Kelangkaan Chip Paksa Pabrikan Mobil Dunia Pangkas Fitur Canggih

09/05/2021

Pasar mobil

2 menit

Beberapa bulan belakangan, terjadi krisis chip yang langka melanda industri otomotif. Hal ini memaksa pabrikan mobil memangkas teknologi dan fitur canggih.

Industri otomotif merupakan satu dari sekian industri yang sangat mengandalkan penggunaan chip atau semikonduktor. Tidak diragukan lagi, chip memiliki peran penting dalam mendorong pengembangan dan meningkatkan performa kendaraan. Pengaplikasian chip untuk kendaraan beberapa di antaranya bisa dilihat pada sistem elektrifikasi, bantuan pengemudi, konektivitas, serta fitur-fitur hiburan dan keselamatan. Namun, bagaimana jika terjadi krisis kelangkaan chip?

Krisis kelangkaan chip sebenarnya sudah terjadi sejak akhir tahun lalu, tetapi lima bulan belakangan menjadi lebih parah. Penyebabnya tak lain berkaitan dengan pandemi virus corona yang mewabah mulai 2020. Virus corona membuat produksi chip tidak bisa mencapai jumlah permintaan yang ada, yang pada akhirnya juga mengimbas kendaraan-kendaraan milik pabrikan dunia.

>>> Mitsubishi Pangkas Produksi 16.000 Unit Karena Krisis Chip

Dampak Kelangkaan Chip

Dampak yang dirasakan oleh industri otomotif dari ketersediaan chip yang langka tidak main-main. Beberapa pabrikan otomotif terkemuka di dunia seperti Toyota, Volkswagen, dan Nissan bahkan sempat memangkas atau menghentikan produksinya untuk sementara waktu di sejumlah negara. Sementara pekan lalu BMW, Honda dan Ford Motor menghadapi masalah yang kian memburuk akibat kelangkaan semikonduktor.

Kemunculan virus corona sebelumnya sudah cukup membuat angka penjualan kendaraan menurun drastis. Dengan adanya kelangkaan chip, tentunya pabrikan mobil semakin dibuat merugi. Dilansir dari Bloomberg, kerugian penjualan mobil yang dipicu oleh krisis kelangkaan chip mencapai sekitar 61 miliar AS, angka yang sangat fantastis.

chip langka melanda industri otomotif

Chip yang saat ini mengalami kelangkaan adalah salah satu komponen penting dalam perakitan mobil.

>>> Ada Diskon PPnBM, Toyota hingga Wuling Genjot Produksi Mobil

Krisis kelangkaan ini dianggap sebagai salah satu ujian bersejarah bagi industri otomotif. Kegagalan untuk mengamankan pasokan penting seperti chip merupakan kemunduran masif jangka pendek, yang dapat menyebabkan jutaan penjualan kendaraan akan lenyap tahun ini. Tak hanya itu, situasi juga diperparah dengan persaingan dari perusahaan internet dan elektronik yang juga mengincar pasokan chip seiring meningkatnya kebutuhan teknologi.

Solusi untuk Atasi Kelangkaan chip

Selama beberapa dekade, produsen mobil berlomba-lomba menciptakan kendaraan modern dengan menyematkan banyak sekali fitur dan teknologi canggih demi memberikan pengalaman berkendara yang lebih menyenangkan bagi konsumen. Namun, sebagai solusi atas keberadaan chip yang langka ini, mereka terpaksa memangkas kehadiran fitur dan teknologi tersebut untuk sementara waktu hingga situasi membaik. Setidaknya, produsen-produsen mobil saat ini berupaya untuk menyelamatkan nasib penjualan kendaraan mereka.

>>> Penjualan IONIQ 5 Meledak, Hyundai Dibayangi Krisis Chip

Dilansir dari Autonews, salah satu dari beberapa pabrikan yang mencoba bertahan dengan melakukan pemangkasan fitur serta teknologi adalah Nissan. Nissan menanggalkan sistem navigasi untuk ribuan kendaraan yang biasanya dibekali sistem tersebut. Ram trucks juga melakukan hal serupa dengan tidak lagi menawarkan 1500 pikapnya dengan kaca spion 'cerdas' yang dapat memantau titik buta atau blind spot

Peugeot 308 kembali menggunakan speedometer analog

Peugeot 308 kembali menggunakan speedometer analog akibat kelangkaan chip

Renault tidak lagi menyediakan layar digital berukuran besar yang ada di belakang roda kemudi pada crossover Arkana, juga untuk menghemat chip. Selanjutnya, ada Peugeot yang akan kembali menggunakan speedometer analog kuno untuk 308 hatchback-nya, alih-alih menggunakan versi digital yang tentunya membutuhkan chip. General Motors juga tak ketinggalan dengan mengatakan bahwa pihaknya membuat beberapa truk pikap Chevrolet Silverado tanpa sistem modul ekonomi bahan bakar tertentu, yang menghabiskan sekitar 1 mil (1,6 km) per galon (4,5 liter).

Butuh waktu yang tidak sebentar untuk memulihkan krisis kelangkaan chip yang menghantui industri otomotif beberapa bulan belakangan ini. Tak ada yang bisa dilakukan para produsen selain memangkas penggunaan fitur dan teknologi pada kendaraannya agar tetap bisa bertahan.

>>> Peugeot 308 Terbaru Meluncur, Ada Opsi Varian Hybrid

Menyukai dunia menulis di bangku SMP hingga serius menggeluti dunia SEO sejak tahun 2011. Penggemar berat FC Barcelona, konser musik, dan eksplorasi alam, kini menulis SEO di Cintamobil.com sejak Maret 2021.
 
back to top