Suku Cadang Langka, Produksi Mobil Toyota di Thailand Terhenti Sementara

23/07/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Sama dengan kondisi tahun 2020 lalu produksi mobil Toyota bulan ini d Thailand kembali terhenti akibat pandemi Covid-19. Keputusan kelanjutan belum diumumkan.

Produsen mobil asal Jepang Toyota telah menghentikan operasi di tiga pabrik perakitannya di Thailand karena kekurangan suku cadang. Penghentian produksi ini terjadi di pabrik Ban Pho, Samrong dan Gateway diperkirakan akan berlangsung hingga 28 Juli 2021.

>>> [INFOGRAFIK} Bukan Avanza! Ini 5 Mobil Toyota Paling Berpengaruh di Dunia

Gambar menunjukan Pabrik Toyota

Kapasitas produksi tahunan pabrik Toyota di Thailand mencapai 760.000 unit setahun

Keputusan Kelanjutan Produksi Belum Dibuat

Menurut laporan Nikkei Asia akar penyebab gangguan itu lagi-lagi adalah pandemi Covid-19. Sebuah pabrik eksternal, yang memasok rangkaian kabel yang diperlukan untuk menghubungkan komponen listrik, baru-baru ini terpaksa ditutup sementara karena wabah virus. Atas masalah ini, Toyota akan melihat situasinya terlebih dahulu dan memutuskan apakah operasi akan dilanjutkan mulai 29 Juli mendatang.

“Operasi produksi untuk minggu depan akan ditentukan pada tahap selanjutnya,” kata perusahaan melalui sebuah pernyataan.

Kapasitas produksi tahunan pabrik Toyota di Thailand mencapai 760.000 unit setahun. Tetapi pada tahun 2020 hanya berhasil memproduksi 440.000 mobil. Thailand sendiri merupakan pusat produksi luar negeri terbesar ketiga untuk Toyota, setelah China dan AS.

Sedan Corolla dan truk pikap Hilux merupakan model utama yang diproduksi di negara dengan ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara itu. Setengah dari kendaraan yang dibuat dijual secara lokal dan sisanya diekspor secara global.

>>> Deretan Mobil Toyota Ikut Ramaikan Olimpiade Tokyo 2021

Gambar menunjukan Mobil Toyota

Pabrik Toyota di Thailand sempat tutup tahun lalu pada gelombang pertama Covid-19 

Penghentian Ini Bukan yang Pertama

Penghentian operasi produksi Ini merupakan kali kedua produksi Toyota di Thailand terganggu akibat pandemi Covid-19. Pabrik-pabrik tutup selama gelombang pertama Thailand pada Maret 2020.

Gelombang Covid ketiga Thailand meningkat pada bulan Juli tahun ini karena masuknya varian delta, yang melanda India terlebih dahulu dan sekarang membanjiri Asia Tenggara. Pemerintah Thailand terpaksa melakukan lockdown bisnis di provinsi yang terkena dampak untuk mengatasi situasi tersebut. Pabrik-pabrik Toyota termasuk dalam area tersebut, tetapi produksi mobil tidak termasuk dalam kegiatan yang dilarang.

Di tempat lain di Asia Tenggara, Malaysia juga melakukan lockdown nasional pada bulan Juni, memaksa pabrik mobil Toyota dan Honda Motor tutup. Toyota memproduksi sekitar 50.000 mobil tahun lalu di Malaysia. Kapasitas tahunan Honda di Malaysia adalah 300.000 sepeda motor dan 100.000 mobil.

>>> Penyebab Telapak Ban Mobil Cepat Aus dan Cara Mengatasinya

Rahmat menjadi jurnalis otomotif media daring sejak 2014 silam. Tercatat Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019 hingga saat ini. 

Lulusan jurusan Sastra Indonesia ini sejak awal kuliah memang bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sebelum berkiprah di media yang berfokus di Industri otomotif, Rahmat terlebih dulu menulis untuk sebuah majalah sebuah media lokal di Kota Tangerang Selatan.

Setelah setahun lamanya menulis untuk sebuah majalah lokal akhirnya ia berpindah menulis untuk sebuah media daring otomotif. Tepatnya di tahun 2014 ia mulai menulis berkaitan dengan industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri. 

Setelah lulus kuliah di tahun 2017 ia memutuskan untuk keluar dari dunia kewartawanan yang selama ini menghidupinya. Ia mencoba peruntungan dunia marketing mobil bekas. Tak lama berselang ia mencoba peruntungan bekerja di Cintamobil.com pada posisi yang sama. Tak lama setelah itu Rahmat dipindahkan ke tim redaksi Cintamobil.com

Orang bijak pernah berkata rumah bukan sebuah tempat, melainkan perasaan. Sejauh manapun Anda melangkah rumah adalah tempat untuk kembali. Kira-kira seperti itulah yang menggambarkan nasib Rahmat yang akhirnya bisa kembali ke dunia penulisan. 

 
back to top