalkan jabodetabek turun sebesar 40,97%. Yang menuju arah timur (Jawa Tengah dan Jawa Barat) via GT Cikampek Utama turun 38,40% dan GT Kalihurip Utama turun 45,96%. Yang menuju arah Barat (Banten) melalui GT Cikupa turun 35,73%. Dan yang menuju arah Selatan (Jawa Barat bagian selatan) melalui GT Ciawi turun 46,73%.

>>> Satgas COVID-19 Bogor Terapkan Ganjil-Genap Selama PPKM Level 4

Foto menunjukkan suasana Gerbang Tol Cikampek Utama senja hari

Hanya kendaraan-kendaraan tertentu yang bebas keluar masuk tol selama PPKM

  • Kendaraan menuju Jabodebek

Total kendaraan yang menuju jabodetabek turun sebesar 42,67%. Dari arah timur (Jawa Tengah dan Jawa Barat) via GT Cikampek Utama turun 53,61% dan GT Kalihurip Utama turun 40,80%. Dari arah Barat (Banten) melalui GT Cikupa turun 36,28%. Dan kendaraan dari arah Selatan (Jawa Barat bagian selatan) melalui GT Ciawi turun 42,95%.

Menurut Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru, penurunan lalu lintas jalan tol Jabodetabek menunjukkan keberhasilan PPKM dalam menekan mobilitas masyarakat.

“Dengan adanya penurunan lalu lintas hampir di seluruh ruas Jalan Tol Jasa Marga Group dalam rangka PPKM Darurat Jawa-Bali pada periode 3-20 Juli 2021, kami menilai kebijakan Pemerintah ini sangat efektif menekan mobilitas masyarakat, termasuk dalam melakukan perjalanan darat dengan menggunakan jalan tol,” kata Heru dalam keterangan resminya di laman Jasa Marga, (27/7/2021).

Penurunan volume lalu lintas tentu saja berdampak pada pendapatan perusahaan. Meski demikian, Jasa Marga tetap mengimbau agar masyarakat lebih mengutamakan kesehatan dengan lebih banyak di rumah. Apalagi kebijakan PPKM diperpanjang hingga awal Agustus 2021. Keluar rumah hanya untuk kebutuhan penting mendesak, serta mematuhi protokol kesehatan secara serius.

Jika harus berkendara lewat jalan tol, pastikan kendaraan dalam kondisi prima, tubuh juga sehat, mengisi BBM secara penuh dan memastikan saldo uang elektronik mencukupi.

>>> Syarat Naik Mobil Pribadi Selama PPKM Level 4

Foto pemeriksaan kendaraan di GT Ciawi oleh petugas gabungan

Hanya kendaraan-kendaraan tertentu yang bebas keluar masuk tol selama PPKM

>>> Performa Mobil Turun Setelah Didiamkan saat PPKM? Mungkin Ini Sebabnya

Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.

 
back to top