Rolls-Royce Mulai Banyak Diminati Orang Kaya Berusia Muda

05/10/2021

Pasar mobil

4 menit

Share this post:
Rolls-Royce Mulai Banyak Diminati Orang Kaya Berusia Muda
Rolls-Royce merupakan bagian dari BMW Group yang juga menaungi BMW dan Mini. Di antara ketiganya, Rolls-Royce yang paling mahal justru punya pasar paling muda.

Seperti yang kita tahu, merek dengan maskot 'Spirit of Ecstassy' ini merupakan salah satu produsen mobil paling mahal di seluruh dunia. Logikanya, mobil mahal dengan desain aristokratis seperti Rolls-Royce seharusnya lebih banyak dibeli oleh orang-orang tua yang lebih mapan secara finansial.

Faktanya, justru di antara merek BMW Group lainnya, Rolls-Royce memiliki pangsa pasar paling muda! Mengalahkan MINI yang seharusnya menyasar segmentasi tersebut.

Ini menjadi salah satu faktor mengapa mobil listrik mereka yang akan diluncurkan pada akhir 2023 menggunakan model coupe, bukan empat pintu seperti Phantom atau Ghost.

>>> Rolls-Royce Spectre, Pembuktian Mimpi Menghadirkan Mobil Listrik

Gambar Rolls-Royce Spectre

Berbeda dari prediksi banyak jurnalis, Spectre justru hadir sebagai sebuah coupe

Orang Kaya Semakin Muda?

CEO Rolls-Royce, Torsten Muller-Otvos mengungkapkan bahwa usia rata-rata pelanggan merek asal Goodwood, Inggris ini adalah 43 tahun. Fakta menarik tersebut ia beberkan saat peluncuran mobil listrik Spectre. Ia juga menyebut bahwa pembeli muda ini sebagian besar berada di China dan Amerika Serikat.

Memang beberapa tahun belakangan, ada fenomena baru saat kultur influencer mulai merebak di dunia. Anak-anak muda yang menjadi influencer tersebut, akhirnya menjadi orang kaya baru.

Ketika 'orang kaya baru' ini berusaha untuk memperlihatkan kesuksesannya, mengendarai Rolls-Royce rupanya menjadi salah satu cara yang paling sering digunakan.

Gambar Rolls-Royce Ronaldo

Rolls-Royce menjadi lambang kesuksesan bagi anak muda

Hal ini juga diperkuat dengan popularitas mobil Double R di kalangan atlet-atlet superstar di olahraga basket atau sepak bola. Seperti contohnya Cristiano Ronaldo atau Giannis Antetokounmpo.

Pergeseran nilai ini membuat Rolls-Royce beradaptasi untuk memenuhi keinginan segmentasi yang lebih muda dengan meluncurkan Rolls-Royce Spectre sebagai sebuah coupe.

"Coupe adalah mobil yang sangat emosional dan bagi kami, sangat penting bagi kami untuk membuat sebuah 'statement'," ujar Muller-Otvos.

>>> Produk BMW Group Laku Keras Di Dunia, Indonesia Gimana?

Bukan Suksesor Wraith

Ketika Spectre diperkenalkan, banyak yang berasumsi bahwa mobil listrik tersebut adalah penerus dari Rolls-Royce Wraith. Namun, Muller-Otvos menyangkal hal tersebut.

Gambar Rolls-Royce Wraith

Meski sama-sama coupe, Spectre bukan menjadi penerus Wraith

"Spectre sama sekali bukan penerus Wraith. Ini adalah proposisi yang berbeda untuk klien kami. Ini akan terasa sangat berbeda, itu akan terlihat sangat berbeda," tegasnya.

Sejauh ini, Rolls-Royce belum memberikan detail apa pun mengenai motor listrik maupun baterai yang akan digunakan oleh Spectre. Yang kami tahu, mobil itu akan dibangun di atas platform Architect of Luxury yang digunakan oleh Ghost dan Phantom terbaru.

Rolls berencana untuk memasarkan Spectre pada kuartal keempat tahun 2023. Sebelum itu, pabrikan asal Goodwood, Inggris ini berencana untuk menguji mobil coupe tersebut untuk berjalan sejauh 2,5 juta kilometer sebagai bagian dari rangkaian pengetesan.

Pada tahun 2030, Rolls berencana untuk menjadi produsen mobil listrik sepenuhnya. Artinya, akan banyak mobil listrik baru yang diperkenalkan oleh mereka dalam beberapa tahun ke depan.

Termasuk Crossover listrik yang kabarnya akan menggunakan platform yang sama sebagai SUV kedua setelah Cullinan.

>>> Mewah Sekaligus Kencang! Rolls-Royce Rilis Landspeed Collection

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif di tahun 2017, Taufan mengisi berbagai posisi mulai dari reporter, test driver, dan host untuk salah satu portal berita otomotif nasional. Kini, Ia bergabung sebagai content writer di Cintamobil.com. Taufan merupakan lulusan Hubungan Internasional Fakultas
 
back to top