KNKT: Vulkanisir Ban Truk & Bus Itu Aman, Asal...

28/06/2021

Pasar mobil

3 menit

Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menjelaskan bahwa melakukan vulkanisir ban truk dan bus itu aman, asalkan memenuhi standar yang berlaku

Pada kegiatan Bimbingan Teknis Tata Cara Pengereman kepada Pengemudi Angkutan Barang batch kedua yang dilaksanakan kemarin (27/6) di Sentul, Bogor, Jawa Barat. Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juge menjelaskan bahwa sebenarnya vulkanisir ban truk dan bus itu aman dilakukan.

Vulkanisir Itu Aman, Pesawat Juga Pakai

"Yang disebut dengan vulkanisir itu adalah dengan mengganti tread (telapak) ban, jadi ada casing ban kemudian telapaknya ditempelin, kalau ada orang mengatakan vulkanisir ban bus dan truk itu ya mengganti tread," buka Ahmad Wildan selaku Senior Investigator KNKT kepada tim Cintamobil.com.

Gambar ban bias truk & bus

Vulkanisir itu bagian dari keselamatan dan lingkungan

Pria yang akrab disapa Wildan ini juga menambahkan, "Sebenarnya vulkanisir itu bagian daripada safety, dan bagian daripada environment (lingkungan), kita (negara) akan jadi (negara penghasil) limbah ban, kalau enggak ada vulkanisir," tambahnya.

Gambar Pesawat Garuda Landing

Pesawat aja pakai ban vulkanisir

Kalau ada yang bilang ban vulkanisir itu enggak aman, pria ramah ini tak setuju, "Ban pesawat itu bisa divulkanisir 5 hingga 6 kali, beratnya pesawat 560 ton, pada saat touchdown (mendarat) kecepatannya 300 km/jam dia pun pakai (ban) vulkanisir, truk sama bus jelas enggak ada apa-apanya, (kenyataannya) aman tuh," sebut Wildan.

>>> KNKT: Ternyata Banyak Supir Truk Mengakali Truknya

Syarat Vulkanisir Ban yang Baik

Lebih lanjut, pria yang sehari-hari membesut kendaraan dinas Nissan X-trail T31 ini juga menambahkan, "Yang bermasalah adalah izinnya yang (harus) diatur, dunia ini memang butuh vulkanisir di pesawat ada (ketentuan dan perizinannya)," papar Wildan.

Gambar Vulkanisir Ban

Vulkanisir harus memenuhi syarat tertentu dan yang terpenting harus diawasi

"Padahal ban vulkanisir itu yang harus diperhatikan, satu material (bahan)-nya yang digunakan untuk vulkanisir itu harus jelas, kedua orangnya (yang melakukan vulkanisir ban truk dan bus) harus jelas kompetensinya, ketiga alat dan prosesnya," tambah Wildan yang asli wong Tegal, Jawa Tengah ini.

Foto Truk Hino 500 Duta Trans

Fungsi ban juga mengarahkan laju kendaraan

Wildan juga yakin, jika vulkanisir ban truk dan bus bila dilakukan dengan benar pasti akan awet dan tentunya tak akan mencemari lingkungan. Bahkan durabilitasnya sama kuatnya dengan ban baru keluaran dari pabrikan ban.

Foto ban truk Mitsubishi FUSO Fighter

Ban baru juga bisa rusak jika salah perawatan dan penggunaan

"Jadi kalau ada masalah telapak (tread) nya lepas, itu bukan masalah vulkanisir, ban baru juga bisa lepas kalau anginnya setengah habis atau habis sama sekali. sekalipun ban itu baru keluar dari pabrik. Investigasi KNKT itu menunjukkan ban meledak (atau rusak) itu biasanya disebabkan oleh kurang tekanan angin," tutup Wildan.

>>> Sisi Positif Wajib SNI Ban Vulkanisir Menurut Pabrikan

Penulis
Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif pada 2014, setahun kemudian Arfian menjadi test driver di sebuah tabloid otomotif nasional. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2018, Kini ia menjadi Managing Editor Cintamobil.com
 
back to top