Kerjasama $200 Juta Renault-Nissan-Mitsubishi untuk Pengembangan Teknologi

09/01/2018

Pasar mobil
Share this post:
Kerjasama $200 Juta Renault-Nissan-Mitsubishi untuk Pengembangan Teknologi
Mengarungi belantara perkembangan industri otomotif dewasa ini sendirian bukanlah perkara mudah. Setidaknya, hal inilah yang dipercaya oleh tiga nama besar produsen mobil, Renault, Nissan dan Mitsubishi. Ketiga pabrikan ini mengumpulkan dana besar untuk mengembangkan teknologi mobilitas.

Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi diketahui sudah mengumpulkan dana sebanyak $200 Juta untuk perkembangan teknologi mobilitas dalam menghadapi perubahan industri otomotif saat ini. Ketiga perusahaan tersebut berinvestasi pada perusahaan startup untuk mengembangkan senjata mereka sendiri.

Dilansir dari Reuters, total $200 Juta yang dikumpulkan merupakan patungan dari ketiga perusahaan besar tersebut. Diresmikan pada pameran industri teknologi International Consumer Electronics Show (CES) 2018 yang diadakan di Las Vegas pada bulan ini, Kepala Eksekutif Carlos Ghosn membeberkan bahwa dana tersebut terkumpul 40% dari Renault, 40% oleh Nissan dan sisanya diberikan oleh Mitsubishi.

Carlos Ghosn yang merupakan Kepala Eksekutif yang berada di depan logo Renault dan Nissan

Carlos Ghosn dalam menerangkan Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi

Sebaliknya, Frederique Le Geves, juru bicara untuk aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi ini menolak untuk memberikan keterangan lebih lanjut.

Industri mobil tradisional saat ini semakin terhimpit oleh rencana layanan pay-per-use (bayar ketika dipakai) yang saat ini dikembangkan oleh Uber, serta program berbagi kendaraan dan tantangan yang diberikan oleh pergeseran dari mobil konvensional ke mobil listrik dan mobil otonom.

>>> Baca juga Kebijakan terbaru Kosta Rika dalam pengembangan mobil listrik plug-in

Pesaing mereka, BMW, telah membeli saham beberapa perusahaan startup baru yang bergerak di bidang perangkat lunak untuk kendaraan berbagi, pengisian daya untuk mobil listrik serta perangkat mobil otonom. Produsen mobil asal Jerman ini diketahui telah mengeluarkan dana sebesar $600 Juta untuk iVentures, dana terbesar yang pernah dikeluarkan oleh sebuah produsen mobil.

Gambar aplikasi Uber yang dipegang oleh tangan yang diangkat di daerah perkotaan

Rencana layanan Uber menjadi penghambat kemajuan industri otomotif konvensional

Tak lupa, perusahaan lain juga melakukan hal serupa untuk menegaskan persaingan mereka dalam perkembangan industri ini. Sebut saja GM Ventures General Motors yang sudah mengeluarkan $240 Juta dan PSA Group, perusahaan pemilik Peugeot yang menginvestasikan 100 Juta Euro.

>>> Baca juga perkembangan pasar mobil disini

Semua dana tersebut dimasukkan dalam kategori dana CVC (Corporate Venture Capital) atau bisa juga diartikan sebagai dana modal vetura korporat. Dana CVC merupakan sebuah fitur yang biasa ditemukan pada industri teknologi dan obat-obatan yang mengabaikan formalitas dan bergerak lebih cepat untuk berinvestasi pada perusahaan-perusahaan startup baru.

Mobil otonom Nissan Leaf berwarna putih yang sedang melakukan uji coba di jalanan kosong

Mobil Otonom Nissan, Nissan Leaf yang masih mengalami pengujian

Dengan ambisi Nissan untuk memasarkan mobil otonom, Nissan Leaf, dan taksi robot pada 2022, produsen mobil asal Jepang ini terbilang suka menghindari startup dan lebih memilih bermitra dengan perusahaan yang lebih mapan, seperti perusahaan perangkat lunak DeNA Co.

Berikut teknologi Barin-to-Vehicle Nissan terbaru pada CES 2018

Di lain pihak, Renault juga melakukan beberapa investasi dengan Marcel, sebuah perangkat berbagi kendaraan di Paris serta dengan Jedlix, perusahaan asal Belanda yang bergerak di bidang teknologi pengisian daya mobil listrik.

>>> Baca juga berita industri otomotif lainnya disini

Share this post: