Ketahui Risiko Penularan Covid-19 di Mobil

09/07/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Banyak dari kita mungkin bertanya-tanya mengapa kita harus pakai masker di dalam mobil. Seberapa besar sebenarnya risiko penularan Covid-19 di mobil.

Ada perubahan kebiasaan kita saat ini ketika berkendara. Sebagian besar dari kita lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan dengan kendaraan umum. Alasannya sederhana untuk mencegah tertular dari Covid-19 dari orang lain. Meski begitu, berada di dalam mobil pribadi bukan berarti Anda bisa lolos 100 persen terbebas dari risiko penularan Covid-19 di mobil.

>>> Penutupan Jalan PPKM Darurat Ditambah Jadi 651 Titik

Waktu Penularan yang Sangat Cepat

Akun sosia media Instagram kawalcovid19.id menginformasikan bahwa ada beberapa hal penyebab seseorang bisa tertular Covid-19 saat berada di dalam mobil. Dikatakan juga penularannya akan sangat cepat dengan kondisi tidak ada saluran aliran  udara.

Gambar menunjukan Berkendara tidak menggunakan masker

Jangan coba-coba mengemudi dengan tidak menggunakan masker

“Jika mobil digunakan bersama dan tidak ada ventilasi, dalam waktu 10 menit 8% udara yang kita hirup telah dihembuskan oleh penumpang lain. Artinya, kita berbagi udara dengan orang lain dan risiko transmisi/penularannya sangat tinggi.” himbau media sosial yang diinisiasi oleh netizen Tanah Air itu.

Gambar menunjukan bekendara menggunakan masker

Patahui selalu protokol kesehatan

Kemudian dikatakan juga jika salah satu penumpang di mobil positif Covid, risiko tertular 30% dalam waktu 30 menit atau 71% dalam waktu satu jam. Jika jendela dibuka sekitar 5cm, pertukaran ventilasi dapat memperbarui udara 9x dalam 1 menit. Udara yang dihembuskan akan menghilang dan kemungkinan tertular menjadi rendah.

>>> Cara Mudah Membeli Mobil Baru Diskon PPnBM 100% di Masa PPKM Darurat

Tetap Pakai Masker Meski di Dalam Mobil

Guru Besar Ilmu Penyakit dalam Universitas Airlangga, Djoko Santoso berbicara dalam webinar bersama BMW Astra (6/7) mengatakan hal yang serupa bahwa virus Covid-19 memiliki ukuran yang sangat mikron maka dari itu berkendara juga harus menggunakan masker. Hal ini dilakukan sebagai langkah preventif sebagai pencegahan penularan Covid-19 di dalam mobil.

Gambar nyetir pakai masker

Jangan abai! Selalu pakai masker meski di mobil

"Virus itu ukurannya sampai ke arah mikron jadi istilahnya protokol kesehatan itu jangan dipikir segalanya, namun tanpa protokol kesehatan segalanya akan bubar. Jadi masker di dalam mobil itu kalau ragu, kenapa tidak memakai masker. Jadi sebaiknya pakai masker di dalam mobil, kalau capek bisa sesekali dilepas." kata Djoko.

Djoko menambahkan bahwa virus Covid-19 sangat berbahaya terutama yang varian Delta penyebarannya hanya butuh waktu lima menit saja. “Bila terpapar varian Alpha membutuhkan waktu dua jam namun untuk yang varian Delta lima menit juga bisa terinfeksi.” tutupnya.

>>> Polisi Berikan Dispensasi Perpanjangan SIM di Masa PPKM Darurat

Rahmat menjadi jurnalis otomotif media daring sejak 2014 silam. Tercatat Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019 hingga saat ini. 

Lulusan jurusan Sastra Indonesia ini sejak awal kuliah memang bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sebelum berkiprah di media yang berfokus di Industri otomotif, Rahmat terlebih dulu menulis untuk sebuah majalah sebuah media lokal di Kota Tangerang Selatan.

Setelah setahun lamanya menulis untuk sebuah majalah lokal akhirnya ia berpindah menulis untuk sebuah media daring otomotif. Tepatnya di tahun 2014 ia mulai menulis berkaitan dengan industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri. 

Setelah lulus kuliah di tahun 2017 ia memutuskan untuk keluar dari dunia kewartawanan yang selama ini menghidupinya. Ia mencoba peruntungan dunia marketing mobil bekas. Tak lama berselang ia mencoba peruntungan bekerja di Cintamobil.com pada posisi yang sama. Tak lama setelah itu Rahmat dipindahkan ke tim redaksi Cintamobil.com

Orang bijak pernah berkata rumah bukan sebuah tempat, melainkan perasaan. Sejauh manapun Anda melangkah rumah adalah tempat untuk kembali. Kira-kira seperti itulah yang menggambarkan nasib Rahmat yang akhirnya bisa kembali ke dunia penulisan. 

 
back to top