Kendaraan Listrik di Jakarta Bebas Biaya Balik Nama Hingga 2024

24/01/2020

Pasar mobil

2 menit

Kendaraan Listrik di Jakarta Bebas Biaya Balik Nama Hingga 2024
Sebagai langkah pengendalian kualitas udara, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya meresmikan kebijakan keringahan pajak bagi kendaraan listrik di Jakarta.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya meresmkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 3 tahun 2020 yang memuat kebijakan Insentif Pajak. Peraturan mengenai Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN0KB) Atas Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan memberikan kebebasan pajak BBN-KB.

Dalam peresmiannya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menebutkan bahwa Pemrov DKI menjadi Pemerintah Provinsi pertama yang mengeluarkan peraturan pembebasan BBN-KB untuk kendaraan listrik. Terhitung 2020, kegiatan jual beli, tukar menukar, warisan, hibah dari kendaraan motor berbasis listrik, baik roda empat maupun roda dua dikenakan pembebasan pajak bea balik nama.

polusi yang ada di jalanan di Jakarta 
Pemerintah DKI Jakarta ingin memperbaiki polusi udara dengan peraturan kendaraan listrik

>>> Aturan Ganjil Genap Tak Berlaku Buat Mobil Listrik, Bagaimana Dengan Hybrid?

Kendaraan yang mendapatkan pembebasan BBN adalah kendaraan pribadi maupun umum, tetapi dengan syarat bertenaga listrik murni. "Kebijakan ini tidak berlaku untuk jenis kendaraan Hybrid ataupun kendaraan semi listrik. Jadi, hanya kendaraan bermotor yang 100 persen menggunakan listrik berbasis baterai,” tambah Anies.

Kebijakan ini berlaku mulai 15 Januari 2020 hingga 31 Desember 2024. Pergub Nomor 3 Tahun 2020 diresmikan untuk mendukung, mengatur, dan mengendalikan kualitas udara kota Jakarta. "Semoga ini akan direspons positif dan kita percaya ini bagian dari ikhtiar, membuat Jakarta lebih baik dan sehat, juga masyarakat mendapatkan manfaat ekonomis dari kebijakan ini," terangnya.

>>> Berita pasar mobil dalam dan luar negeri lainnya bisa Anda dapatkan di sini

Keistimewaan mobil listrik

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo setelah berkoordinasi dengan Dislantas Polda Metro Jaya menyebutkan bahwa kendaraan listrik akan mendapatkan keistimewaan terhadap Electronc Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik.

mobil listrik Hyundai Ioniq berwarna putih 
Hyundai Ioniq, mobil listrik yang baru saja diperkenalkan

Rencananya, tilang elektronik juga akan diberlakukan untuk kendaraan roda dua mulai 1 Februari mendatang. Untuk itu, Dinas Perhubungan menginginkan agar kendaraan listrik di Jakarta memiliki tanda ketika direkam dalam kamera tilang. Begitu pula kendaraan yang digunakan oleh pengendara dengan disabilitas.

Pergub Nomor 3 Tahun 2020 merupakan tindak lanjut dari Pasal 17 ayat (1) dan (2) Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 mengenai Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi. Dalam peraturan tersebut, pemerintah menargetkan mobil listrik 2.200 unit, hybrid 711.000 unit, dan sepeda motor listirk 2,1 juta unit pada 2025 mendatang.

>>> Berita otomotif terlengkap hanya ada di sini

Penulis
Pria asal Minang ini menjadi salah satu tim pelopor eksistensi Cintamobil.com di Indonesia dan bergabung sejak 2017. Dengan bekal ilmu SEO yang mumpuni, Padli menjadi salah satu spesialis SEO di Cintamobil.com.
 
back to top