Komparasi Suzuki S-Presso vs Nissan March dan Mitsubishi Mirage Bekas

21/09/2021

Pasar mobil

4 menit

Share this post:
Kali ini tim Cintamobil.com akan melakukan komparasi terhadap Suzuki S-Presso baru vs Nissan March dan Mitsubishi Mirage bekas. Mana yang lebih menarik dibeli?

Mobil mungil dengan mesin kompak memang bukan sesuatu yang baru. Suzuki sendiri dikenal dengan Karimun yang sempat populer di awal kemunculannya. Sayangnya, versi Wagon R tak setenar pendahulunya.

Beberapa tahun berselang, Nissan pun muncul dengan March yang sangat digemari oleh anak-anak muda karena desainnya yang chic. Selanjutnya, Mitsubishi hadir dengan Mirage. Meski kalah populer, kami tak bisa menampik bahwa Mirage merupakan yang terbaik di kelasnya.

Lantas, apakah Suzuki S-Presso bisa menyaingi kedua mobil kompak yang pernah berjaya di masanya tersebut? Mari kita jabarkan dalam beberapa parameter kunci.

Gambar Nissan March

Nissan March sempat populer di zamannya

Harga

Rumornya, Suzuki S-Presso akan ditawarkan di Indonesia dengan harga di bawah Rp 100 juta. Di India Micro SUV ini memang ditawarkan mulai dari Rp 70 juta, jadi kami asumsikan bahwa harga saat diluncurkan di Tanah Air tak akan melenceng terlalu jauh.

>>> Suzuki S-Presso vs Mobil Bekas Rp 60 Jutaan, Pilih Mana Ya?

Bagaimana dengan Nissan March dan Mitsubishi Mirage bekas? Untuk kebutuhan komparasi, kami memilih mobil perakitan tahun 2016. Dengan usia 5 tahun, seharusnya mobil tersebut masih dalam kondisi yang cukup baik.

Nissan March tahun 2016 ditawarkan di kisaran Rp 90 - 100 jutaan, sedangkan Mitsubishi Mirage ditawarkan di kisaran Rp 118 - 120 juta. Meski dalam kondisi bekas, kedua mobil masih lebih mahal dari Suzuki S-Presso baru.

Gambar Mitsubishi Mirage

Meski sudah berusia 5 tahun, Mitsubishi Mirage tetap menjadi yang termahal

Dimensi

Suzuki S-Presso memiliki panjang 3.565 mm, lebar 1.520 mm, tinggi 1.565 mm, dengan wheelbase 2.380 mm dan ground clearance 180 mm. Sedangkan Nissan March memiliki panjang 3.780 mm, lebar 1.667 mm, tinggi 1.525 mm, dengan wheelbase 2.440 mm dan ground clearance 147 mm.

Selanjutnya ada Mitsubishi Mirage yang memiliki panjang 3.795 mm, lebar 1.665 mm, tinggi 1.510 mm, dengan wheelbase 2.450 mm dan ground clearance 160 mm.

Gambar Suzuki S-Presso

S-Presso masih jadi yang paling mungil di antara ketiganya

Jika Anda pikir March dan Mirage sudah terbilang cukup mungil, terbukti bahwa Suzuki S-Presso bahkan lebih kecil dibandingkan keduanya. Artinya mobil tersebut akan lebih praktis untuk dibawa berkendara sehari-hari di perkotaan. Apalagi didukung ground clearance 180 mm yang membuat pengemudi lebih tenang untuk melewati jalan rusak.

>>> Lebih Dekat Dengan Suzuki S-Presso 2021, Versi Indonesia Bakal Gini?

Di sisi lain, baik March maupun Mirage memiliki dimensi lebih besar yang tentunya berdampak positif pada kelegaan kabin dan kemampuan membawa barang.

Dapur Pacu

S-Presso yang akan diluncurkan di Indonesia kabarnya mengusung mesin K10B yang saat ini digunakan oleh saudaranya, Karimun Wagon R. Mesin 3 silinder 1.0 liter itu mampu menghasilkan tenaga 67 HP dengan torsi 90 Nm.

Nissan March menggunakan mesin 3 silinder 1,2 liter berkode HR12DE yang mampu menghasilkan tenaga 75 HP dengan torsi 100 Nm. Sedangkan Mitsubishi Mirage menggunakan mesin 3 silinder 1,2 liter berkode 3A92 yang mampu menghasilkan tenaga 76 HP dengan torsi 102 Nm.

Gambar Mesin Mirage

Mesin Mirage masih yang paling bertenaga

Di antara ketiganya, mesin Mitsubishi Mirage paling bertenaga. Tetapi S-Presso yang lebih kecil dan ringan seharusnya bisa cukup mengimbangi.

>>> Suzuki S-Presso Siap 'Bunuh' LCGC?

Fitur dan Kesimpulan

Bicara soal fitur, sebenarnya ketiga mobil terbilang cukup mirip. Fitur keselamatan standar seperti Airbags dan pengereman dengan ABS + EBD sudah tersedia di semua mobil.

Untuk fitur infotainment, ketiga mobil juga sudah dibekali setir dengan tombol multifungsi. Yang membedakan, head unit milik Suzuki S-Presso tentu jauh lebih modern dengan konektivitas kekinian seperti Android Auto dan Apple Car Play.

Oh iya, Nissan March dan Mitsubishi Mirage sudah dilengkapi dengan AC digital. Sedangkan Suzuki S-Presso masih mengandalkan pengaturan AC analog dengan putaran kenop.

Dari penjabaran di atas, ketiga mobil sebenarnya cukup sebanding dalam hal fitur dan dapur pacu. Dimensi S-Presso yang lebih kecil mungkin bisa jadi nilai plus atau minus, tergantung bagaimana Anda melihatnya.

Gambar Suzuki S-Presso

Value for money yang tinggi jadi kunci bagi S-Presso agar bisa sukses di Tanah Air

Yang pasti, Micro SUV andalan Suzuki itu jelas sangat unggul dalam hal harga yang tentunya berkaitan dengan value for money. Bahkan, dalam kondisi bekas saja Nissan March atau Mitsubishi Mirage masih lebih mahal.

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif di tahun 2017, Taufan mengisi berbagai posisi mulai dari reporter, test driver, dan host untuk salah satu portal berita otomotif nasional. Kini, Ia bergabung sebagai content writer di Cintamobil.com.

Taufan merupakan lulusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Lulus di tahun 2017, ia langsung mengejar passion dan ketertarikannya sebagai seorang jurnalis otomotif.

Tak butuh waktu lama, Taufan diterima bekerja di GridOto.com. GridOto.com merupakan kanal berita yang mengulas berbagai hal yang berkaitan dengan otomotif, dari mulai review dan test, berita dalam dan luar negeri, serta tips & trick sebagai panduan bagi para pengguna kendaraan bermotor.

Selama dua tahun bekerja di GridOto.com, Taufan diplot untuk menjadi jurnalis yang serba bisa. Dari mulai mengisi artikel news, tips & trick, test drive & review, menjadi host untuk kanal YouTube GridOto.com, hingga menjadi editor pengganti.

Mengunjungi berbagai pameran otomotif nasional dan internasional, menemui narasumber ATPM, dealer mobil bekas, hingga ke bengkel-bengkel spesialis sudah pernah ia jabani. Taufan pun kerap dipercaya menghadiri ajang media test drive untuk mencoba mobil-mobil baru. Dari LCGC seperti Datsun Go, hingga ke Supercar seperti McLaren 720S.

Di sela-sela pekerjaannya, Taufan adalah petrolhead tulen yang gemar mengoleksi mobil (baik dalam bentuk die cast atau mobil asli) dan mengikuti dunia motorsport roda empat. Hobi membacanya juga membuat Taufan memiliki pengetahuan yang cukup dalam terhadap sejarah dan perkembangan mobil di dunia.

Setelah dua tahun berkarya di GridOto.com, Taufan pun memutuskan untuk rehat di tahun 2019. Selama vakum menjadi jurnalis, ia sempat membuka bisnis detailing dan cuci mobil bersama dengan sahabatnya. Selama berbisnis, ia pun memperdalam pengetahuannya terhadap perawatan mobil.

Di tahun 2021, ia memutuskan untuk kembali ke industri yang ia cintai dengan bergabung di Cintamobil.com sebagai Content Writer. Anda akan banyak menemukan tulisan Taufan mengenai berita otomotif dalam dan luar negeri, tips & trick, ulasan teknis mengenai mobil, serta hal-hal yang berkaitan dengan dunia motorsport di website ini.

 
back to top