Korea Selatan Beri Subsidi untuk Pembeli Mobil Listrik Hingga Rp 200 Jutaan

27/01/2021

Pasar mobil

3 menit

Pemerintah Korea Selatan berencana memberikan subsidi untuk pembeli mobil listrik hingga Rp 200 jutaan. Hal itu dimaksudkan untuk menekan angka polusi.

Mobil listrik diprediksi menjadi tren kendaraan masa depan. Maka dari itu, sejumlah negara perlahan-lahan mulai beralih untuk mendorong warganya menggunakan mobil listrik. Setiap negara memiliki cara yang berbeda-beda. Di Korea Selatan misalnya pemerintah setempat dikabarkan akan memberikan subsidi untuk pembeli mobil listrik hingga 19 juta won atau setara Rp 242 jutaan tahun ini. 

Itu belum seberapa. Sebagaimana dilaporkan Pulse, Rabu (27/1/2021) bila warga setempat tertarik untuk membeli mobil bertenaga fuel cell maka subsidinya akan lebih besar lagi yakni 37.5 juta won yang setara dengan Rp 478 juta. 

>>> 5 Hal yang Bikin Konsumen Masih Ragu Beli Mobil Listrik di Indonesia

Sejalan dengan Program Pemerintah

subsidi mobil listrik

Subsidi diberikan demi mendorong penggunaan kendaraan listrik di Negeri Ginseng

Ini merupakan salah satu langkah besar dari Korea Selatan untuk memiliki banyak mobil ramah lingkungan di jalan. Selain itu, langkah pemberian subsidi bagi pembeli mobil listrik tersebut sejalan dengan inisiatif pemerintah dalam program Green New Deal. 

Program tersebut perdana diluncurkan pada Juli 2020 yang bertujuan untuk memaksimalkan energi baru terbarukan, infrastruktur lebih ramah lingkungan, dan juga membangun industri lebih hijau untuk mengurangi polusi udara serta air. 

Pemerintah republik Korea menyebut memiliki misi untuk menghadirkan 136.000 mobil listrik dan kendaraan hidrogen tahun ini. Cara itu ditempuh dengan meningkatkan subsidi hingga 1,02 triliun won untuk 121.000 mobil listrik dan 365,5 juta miliar won untuk 15.000 fuel cell. Target itu meningkat masing-masing 21,4 persen dan 49,2 persen dari setahun lalu. 

Program subsidi yang telah direvisi tersebut juga mendukung jarak tempuh lebih jauh sekaligus masa pengisian ulang baterai lebih cepat. Untuk mobil listrik ataupun hidrogen yang memiliki harga antara 60 juta won hingga 90 juta won akan menerima 50 persen dari subsidi. 

subsidi mobil listrik

Tempat pengisian baterai pun akan diperbanyak

>>> Industri Otomotif Masih Butuh Dukungan untuk Kembangkan Mobil Listrik

Kendaraan Umum Juga Dapat Subsidi

Sedangkan untuk mobil yang punya harga lebih dari 90 juta won justru tak akan mendapatkan subsidi. Subsidi tersebut diberikan berkat adanya kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah. 

Selain kendaraan pribadi, subsidi mobil listrik juga diberikan pemerintah Korea Selatan untuk taksi listrik, bus, dan truk. Ini juga dipercaya menjadi satu keuntungan bagi para pemilik usaha. Ke depan, pemerintah akan membangun 31.500 charger mobil listrik dan 54 kendaraan hidrogen seantero Korea Selatan. 

Kalau di Korea Selatan pembeli mobil listrik mendapat subsidi, bagaimana dengan di Indonesia? Di Indonesia, bukan subsidi potongan harga yang diberikan. Pemerintah membebaskan Bea Balik Nama untuk kendaraan listrik. Di samping itu, pemilik kendaraan listrik juga mendapatkan sejumlah keistimewaan, salah satunya adalah bebas melintas di jalur ganjil genap Jakarta. 

>>> Hadirnya Kendaraan Listrik di Indonesia Bisa Bantu Pulihkan Perekonomian

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. 
Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 
Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
  • Geneva International Motor Show 2017
  • Tokyo Auto Salon 2019
 
back to top