Kepergok Curang, SSC Tuatara Akui Rekor Top Speed Mereka Tidak Sah

25/07/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
SSC Tuatara sempat mencuri perhatian saat memecahkan rekor top speed dengan kecepatan melebihi 500 km/jam. Namun pemecahan rekor tersebut terbukti tidak sah.

Setelah menuai berbagai kontroversi, Shelby SuperCars (SSC) akhirnya mengakui bahwa rekor kecepatan yang mereka capai dengan Tuatara tidak valid. Sebelumnya, mereka cukup percaya diri saat memproklamirkan bahwa top speed SSC Tuatara menembus angka 532 Km/jam.

"Kami telah meninjau pertanyaan kalian berbulan-bulan lalu yang membuat anda frustasi. Jika masih belum jelas, kami memberitahukan secara resmi bahwa kami tak mencapai kecepatan 331 Mph (532 Km/jam) atau bahkan 301 Mph (484 Km/jam) pada Oktober 2020," ungkap SSC melalui akun Instagram resminya.

Akui tak tembus 500 km/jam

SSC melakukan percobaan pertamanya dalam memecahkan rekor kecepatan kendaraan produksi massal pada Oktober 2020. Pada video yang diunggah di kanal YouTube mereka, terlihat bahwa mobil tersebut mampu menyentuh kecepatan maksimal di angka 532 km/jam dengan kecepatan rata-rata 508,7 km/jam.

Gambar SSC Tuatara

SSC akhirnya mengaku bahwa rekor mereka tidak sah

Upaya pemecahan rekor yang dipegang oleh Koenigsegg Agera RS tersebut pun mengundang kontroversi. Banyak pihak yang merasa bahwa video yang diunggah oleh SSC terlihat janggal.

Beberapa influencer otomotif pun bahkan memberikan video reaksi untuk mendebat klaim rekor kecepatan SSC Tuatara. SSC sempat kukuh dengan kecepatan rata-rata yang ditunjukkan di GPS, namun Dewetron selaku produsen alat yang dipakai dalam usaha pemecahan rekor tersebut pun angkat bicara.

>>> Hati-Hati, Ini Cara Maling Bobol Keyless Entry Mobil Anda!

Gambar SSC

Dewetron akhirnya menganulir klaim yang dilakukan oleh SSC

Dewetron tidak memvalidasi data tersebut karena tidak ada perwakilan mereka yang terlibat dalam run yang dilakukan SSC Tuatara.

"Karena hasil data pengukuran sangat bergantung pada pengaturan yang tepat, pada kalibrasi reguler sistem dan sensor yang digunakan serta pada banyak parameter lainnya, kami tidak dapat menjamin keakuratan atau kebenaran hasilnya. Sampai saat ini, Dewetron tidak menerima file pengukuran dari test drive," ungkap Dewetron dalam rilis resmi.

Beberapa upaya sudah dilakukan untuk memecahkan rekor kecepatan yang dipegang Koenigsegg Agera RS sejak 2017. Dan percobaan pertama SSC Tuatara pun terbukti tidak sah, apalagi dengan klaim bahwa mereka bisa menembus batas 500 km/jam.

>>> GIIAS 2021 Diundur Lagi Hingga November

Percobaan Kedua Untuk Menutup Kontroversi

SSC pun melakukan percobaan kedua di Januari 2021, tentunya upaya pemecahan rekor ini dilakukan dengan sah agar tidak ada lagi kontrovesi dan perdebatan. Kali ini, SSC Tuatara resmi menaklukkan rekor Koenigsegg Agera RS dengan kecepatan 282,9 mil/jam atau 455,28 km/jam.

Gambar Koenigsegg Jesko

Baru saja dipecahkan, Koenigsegg sudah siap-siap merebut kembali rekor tersebut dengan Jesko Absolut

Meski sudah memecahkan rekor, terbukti bahwa mobil tersebut masih belum mampu menjangkau angka 300 mil/jam bahkan 500 km/jam yang mereka klaim sebelumnya.

Koenigsegg pun sudah bersiap-siap untuk merebut kembali rekor tersebut dengan Koenigsegg Jesko Absolut. Berdasarkan simulasi, Koenigsegg Jesko 'biasa' saja sudah bisa menembus angka 500 km/jam. Bagaimana SSC, belum kapok melawan Koenigsegg?

>>> Dapatkan harga mobil terbaru dan promo terbaik tahun 2021 di sini

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif di tahun 2017, Taufan mengisi berbagai posisi mulai dari reporter, test driver, dan host untuk salah satu portal berita otomotif nasional. Kini, Ia bergabung sebagai content writer di Cintamobil.com.

Taufan merupakan lulusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Lulus di tahun 2017, ia langsung mengejar passion dan ketertarikannya sebagai seorang jurnalis otomotif.

Tak butuh waktu lama, Taufan diterima bekerja di GridOto.com. GridOto.com merupakan kanal berita yang mengulas berbagai hal yang berkaitan dengan otomotif, dari mulai review dan test, berita dalam dan luar negeri, serta tips & trick sebagai panduan bagi para pengguna kendaraan bermotor.

Selama dua tahun bekerja di GridOto.com, Taufan diplot untuk menjadi jurnalis yang serba bisa. Dari mulai mengisi artikel news, tips & trick, test drive & review, menjadi host untuk kanal YouTube GridOto.com, hingga menjadi editor pengganti.

Mengunjungi berbagai pameran otomotif nasional dan internasional, menemui narasumber ATPM, dealer mobil bekas, hingga ke bengkel-bengkel spesialis sudah pernah ia jabani. Taufan pun kerap dipercaya menghadiri ajang media test drive untuk mencoba mobil-mobil baru. Dari LCGC seperti Datsun Go, hingga ke Supercar seperti McLaren 720S.

Di sela-sela pekerjaannya, Taufan adalah petrolhead tulen yang gemar mengoleksi mobil (baik dalam bentuk die cast atau mobil asli) dan mengikuti dunia motorsport roda empat. Hobi membacanya juga membuat Taufan memiliki pengetahuan yang cukup dalam terhadap sejarah dan perkembangan mobil di dunia.

Setelah dua tahun berkarya di GridOto.com, Taufan pun memutuskan untuk rehat di tahun 2019. Selama vakum menjadi jurnalis, ia sempat membuka bisnis detailing dan cuci mobil bersama dengan sahabatnya. Selama berbisnis, ia pun memperdalam pengetahuannya terhadap perawatan mobil.

Di tahun 2021, ia memutuskan untuk kembali ke industri yang ia cintai dengan bergabung di Cintamobil.com sebagai Content Writer. Anda akan banyak menemukan tulisan Taufan mengenai berita otomotif dalam dan luar negeri, tips & trick, ulasan teknis mengenai mobil, serta hal-hal yang berkaitan dengan dunia motorsport di website ini.

 
back to top