Kenali Perbedaan Mobil Listrik BEV, HEV dan PHEV Biar Tak Bingung!

28/01/2020

Pasar mobil

3 menit

Kenali Perbedaan Mobil Listrik BEV, HEV dan PHEV Biar Tak Bingung!
Ada banyak jenis mobil mobil listrik yang masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. So, kenali perbedaan mobil listrik BEV, HEV dan PHEV agar tidak bingung!

Melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 3 Tahun 2020 yakni tentang Insentif Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Atas Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan banyak insentif untuk kendaraan listrik yang teregistrasi di wilayah ibu kota. Diantaranya membebaskan dari pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) dan mengecualikan dari sasaran tilang ganjil genap.

Gambar Electric Car Icon

Pemprov DKI bebaskan pajak untuk kendaraan listrik

Pergub ini merupakan dukungan pemerintah ibu kota terhadap Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) Untuk Transportasi Jalan yang disahkan pada Agustus 2019.

Khusus Kendaraan Listrik Murni

Insentif tersebut di atas hanya berlaku untuk kendaraan listrik murni atau full electric atau disebut juga BEV (Battery Electric Vehicle), baik mobil maupun sepeda motor. Hal ini perlu diketahui mengingat tidak semua kendaraan listrik adalah full electric. Seperti kendaraan HEV (Hybrid Electric Vehicle) dan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) kedua jenis kendaraan ini sama-sama menggunakan baterai listrik, tapi juga tidak sepenuhnya menggunakan motor listrik.

>>> Temukan banyak pilihan mobil berkualitas di sini

Keduanya meski dibekali baterai diberlakukan sama seperti halnya kendaraan konvensional sebab masih menggunakan 'bantuan' bahan bakar konvensional. Pajak BBN-KB tetap 12,5%, tetap kena aturan ganjil genap, serta tidak diberi insentif yang lain. Lantas apa perbedaan mobil listrik tiga jenis di atas?

Perbedaan mobil listrik BEV, HEV dan PHEV

BEV (Battery Electric Vehicle)

Foto menunjukkan Hyundai Kona Electric tampak dari depan

Hyundai Kona Electric, tampilan lebih menggoda dari Kona biasa

Perbedaan mobil listrik BEV (Battery Electric Vehicle) dengan yang lain adalah yang paling mencolok. BEV disebut juga mobil listrik murni atau full electric. Mobil ini yang paling ramah lingkungan sebab sumber tenaganya hanya menggunakan baterai saja, bukan yang lain. Kekurangannya, karena hanya ditenagai baterai mobil BEV bergantung penuh pada stasiun pengisian, baik di rumah sendiri maupun di tempat pengisian listrik umum. Oleh karena itu dibutuhkan perhitungan yang tepat bagi pengemudi untuk jarak yang bisa ditempuh sesuai kapasitas daya yang tersisa, dari berangkat sampai kembali. Contoh mobil BEV yaitu Tesla semua model, Hyundai Ioniq, Hyundai Kona Electric, Nissan LEAF, BMW i3, KIA Niro EV, VW e-Golf, dan Jaguar i-Pace.

>>> Jadi Yang Pertama, Penjualan Nissan LEAF Melampaui 400.000 Unit

HEV (Hybrid Electric Vehicle)

Foto menunjukkan Toyota CH-R Hybrid saat diluncurkan di Indonesia

Toyota paling banyak menjual mobil hybrid di Indonesia

Disebut juga mobil listrik, mobil HEV (Hybrid Electric Vehicle) masih bergantung pada bahan bakar konvensional karena masih menggunakan mesin konvensional. Mobil ini ditambahkan baterai dan motor listrik untuk mendapatkan efesiensi bahan bakar yang lebih besar serta mengurangi polusi yang dihasilkan dari pembakaran mesin konvensional.

Kelebihan dari mobil HEV selain hemat bahan bakar dua kali lipat dibanding mobil konvensional adalah tidak ribet harus mengisi ulang. Baterai HEV-nya tidak bisa dicas dengan colokan listrik tapi terisi ulang secara otomatis dari kinerja mesin dan pengereman.Contoh mobil HEV yang dipasarkan di Indonesia, yaitu Toyota Alphard Hybrid, Toyota C-HR Hybrid, Toyota Corolla Hybrid dan Camry Hybrid.

>>> Mengungkap Fitur Toyota Corolla Altis HEV, Sedan Ramah Lingkungan Toyota

PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle)

Foto menunjukkan Mitsubishi Outlander PHEV saat ikut karnaval Jakarta Langit Biru 2019

Mobil listrik PHEV, harga masih sangat mahal

Mobil listrik PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) memiliki kinerja yang sama dengan mobil HEV (Hybrid Electric Vehicle), menggunakan baterai listrik dan masih menggunakan mesin konvensional dengan bahan bakar. Yang membedakan mobil listrik PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) bisa dicas dengan colokan listrik di rumah maupun di stasiun pengisian listrik umum. Contoh mobil PHEV yang sudah dipasarkan di Indonesia yaitu Mitsubishi Outlander PHEV, Toyota Prius, dan BMW i8 Roadster.

>>> Review Mitsubishi Outlander PHEV 2019 : Nama Boleh Sama Spesifikasi Total Berbeda

Dari perbedaan mobil listrik BEV, HEV dan PHEV di atas bisa disimpulkan yang paling cocok dan relevan untuk pasar Indonesia saat ini adalah mobil hybrid (Hybrid Electric Vehicle). Hal ini mempertimbangkan faktor tersedianya infrastruktur pengisian secara menyeluruh di semua daerah jika menggunakan mobil listrik murni, serta biaya besar untuk pengisian jika melakukan pengecasan menggunakan listrik rumah. Perlu diketahui untuk mengecas mobil listrik di rumah diperlukan daya listrik yang besar minimal 2.200 watt. Itupun pengisian memerlukan waktu yang lama hingga berjam-jam.

Kembali kepada keputusan Anda, kalau Anda mementingkan insentif seperti yang diberikan Pemrov DKI, silahkan beli mobil listrik murni atau BEV. Tapi kalau mementingkan kenyamanan, mobil hybrid lebih cocok untuk Anda beli.

Merek China pun siap berkompetisi di pasar mobil listrik

>>> Berita otomotif terkini dan menarik lainnya di Cintamobil.com

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top