Lagi Lesu, Hingga Oktober Penjualan Mobil Turun 1,8%

08/11/2023

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Lagi Lesu, Hingga Oktober Penjualan Mobil Turun 1,8%
Dua bulan menjelang akhir tahun 2023, ekonomi lesu, pun untuk penjualan mobil yang dihadapkan pada sejumlah tantangan agar berkembang hingga tahun berikutnya.

Sepanjang Januari-Oktober 2023, pasar mobil mengalami penuunan hingga 1,8%
Sepanjang Januari-Oktober 2023, pasar mobil mengalami penuunan hingga 1,8%

Tak hanya penjualan ritel, dan lainnya, penjualan mobil juga dinyatakan ikut turun. Secara domestik pasar mobil mengalami penurunan 1,8 persen sepanjang Januari-Oktober 2023 akibat beberapa faktor perekonomian secara makro. 

Melansir data yang direlease oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara wholesales sebanyak 836.049 unit sepanjang Januari-Oktober 2023, turun 1,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu mencapai 851.411 unit. 

Penurunan penjualan secara wholesales tersebut kemungkinan disebabkan oleh pertumbuhan perekonomian di Indonesia yang sedang mengalami perlambatan.  Sehingga pertumbuhan perekonomian pun lesu dan mengalami penurunan setelah sebelumnya sudah konsisten berada di level 5 persen selama 8 bulan terakhir. 

>>> Simak harga mobil baru dengan promo terbaik hanya di sini

Penjualan Mobil Lesu

Kenaikan suku bunga leasing atau kredit pun ikut terkena imbas dari Bank Indonesia (BI) yang mengerek suku bunga acuannya sehingga pada Oktober 2023, penjualan mobil secara wholesales sebanyak 80.271 unit, hanya naik tipis 0,4 persen jika dibandingkan September 2023 yang mencapai 79.919 unit.

Ada dampak dari BI yang mengerek suku bunga acuannya
Ada dampak dari BI yang mengerek suku bunga acuannya

Sementara untuk penjualan secara retail menembus angka mencapai 825.691 unit mobil sepanjang Januari-Oktober 2023, naik tipis 0,4 persen secara year-on-year (YoY) dari angka 822.017 unit. Jika melirik angka secara bulanan pun, penjualan retail tercatat 79.451 unit pada Oktober 2023, atau turun 1,9 persen dibandingkan September 2023 yakni sebanyak 80.974 unit. 

>>> Komparasi KCIC vs Mobil vs Travel: Kereta Cepat Ternyata Kalah Cepat!

Tantangan Otomotif

Dua bulan menjelang akhir tahun 2023, industri otomotif pun dihadapkan pada sejumlah tantangan. Misalnya saja seperti kenaikan suku bunga, pergerakan nilai tukar rupiah yang fluktuatif, hingga tahun kampanye Pemilu 2024. Meski demikian, Gaikindo masih optimistis target penjualan hingga 1.050.000 unit masih dapat tercapai hingga akhir ini. 

Sebagai informasi, dua merek terbesar dari PT Astra International Tbk. (ASII), yakni Toyota dan Daihatsu dinyatakan masih mendominasi penjualan sepanjang Januari-Oktober 2023.

Penjualan Toyota Oktober 2023 tercatat 27.438 unit, naik 5,82 persen
Penjualan Toyota Oktober 2023 tercatat 27.438 unit, naik 5,82 persen

Penjualan merek Toyota misalnya, secara wholesales mampu mencatat 273.820 unit sepanjang Januari-Oktober 2023 dengan pangsa pasar mencapai 32,8 persen. Lalu untuk penjualan pada Oktober 2023 tercatat 27.438 unit, naik 5,82 persen dibandingkan pada September 2023 sebanyak 25.928 unit.

Sementara penjualan Daihatsu secara wholesales mencapai 161.650 unit dengan pangsa pasar 19,3 persen. Namun, pada penjualan di Oktober 2023 mengalami penurunan di angka 14.099 unit atau turun 6,06 persen dibandingkan September 2023 yakni tercapai 15.009 unit.

>>> Hyundai Kerahkan 148 Kendaraan Untuk Dukung Piala Dunia U-17 Indonesia 2023

Menggeluti dunia Jurnalistik sejak 2013, berbagai desk berita umum telah dilakoninya. Mulai dari kriminal dan metropolitan, seleb dan gaya, kesehatan dan lingkungan, ekonomi bisnis, serta kepemerintahan. Terakhir, yakni di 2020 mulai jatuh cinta dengan Otomotif. Kata siapa perempuan nggak
 
back to top