Kenapa Semakin Banyak Kerjasama antar Pabrikan Otomotif Terjadi?

05/03/2019

Pasar mobil
Share this post:
Kenapa Semakin Banyak Kerjasama antar Pabrikan Otomotif Terjadi?
Tidak hanya Toyota dan Daihatsu, atau Renault-Nissan-Mitsubishi, BMW dan Daimler mengungkapkan kerjasama meskipun telah lama bersaing sebagai pabrikan di negara yang sama. Sebenarnya, apa yang membuat kerjasama antar pabrikan otomotif semakin sering terjadi?

Ketika BMW dan Daimler mengumumkan kemitraan € 1 Milyar (lebih dari Rp 16 Triliun) minggu lalu untuk mengembangkan serangkaian layanan mobilitas bersama, menandai bagaimana industri otomotif berubah. Raksasa asal Jerman bukanlah pabrikan yang sering melakukan kerjasama antar pabrikan otomotif.

pejabat yang meresmikan kemitraan Honda dan GM

Kemitraan Honda dan General Motors untuk armada taksi tanpa awak

Sebelumnya, Ford dan Volkswagen sepakat untuk menyelidiki cara bekerja dalam pengembangan kendaraan listrik dan swakemudi bersama-sama. Sedangkan Honda menginvestasikan $ 2.1 Miliar (38 Triliun) dalam unit tanpa pengemudi milik General Motors untuk meluncurkan armada taksi tanpa awak.

>>> Xpander-Livina, Platform Bareng-Bareng Servis Sendiri-Sendiri

Cara termudah pengembangan teknologi kendaraan

Dilansir dari BBC, Prof. Peter Wells selaku Direktur Pusat Penelitian Industri Otomotif di Cardiff Business School menjelaskan, "Tidak ada yang tahu persis apa yang akan terjadi dengan mobilitas masa depan, jadi orang berkumpul untuk menurunkan risiko.” Karena itu, kerjasama merupakan salah satu cara untuk mengembangkan teknologi, tetapi dengan risiko yang lebih kecil.

ilustrasi kerjasama BMW dan Daimler dari dua logo yang bersatu

Kemitraan BMW dan Daimler digunakan untuk pengembangan teknologi kendaraan

Beberapa kemitraan antara pembuat mobil telah berkomitmen untuk mengembangkan teknologi kendaraan listrik. Meskipun mobil listrik masih menyumbang hanya sebagian kecil dari kendaraan di jalan, tetapi diperkirakan akan berubah selama lima tahun ke depan setelah regulator serta pemerintahan sudah mempertimbangkan tingkat emisi kendaraan dari mobil bensin dan diesel.

>>> Dapatkan berita pasar mobil terlengkap hanya di Cintamobil.com

Sementara semakin banyak perusahaan mobil bekerja sama, perjanjian mereka jarang bersifat eksklusif dan melibatkan kepemilikan silang. Pabrikan juga cenderung berkolaborasi hanya di bidang-bidang tertentu, sambil tetap menjadi pesaing di bidang lain. Seperti halnya pada kerjasama Toyota dan Daihatsu melalui Avanza dan Xenia: bekerja sama dalam pengembangan tapi bersaing dalam penjualan.

Masalahnya, ungkap David Leggett selaku editor majalah Just-Auto, pembuat mobil tradisional harus merombak proses produksi mereka dengan cepat untuk bersaing di industri otomotif yang kompetitif. "Tantangan utama adalah teknologi itu mahal. Ini adalah tugas berat untuk membuat baterai yang cukup murah dan berkinerja cukup baik untuk bersaing dengan mesin bensin," katanya.

>>> Dapatkan daftar berbagai mobil baru lainnya di sini

baterai mobil listrik dari Chevrolet Bolt

Kerjasama pabrikan biasanya menjadi cara tercepat untuk mengembangkan teknologi

Kerjasama merupakan solusi tercepat untuk tetap bersaing dengan cara yang cepat di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat. Perusahaan mobil yang gagal beradaptasi akan menghadapi masa depan yang tidak pasti. "Pada akhirnya, jika sebuah perusahaan kehilangan banyak uang, sulit untuk melanjutkannya," kata Leggett. "Pembuat mobil tradisional akan tertinggal jika mereka tidak memahami teknologi baru."

>>> Berita terlengkap dari dunia otomotif hanya ada di Cintamobil.com

Share this post:
Penulis
Pria asal Minang ini menjadi salah satu tim pelopor eksistensi Cintamobil.com di Indonesia dan bergabung sejak 2017. Dengan bekal ilmu SEO yang mumpuni, Padli menjadi salah satu spesialis SEO di Cintamobil.com.
 
back to top