Kembali Runner Up, Penjualan Daihatsu Tidak Lagi Bergantung Pada Xenia

11/01/2020

Pasar mobil

3 menit

Kembali Runner Up, Penjualan Daihatsu Tidak Lagi Bergantung Pada Xenia
Untuk kesekian laginya Daihatsu menempati urutan kedua merek mobil terlaris di Indonesia. Yang beda, penjualan Daihatsu kini tak lagi bergantung pada Xenia.

Pasar mobil di Indonesia sepanjang 2019 mengalami penurunan. Bahkan, asosiasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) harus merevisi target tahunan dari sebelumnya 1,15 juta unit menjadi 1 juta unit. Selain faktor panasnya suhu politik karena bebarengan dengan Pilpres, kondisi di atas juga dipengaruhi menurunnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS serta kenaikan pajak.

Meski demikian upaya keras tetap digencarkan para produsen serta diler demi mendapatkan angka penjualan terbaik. Itupun yang dilakukan PT Astra Daihatsu Motor (ADM). Melalui serangkaian strategi, ADM berhasil mendapatkan penjualan terbaiknya sepanjang 2019.

Penjualan Daihatsu 2019

Foto menunjukkan sejumlah model dipajang di Booth Daihatsu GIIAS 2019

Pasar otomotif nasional mengalami penurunan di 2019

Data resmi penjualan Daihatsu bulan Desember 2019 belum dirilis GAIKINDO sehingga belum bisa diketahui rinciannya secara mendetail. Meski demikian, ADM sedikit membocorkan pencapaiannya sepanjang 2019.

>>> Temukan mobil pilihan Anda di sini

Disampaikan Marketing & CR Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO), Hendrayadi Lastiyoso, Daihatsu berhasil menguasai pangsa pasar otomotif roda empat di Indonesia sebesar 17 persen dengan jumlah unit terjual sebanyak 177.588 unit, serta mempertahankan posisinya sebagai runner up merek mobil terlaris di Indonesia. Daihatsu hanya kalah dari Toyota yang notabene adalah saudara sendiri.

"Walau data resminya belum rillis, kami bocorkan bahwa market share Daihatsu sekitar 17 persen dari total penjualan pasar otomotif. Atau, secara retail volumenya selama 2019 mencapai 177.588 unit," kata Hendrayadi, seperti dikutip dari Liputan6, (9/1/2020).

Model Terlaris

Dari seluruh pencapaian tahun 2019, kontribusi terbesar disumbang model LCGC Sigra sebesar 29 persen. Disusul Gran Max sebesar 21 persen dan Xenia sebesar 16 persen. Pencapaian ini makin mengukuhkan posisi Sigra sebagai kontributor terbesar penjualan Daihatsu dalam tiga tahun terakhir, menggeser dominasi Xenia.

>>> Review Daihatsu Sigra 2019: Tampilan Mobil Baru LCGC Paling Ekonomis Untuk Keluarga Indonesia

Foto menunjukkan New Daihatsu Sigra sedang test drive

Ada Sigra, penjualan Daihatsu tidak lagi didominasi Xenia

Untuk diketahui sebelum kehadiran Sigra tahun 2016, Xenia menjadi tulang punggung Daihatsu bersama Gran Max. Baru setelah Sigra diluncurkan tahun 2016, konsumen lebih banyak memilih Sigra dibanding Xenia. Alasannya, harga Sigra lebih murah, tetap bisa mengkomodir 7 penumpang, serta lebih hemat BBM.

Data penjualan (ritel) tahun 2016 tercatat sebanyak 192.410 unit. Xenia masih menempati urutan pertama dengan penjualan sebanyak 48.072 unit, disusul Gran Max PU sebanyak 42.625 unit, Ayla sebanyak 40.300 unit, dan Sigra sebanyak 24.642 unit.

Tahun 2017 penjualan turun menjadi 185.240 unit unit. Namun kondisi berbalik. Sigra langsung melejit memimpin penjualan Daihatsu dengan capaian sebanyak 48.293 unit, disusul Gran Max PU sebanyak 40.324 unit (22%), Xenia sebanyak 36.948 unit, dan Ayla sebanyak 27.587 unit.

Tahun 2018 penjualan naik lagi menjadi 200.178 unit unit, Sigra turut meningkat dengan penjualan sebanyak 50.682 unit, diikuti Gran Max PU sebanyak 42.250 unit, Xenia sebanyak 30.418 unit, dan Terios mencapai 29.655 unit.

Tahun 2019, seperti disebut di atas penjualan mencapai 177.588 unit dengan Sigra mencatatkan hasil terbaik. Hanya saja detail unit yang terjual untuk masing-masing model belum disebutkan.

>>> Komparasi Renault Triber vs Daihatsu Sigra vs Toyota Calya: Duel Panas LCGC 7 Seater, Mana Terbaik?

>>> Berita otomotif terkini dan menarik lainnya di Cintamobil.com

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top