Kisah Honda City Di Balap Turing Nasional

10/03/2021

Pasar mobil

5 menit

Setiap produk Honda hampir pasti mempunyai DNA yang sporty tak terkecuali dengan Honda City yang ternyata punya prestasi membanggakan di balap nasional

Kiprah Honda City di balap nasional tak bisa dipandang sebelah mata. Beberapa gelar juara berhasil diboyong oleh produk Honda yang satu ini sekaligus melambungkan nama beberapa pebalap top Tanah Air dari mulai almarhum David Syamsudin hingga Alvin Bahar. Lantas, seperti apa sih kiprah Honda dengan model City ini di balap nasional khususnya balap touring? Mari simak ulasan khusus tim kami berikut ini.

Gambar tim Honda Racing Indonesia 2002

City punya kisah tersendiri di ajang balap Tanah Air

Honda City Mulai Balap Tahun 2002

Dunia balap bukanlah untuk bersenang-senang belaka. Bagi beberapa pabrikan yang turut serta di ajang ini, tentunya memiliki goals untuk melahirkan mobil yang kencang dan durabel serta diharapkan dapat menjadi jagoan di sirkuit. Tak terkecuali dengan Honda. Hal itu dilakukan tentu untuk satu tujuan yakni membantu produknya sukses jualan di pasar mobil Nasional. 

Gambar Honda City Type Z Balap Alvin Bahar

Honda City Type-Z balap yang digunakan Alvin Bahar

City pun memulai 'karir' di balap turing nasional pada tahun 2002. "Saat itu kita turun di tengah seri, seri pertama dan kedua kita enggak ikutan. Kita pakai Honda City Type-Z," buka Alvin Bahar, selaku pebalap Honda Racing Indonesia. Sekadar informasi, City Type-Z merupakan produk sedan kecil andalan PT Honda Prospect Motor (HPM) dan nyaris tak punya rival berat di kelasnya, karena performa tinggi yang diusung sedan mini tersebut di atas rival-rivalnya.

Gambar Honda City Type Z 2001

Dua sedan kompak ini mulai meramaikan balap nasional tahun 2002

Saat itu Alvin Bahar yang juga menjabat sebagai manajer balap Honda berpasangan dengan pebalap Dandy Rukmana. Namun, City baru menuai prestasi membanggakan setahun kemudian dengan pebalap David Syamsudin yang juara nasional di kelas Group N (Production Car). Tahun 2003 ini pula City diandalkan oleh tim Honda Racing Indonesia untuk berlaga di kelas ITCC (Indonesia Touring Car Championship) yang merupakan kelas modifikasi.

Gambar Honda City Type Z Balap

Tahun 2003 City juga berani 'ngelawan' kakaknya di kelas balap yang lebih tinggi

Sebagai info tambahan, kejuaraan ITCC ditempatkan sebagai kejuaraan nasional dengan batasan umur mobil 15 tahun, yang berarti City saat itu harus berkompetisi dengan rival-rivalnya sesama Honda yang spesifikasinya jauh lebih tinggi. Misalnya Civic Estilo yang umumnya mengandalkan mesin legendaris berkode B16 bahkan B18. "Performa City bisa dibilang bagus, karena (saat itu) berhasil masuk runner up," tambah Alvin sapaan akrab Alvin Bahar.

Gambar Honda City balap

Tahun 2004 Honda Racing Indonesia mencoba hal baru

Tahun 2004 Honda Racing Indonesia mencoba hal baru dengan menurunkan dua mobil yang berbeda yakni City Type-Z dan Honda New City yang bermesin L15 i-DSI. "Tahun 2004 itu New City juga sempat dipasangkan mesin K20 Honda untuk berlaga di kelas yang lebih tinggi (ITCC)," sambung Alvin yang juga ayah dari pebalap muda bertalenta Avila Bahar ini. 

Gambar Honda New City i-DSI balap Alvin Bahar

Alvin Bahar di balik kemudi Honda New City i-DSI balap

i-DSI sebenarnya adalah mesin pengembangan Honda dengan desain yang compact, ringan, dan mempunyai efisiensi tinggi. i-DSI merupakan mesin “seri-i” Honda yang kedua. Mesin ini ringkas dan mampu melakukan pembakaran dengan lebih efisien. Sayangnya teknologi dua busi per silinder yang diusung Honda ini kurang cocok di balap. Terbukti dua mobil Honda New City i-DSI tahun selanjutnya yakni 2005 tak berhasil membawa gelar juara.

Gambar Renaldi Hutasoit dan Alvin Bahar

City mulai bertaji tahun 2006

Puasa gelar tahun 2005 langsung terbalas di tahun 2006, di mana Honda New City bermesin VTEC mampu meraih juara nasional di tahun tersebut. Alvin Bahar yang menggeber Honda New City tersebut berhasil meraih juara nasional di kelas GT CAR. Performa mesin berkatup variabel VTEC yang mengandalkan dua buah profil pada noken as alias camshaft ini terbukti mampu menyaingi kedigdayaan Toyota Yaris saat itu.

Gambar Alvin Bahar dan Renaldi Hutasoit

Alvin Bahar (kiri) dan Reynaldi Hutasoit (kanan) jadi skuad Honda tahun 2006

Kiprah Honda City di balap nasional pun berakhir tahun 2007 karena sudah mulai tergantikan oleh Honda Jazz. Memang, masih ada beberapa pabrikan yang mengandalkan City sebagai gacoan di trek sentul tersebut. Namun, perlahan tapi pasti sedan kompak Honda tersebut tergantikan Jazz yang sebenarnya juga saudara satu basis dengan City. Salah satu alasannya adalah dimensi yang lebih kompak membuat handling Jazz lebih lincah dari City.

>>> Memburu 10 Mobil Eks Jagoan Sirkuit

Honda City Speed Challenge Siap Teruskan Suksesi?

Foto Honda City Hatchback RS 2021

Honda City Hatchback RS 2021 siap balap?

Honda Jazz memiliki balap One Make Race (OMR) bertajuk Honda Jazz Speed Challenge (HJSC). Pada balapan tersebut juga berhasil menjaring berbagai bintang balap muda Tanah Air seperti Rio Saputro Budiharjo, Zharfan Rahmadi, dan tentunya Avila Bahar. Namun, balap OMR Honda City Hatchback belum menemukan titik terang, karena "Hingga saat ini sih belum ada pembicaraan ke arah sana," tutup Alvin yang menghubungi tim Cintamobil.com via telepon berbasis aplikasi ini.

>>> Baca juga Kiprah Honda Jazz Di Balap Mobil Indonesia

Lulusan kampus Trisakti angkatan 2009 ini sebenarnya salah jurusan saat kuliah. Karena ia mengambil jurusan Ekonomi Akuntansi mengikuti kemauan ayahnya dibanding mengambil kuliah teknik maupun komunikasi yang menjadi minatnya. Namun, passion menulis dan ketertarikannya akan mobil membawanya melamar menjadi jurnalis otomotif. Gayung pun bersambut, pada tahun 2014 di mana sebelum Arfian wisuda, ia sudah diterima bekerja di Motorplus Weekly. Motorplus Weekly adalah sebuah tabloid dwi mingguan yang mengulas tentang sepeda motor. Lho kok sepeda motor? Yes, karena saat Arfian melamar pekerjaan di anak grup Kompas Gramedia tersebut, hanya posisi itu yang tersedia. Setelah lulus kuliah Arfian bekerja di sana selama tiga tahun sebagai reporter. Bekerja menjadi jurnalis khusus sepeda motor Arfian jalani dengan semangat dan senang hati. Tak terhitung berapa kali ia menemui narasumber, berkunjung ke bengkel maupun sekadar mencoba sepeda motor baru dari jenis scooter hingga motor besar. Di tengah perjalanan karirnya, Motorplus Weekly memiliki satu anak usaha lagi yakni Otoplus weekly yang berpusat di Surabaya, Jawa Timur. Melihat potensi dan passion yang dimiliki Arfian, Editor in Chief Motorplus saat itu, Alm Achmad ‘Feol’ Riswan menugaskan secara khusus Arfian untuk mengisi kolom otomotif roda empat. Arfian ditugaskan untuk test drive mobil di tabloid Otoplus tersebut mulai tahun 2016. Sampai saat ini sudah ratusan kendaraan baik berjenis truk, bus, hingga mobil sport yang Arfian coba. Kegemarannya menulis dengan detail, terstruktur dan teknis membuat ia memiliki pembaca setia dan dipercaya untuk menjadi test driver di tabloid tersebut. Sejak tahun 2018 Arfian bergabung di Cintamobil.com sebagai Content Writer dan menjadi Senior Content Writer setahun kemudian. Di tahun 2021 ia dipromosikan menjadi Editor, dan dengan kinerja yang baik di tahun 2021 ini pula ia dipromosikan kembali menjadi Managing Editor untuk website ini. Education 2009 - 2014 Trisakti University, Bachelor Degree, Accounting 2006 - 2009 54 Senior High School 2003 - 2006 109 Junior High School Experience 2014 - 2016 Motorplus & Otoplus, Kompas Gramedia 2018 Content Writer Cintamobil.com 2019 Senior Content Writer Cintamobil.com 2021 Managing Editor Cintamobil.com Awards 2020 - 3rd Winner, Best Online Write Up Activity & Industry News, Warta Citra Adiwahana 2020 - 2nd Winner, Mitsubishi Journalist Writing Competition - Artikel Online Terbaik 2021 - 1st Winner, Best Online Product Review, Warta Citra Adiwahana

 
back to top