Korban Lain Virus Corona, Penjualan Mobil Turun 18 Persen Pada Januari 2020

14/02/2020
Terdampak virus Corona, China Association of Automobile Manufacturers (CAAM) melaporkan data sementara penjualan mobil di China turun hingga 18 persen.

Virus Corona (COVID-19) mematikan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China berdampak pada timbulnya banyak korban. Lebih dari 1.360 orang meninggal dunia dan ada sekitar 60.000 kasus dilaporkan. Di industri otomotif Corona juga menimbulkan dampak besar terhadap produksi dan penjualan.

Penjualan mobil

Foto menunjukkan salah satu pemandangan kepadatan lalu lintas kota besar di China

China, negara pemasaran mobil terbesar di dunia

Mengutip pemberitaan Reuters, (13/2/2020), penjualan mobil di China diprediksi mengalami penurunan signifikan hingga seperlima pada Januari 2020. Hal itu disebabkan oleh liburan Tahun Baru Imlek yang dimulai lebih awal dibanding tahun lalu dan berlangsung lebih lama karena diperpanjang hingga beberapa hari oleh pemerintah, serta disebabkan dampak virus Corona.

Menurut asosiasi produsen mobil setempat, China Association of Automobile Manufacturers (CAAM) atau GAIKINDO-nya China, untuk sementara waktu ini virus Corona telah memberikan tekanan keras terhadap produksi dan penjualan mobil. Beberapa perusahaan kecil yang mengsuplai komponen bahkan berguguran.

Data sementara CAAM menunjukkan penjualan kendaraan anjlok 18 persen, sementara penjualan mobil listrik dan kendaraan energi baru lainnya anjlok 54,4 persen, turun selama tujuh bulan berturut-turut. Angka tersebut belum fix mengingat belum seluruh data masuk.

>>> Ini Yang Membuat Mobil China Layak Dipertimbangkan Saat Anda Pengin Mobil Baru

Foto menunjukkan pekerja di pabrik Volkswagen China sedang menjalankan tugasnya

Volkswagen memiliki pasar paling besar di China

Mengapa penjualan menurun tajam?

Pertama; pemerintah membatasi perjalanan masyarakat dari dan ke China khususnya Kota Wuhan. Kedua; peringatan untuk menghindari ruang publik dalam dua minggu terakhir Januari. Dan ketiga; adanya liburan membuat dealer tidak mau memesan mobil pada akhir bulan seperti yang biasa mereka lakukan.

"Karena perpanjangan liburan, kekurangan pekerja dan suku cadang mobil, kami memperkirakan bahwa produksi lebih dari satu juta kendaraan akan terkena dampak epidemi virus korona," kata Chen Shihua, seorang pejabat senior CAAM kepada Reuters.

>>> Temukan pilihan mobil baru dan bekas berkualitas di sini

Pabrik tutup

Di provinsi Hubei di mana wabah dimulai dan pusat manufaktur mobil utama bertanggung jawab atas hampir 9% dari output Cina, Dongfeng Motor Group dan mitranya Honda Motor Co, Renault SA dan Peugeot semuanya memutuskan menunda memulai kembali produksi.

Pabrik-pabrik lain yang beroperasi di luar provinsi Hubei seperti Volkswagen AG dan General Motors Co juga memutuskan libur produksi selama satu minggu atau bahkan lebih. Pabrikan lain di luar China seperti Hyundai di Korea Selatan dan Nissan di Jepang juga ada yang memutuskan istirahat sementara waktu karena pasokan komponen dari China tersendat.

>>> Hyundai Motor Hentikan Produksi di Korea Gara-Gara Virus Corona di China, Kok Bisa?

>>> Simak berita mobil terlengkap dan terupdate hanya di Cintamobil.com

Fatchur Sag

Ulasan anda

Apakah artikel ini bermanfaat untuk Anda?
0

berita lain