Kriteria Kendaraan yang Bakal Dicegat di Pos Penyekatan

09/05/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Sebagian kendaraan bebas melintas, sedangkan yang lain tidak. Inilah kriteria kendaraan langsung dihentikan di pos penyekatan untuk diperiksa oleh petugas.

Larangan mudik benar-benar dijalankan serius untuk mencegah warga yang masih niat mudik. Pos penyekatan mulai dioperasikan sejak 6 Mei 2021 di banyak lokasi. Penjagaan ketat juga dilakukan personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, dan petugas dari instansi lain. Meski demikian tidak semua kendaraan yang melintas dihentikan untuk diperiksa atau disuruh putar balik.

Kriteria kendaraan yang dihentikan di pos penyekatan

Dijelaskan Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan, hanya kendaraan dengan kriteria tertentu yang dihentikan di pos penyekatan. Petugas akan melakukan pemeriksaan dari yang ringan hingga yang mendetail pendarahan boleh melintas atau harus putar balik. Berikut kriterianya tersebut:

  • Plat nomor B

Foto menunjukkan Pemeriksaan kendaraan di Kota Bekasi

Kendaraan plat nomor B paling banyak diperiksa di pos penyekatan larangan mudik

Kendaraan plat nomor B menjadi sasaran pertama untuk dihentikan. Alasannya sudah tentu karena plat nomor B adalah plat nomor Jakarta. Dikhawatirkan kendaraan tersebut punya tujuan untuk mudik.

“Yang pertama kita lihat plat nomornya dulu, kalau dia dari Jakarta (plat B) nah itu kita pastikan diperiksa,” kata Hendra di Pos Penyekatan Kedungwaringin, dikutip dari laman Humas Polri, (8/5/2021).

Pos Penyekatan Kedungwaringin merupakan salah satu titik penyekatan Kabupaten Bekasi yang berbatasan dengan Karawang.

>>> Catat! Ini Titik Penyekatan di Bekasi dan Tangerang

  • Plat nomor beda tujuan

Kendaran berplat nomor beda dengan daerah yang dituju juga dihentikan untuk diperksa. Ada kemungkinan pengendara punya tujuan mudik. Misal plat F (Bogor) tapi kendaraan mengarah ke Kota Karawang (plat T). Bisa jadi punya tujuan mudik ke Bandung.

  • Penampilan “mencurigakan”

Foto Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan meninjau penyekatan mudik

Pemudik nekat bakal menghadapi banyak masalah di perjalanan

Penampilan pengendara atau kendaraan menjadi salah satu yang pertimbangan kendaraan harus dihentikan untuk diperiksa. Pemotor dengan penampilan biasa atau berpakaian kerja tanpa barang bawaan akan diperiksa, namun tidak terlalu detail. Berbeda jika membawa banyak barang bawaannya dengan penampilan layaknya ingin berkendara jauh, maka akan diperiksa secara detail.

“Kalau (penumpangnya kelihatan) udah ramai, itu akan kita tanya secara detail. Terus pengguna motor yang kelihatan bawa barang (banyak). Terus plat nomornya juga bukan ke arah tujuan Karawang (plat T) itu juga akan kita lakukan pemeriksaan,” sambung Hendra.

Jenis Kendaraan yang Dibolehkan Melintas

Sesuai Permenhub No.13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 H/Tahun 2021 dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19, beberapa jenis kendaraan boleh melintas di masa larangan mudik 6-17 Mei 2021, bahkan tanpa pemeriksaan.

Diantaranya kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara RI, kendaraan dinas operasional, berplat dinas, TNI, Polri dan kendaraan dinas operasional petugas jalan tol, kendaraan pemadam kebakaran, ambulance dan mobil jenazah.

>>> Lakukan Hal Berikut Jika Mendengar Sirene Ambulance di Belakang!

 

Foto Ambulans dan mobil patroli polisi Polsek Kamal

Ambulance punya prioritas untuk didahulukan

Kemudian mobil barang dengan tidak membawa penumpang; kendaraan yang digunakan untuk pelayanan kesehatan setempat seperti ibu hamil dan anggota keluarga intinya yang akan mendampingi, kendaraan yang mengangkut pekerja migran Indonesia warga negara Indonesia dan mahasiswa pelajar di luar negeri, serta pemulangan orang dengan alasan khusus dari pemerintah sampai ke daerah asal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pada perkembangannya beberapa kendaraan yang diizinkan melintas tersebut tetap harus diperiksa karena kerap disalahgunakan. Seperti ambulance dan mobil barang yang ternyata berisi para pemudik.

>>> Mudik Dilarang, Jalin Silaturahmi Dengan 4 Cara ini!

Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top