Kurangi Kemacetan, Pemerintah Usul Pembatasan Usia Kendaraan Bermotor

03/07/2019
Mengantisipasi kemacetan yang terus terjadi di ibu kota dan kota-kota besar yang lain, pemerintah menawarkan solusi pembatasan usia kendaraan bermotor baik mobil maupun sepeda motor.

Meningkatnya penjualan kendaraan bermotor dari tahun ke tahun dinilai sebagai salah satu faktor padatnya jalanan di ibu kota dan kota-kota besar lain Hal ini pula yang memicu terjadinya kemacetan setiap hari. Berbagai upaya dilakukan untuk mengurangi kepadatan seperti sistem ganjil genap, memperbanyak sarana transportasi umum, hingga memperbanyak infrastruktur jalan raya. Namun belum menunjukkan hasil signifikan.

Salah satu pemandangan kemacetan parah yang terjadi di jalanan Indonesia

Kemacetan terjadi karena terlalu banyak kendaraan melintas di satu lokasi jalan raya dalam waktu bersamaan

>>> Cari mobil bekas berkualitas ya disini

Pemertingah melalui Kementerian Perhubungan menawarkan solusi 'baru' untuk mengurangi kemacetan dengan pembatasan usia kendaraan bermotor. "Salah satu solusi yang ditawarkan pemerintah, kita mulai membahas pembatasan usia kendaraan dan juga pembatasan kendaraan yang digunakan masyarakat dengan berbagai macam manajemennya, kami membangun angkutan yang berbasis massal atau bus ini" tutur Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi seperti dikutip dari CNBC Indonesia, (26/6/2019).

Dengan dibatasinya usia kendaraan bermotor, harapannya bakal terjadi penurunan pesat volume kendaraan yang melintas di jalan raya, terutama untuk mobil-mobil 'berusia lanjut' yang berimbas pada penurunan tingkat kemacetan secara signifikan. Selain itu, pembatasan usia kendaraan bermotor juga diyakini berdampak pada penurunan tingkat kecelakaan yang disebabkan faktor kendaraan seperti rem yang tidak berfungsi dan yang lain.

Seperti diketahui, populasi kendaraan bermotor di Indonesia meningkat sangat pesat. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat penjualan mobil baru mencapai angka 1 juta unit setiap tahun. Sedangkan untuk sepeda motor mencapai 6-8 juta per tahun. Di satu sisi usia kendaraan bermotor yang beredar juga tanpa batasan, selama masih bisa digunakan dan pemilik masih mau menggunakan, kendaraan bermotor masih tetap eksis di jalanan. Pemerintah juga tidak bisa berbuat banyak sebab faktanya memang belum ada undang-undang yang mengatur usia pakai kendaraan bermotor, tidak Undang-Undang Nomor 22 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan maupun undang-undang yang lain.

>>> 2019, Penjualan Mobil di Indonesia Ditarget 1,1 Juta Unit

Komunitas mobil klasik turut hadir menyemarakkan pameran GIIAS 2019 di Surabaya

Usia kendaraan bermotor dibatasi, bagaimana nasib mobil klasik?

"Dalam UU 22 Tahun 2009 belum mengenal menyangkut pembatasan usia kendaraan berapa tahun, sehingga pertumbuhan kendaraan cepat sekali sekali. Dalam satu tahun untuk roda 4 bisa 1 juta [unit] lebih, belum yang roda dua dan sebagainya," lanjut Budi.

Pembatasan usia kendaraan bermotor yang disampaikan pihak Kemenhub memang masih sebatas wacana, Namun ada peluang menjadi kenyataan sebab strategi semacam itu telah diterapkan di beberapa negara di dunia seperti Singapura, China dan Inggris.

Bagaimana kelanjutan wacana ini, belum bisa diketahui sekarang. Saat ini Kemenhub sedang fokus mengoptimalkan fungsi sarana transportasi umum macam BRT, LRT, hingga O-Bahn yang sedang diusulkan. Masyarakat juga dihimbau tidak terlalu bergantung pada kendaraan pribadi agar tidak menambah beban kepadatan di jalan raya.

"Ujung-ujungnya kami ingin mengurangi selain kemacetan, juga adalah menyangkut kecelakaan. Kami mau mengajak masyarakat untuk shifting dari kendaraan pribadi baik sepeda motor atau mobil kepada angkutan umum," tutup Budi.

>>> Cara Tegas India Atasi Kemacetan, Hancurkan Mobil Berusia 15 Tahun

>>> Berita terlengkap dari dunia otomotif hanya ada di Cintamobil.com

Fatchur Sag

Ulasan anda

Apakah artikel ini bermanfaat untuk Anda?
0

berita lain