Koenigsegg dan Geely Akan Membuat Mobil Berbahan Bakar Metanol Dari Gunung Berapi

24/06/2021

Pasar mobil

3 menit

Industri otomotif berlomba-lomba dalam mengembangkan bahan bakar alternatif. Kini Koenigsegg dan Geely berencana untuk membuat bahan bakar dari gunung berapi.

Minggu ini, dua pabrikan mobil dengan koneksi Swedia telah mengumumkan bahwa mereka akan mengejar teknologi mesin dengan bahan bakar metanol.

Pembuat hypercar Koenigsegg telah bergabung dengan raksasa dari Cina yang dimiliki Volvo, Geely, berkomitmen untuk mengambil karbon yang dimuntahkan dari gunung berapi Islandia dan menggunakannya untuk membuat metanol.

Gambar Gunung Berapi Islandia

Mengembangkan metanol dari emisi gunung berapi Islandia

Prosesnya seperti halnya pembuatan metanol sintetis, yaitu menggabungkan hidrogen dengan karbon untuk membuat struktur alkohol yang kemudian dapat digunakan di mobil.

>>> Koenigsegg Agera RS 2018 Ini Cuma Ada Satu di Dunia

Bukan Bahan Bakar Baru

Metanol telah digunakan dalam balap selama beberapa dekade, beberapa mobil balap seperti mobil speed off-road, drag race, dan Monster Truck menggunakan bahan bakar ini.

Secara keseluruhan, bahan bakar berbasis alkohol memiliki nilai oktan tinggi yang meningkatkan efisiensi bahan bakar. Metanol membakar lebih bersih dan lebih dingin, tidak mudah terbakar, serta lebih murah daripada bensin dengan oktan yang serupa.

Gambar Mobil Drag Race

Mobil-mobil drag race menggunakan bahan bakar metanol

Ada banyak cara untuk membuat bahan bakar ini, namun menggunakan gunung berapi aktif sebagai sumbernya adalah sesuatu yang baru.

>>> Geely Jadi yang Terdepan Kembangkan Mobil Berbahan Bakar Metanol

Dimulai Dari Tahun 2015

Geely memulai jalan ini pada tahun 2015, dengan investasi $ 45,5 juta ke perusahaan Islandia Carbon Recycling International untuk mendapatkan metanol berbahan CO2.

Mereka mengira pada saat itu mereka akan mengetes kelayakan mobil metanol di Islandia. Pada tahun 2018 Geely menyatakan proyek itu "sukses besar," dengan membuktikan kesuksesan Geely's Emgrand M100 dalam tes armada selama lebih dari 150.000 mil.

Emgrand M100 adalah satu-satunya mobil produksi yang menggunakan metanol, jadi Geely memiliki pasar dalam hal tersebut. Namun pasar untuk mobil ini masih belum benar-benar terbukti mengingat bahan bakar ini masih dilarang di beberapa negara.

>>> Jangan Asal Terabas Genangan Air di Jalan Tol! Lakukan Ini Agar Tetap Aman Saat Berkendara

Gambar Geely Emgrand M100

Mobil Geely yang sudah menggunakan bahan bakar metanol berbahan dasar vulkanik

Ada motivasi besar karena China sudah menjadi pasar terkemuka dunia untuk metanol sebagai bahan bakar dan menggunakan lebih banyak campurannya daripada negara lain. Dengan pasokan minyak yang semakin terbatas, ini bisa menjadi bahan bakar alternatif yang baik.

Apakah ini bahan bakar yang bersih? Sama sekali tidak. Meskipun CO2 akan dikeluarkan oleh gunung berapi, hidrogen untuk bahan bakar ini kemungkinan akan berasal dari batu bara.

Kecuali Anda mendapatkan hidrogen dari sumber yang benar-benar terbarukan, melalui elektrolisis dari energi hijau dan berhasil memastikan transportasi ke pompa bensin lebih baik daripada netral.

>>> Kupas Tuntas Tentang Bahan Bakar Mesin Diesel

Gambar Christian von Koenigsegg

Christian von Koenigsegg meyakini bahwa metanol ini adalah bahan bakar masa depan

Di pihak Koenigsegg, pendiri Christian von Koenigsegg melihat hal ini sebagai cara yang sangat menarik untuk menciptakan sumber energi propulsi ramah lingkungan.

Ia berbicara tentang teknologi yang sama yang digunakan Geely, mengatakan bahwa di Islandia mereka menyumbat emisi CO2 dari gunung berapi semi-aktif dan mengubahnya menjadi metanol.

Metanol organik adalah sumber bahan bakar yang berbeda dan bisa dibilang lebih baik, kecuali untuk pertanyaan seputar penggunaan lahan dan tanaman.

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif di tahun 2017, Taufan mengisi berbagai posisi mulai dari reporter, test driver, dan host untuk salah satu portal berita otomotif nasional. Kini, Ia bergabung sebagai content writer di Cintamobil.com.
 
back to top